@john02355613313@JimlyAs Bukan seperti itu, untuk menuju kepada tinggal dua atau tiga partai tinggal menaikan parliamentary threshold, selanjutnya secara natural akan mengurangi jumlah partai
@JimlyAs Terlalu banyak partai papan tengah dalam sistim multipartai, menjadi penyebab kamuflase oportunis yang membuat sulit mengendalikan konfigurasi politik di parlemen, di atas kertas non koalisi tapi masih bisa dapat deal2 terselubung, masuk koalisi pun masih bisa drama "merakyat"
@JimlyAs Sistem multi-partai adalah sumber masalah. Rakyat dibingungkan dengan berbagai drama yang tidak sederhana. Rakyat tidak bisa menilai secara sederhana partai mana partai terbaik, di saat tak ada yang mau jadi oposisi, rakyat masih tetap kebingungan apa yang salah? ππ
@susipudjiastuti@prabowo Dalam bencana, kehadiran terbaik bukan yang paling terlihat, tetapi yang paling terasa manfaatnya. πΏ
Sebab kepemimpinan sejati adalah hadir tanpa menghambat, bergerak tanpa menambah beban, dan memastikan pertolongan tiba tepat waktu. π€²β¨
@JimlyAs Kita sudah melenceng kemana-mana, jadi komen melenceng paling dasar adalah hapus sistim multi partai, biar parlemennya kuat dan juga tidak membingungkan, rakyat cukup lihat 2 atau 3 partai. Carut marut ini karena performa Parlemen terkamuflase multi partai.
@akbarfaizal68 Narasinya percaya pada waktu sang hakim, tak usah gelisahkan penyikapan setelah hasil. Itu hal yang berbeda, di luar tanggungjawab waktu sang hakim yang telah dipercaya
@akbarfaizal68 Seni perpoloan adalah melempar dengan memukul lewat banyak cara, bisa membonceng kuda atau di atas gelombang laut memanfaatkan kano bisa pakai milik pihak lain
@akbarfaizal68 Rakyat penerima manfaat jangan dikatain pengemis pak. Itu kekejian bagi rakyat, mereka sudah susah, dapat pelayanan malah disebut pengemis itu t e r l a l u
@akbarfaizal68@gibran_tweet Bukan tidak tahu koridor yang tersedia, sebagai pemimpin wong cilik beliau ingin merasakan langsung keluhan masyarakat. Semua intervensi pemerintah sudah punya koridornya, baik keluhan berjenjang sektoral maupun lewat survei-survei pengukuran kinerja kegiatan