Isu gempa megathrust kerap memicu kepanikan di media sosial akibat campur aduk antara prediksi dan potensi geologis. Faktanya, belum ada teknologi yang bisa memprediksi waktu pasti terjadinya gempa, sehingga istilah seismic gap atau "tinggal menunggu waktu" di zona subduksi bukanlah ramalan bencana dalam waktu dekat, melainkan pengingat ilmiah agar pemerintah dan masyarakat memperkuat mitigasi serta kesiapsiagaan sejak dini.
supaya beritanya ga ketutup kenalin ini adalah keluarga alm. bapak Sumarna, satpam yang gugur saat menjalankan tugasnya di waduk jatiluhur.
mereka juga layak mendapatkan perhatian yang lebih. semoga artis dan influencer juga membantu dan melirik kasus ini.
Gelombang serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina di wilayah Tepi Barat berlanjut. Masjid dan rumah warga dibakar.
Koresponden BBC News untuk Timur Tengah, Lucy Williamson, menemui warga Palestina yang menjadi target serangan pemukim ilegal Israel. Berikut laporannya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Raya menyebut Mamberamo Raya sebagai kabupaten 3T alias terpencil, tapi juga tertinggal, terlupakan, tersiksa, dan ter-ter lainnya. Mengapa 50% dapur MBG di Jawa dan cuma 1% di kantong stunting tertinggi di Papua? https://t.co/jBufBlFozn
Inilah salah satu adegan paling brutal dalam sejarah manusia. Momen ketika tenda-tenda pengungsi dibom di Jalur Gaza selatan, di daerah Mawasi, Khan Yunis, menewaskan lebih dari 500 warga sipil. Sebuah video yang tidak boleh dilupakan dunia.
Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah 🇮🇩 tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yg terbunuh dlm serangan militer ilegal.
Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah 🇮🇩 tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri - tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita.) Akhirnya, yg hadir hanya Dubes RI di Teheran - yg dianggap oleh Teheran sbg sikap menyepelekan undangan ini, bahkan dianggap sbg tamparan. Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Kazakhtan, Mesir, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar dibawah) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. 🇮🇩 sbg negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yg ABSEN mengirim delegasi. Bahkan Malaysia nampak lebih bebas aktif dari Indonesia.
Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai LUNTUR krn 🇮🇩 takut/sungkan thdp Amerika ? Has “FEAR” become a factor in Indonesian foreign policy ? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan MANAJEMEN sistem politik luar negeri yang penuh masalah - sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yg berani mengambil keputusan. Paling tidak 🇮🇩 bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta - tapi beliau justru keliling Asia Tengah utk kunjungan yg sifatnya rutin.
Kita seakan melupakan bhw Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dgn hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi 🇮🇩 dlm acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yg sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bhw adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yg melanggar hukum dan norma internasional.
Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dlm situasi yg sensitif, kita bersembunyi.
Please remember : bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan
Boleh dikutip.
Jerman, Jepang dan Belanda pulang.
Bola memang bundar.
Jadi, ga usah nanyain dukun dan cenayang..
...namun tim Marokko ini istimewa, ketika tim negara lain sibuk dgn para pacar dan istri , tim Marokko memuliakan sekali ibu mereka..
MasyaAllah❣️
Diam dianggap pulih🥀
Aceh semakin di tinggalkan oleh negara
7 bulan lebih telah berlalu para siswa masih banyak yang belajar di bawah tenda, dan kini tenda tempat mereka belajar rubuh akibat hujan deras dan angin kencang.
📍Kampung Penarun Kec. Linge Kab. Aceh Tengah
Masyarakat sering merasa gempa-gempa tersebut saling terkait karena Ring of Fire dipandang sebagai satu kesatuan jalur seismik yang masif. Meskipun secara geologis memang berada dalam satu jalur besar, mekanisme pemicunya bersifat spesifik pada masing-masing wilayah.
Crisis Management Plan sering terlihat rapi di atas kertas—tapi saat krisis nyata, yang diuji bukan dokumennya, melainkan kecepatan keputusan dan keberanian bertindak. Sudah siap, atau masih sekadar skenario?
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Koalisi MBG Watch berunjuk rasa di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu (10/06) untuk mendesak agar program MBG dihentikan.
Mereka turun ke jalan dan membentangkan poster: “Bunyikan Klakson Jika Kalian Muak dengan MBG".
“Kami mendatangkan alat-alat berat untuk menguruk rawa dan menanami padi,” kata mereka.
Lalu hutan hilang. Sungai kehilangan pelindungnya. Burung, serangga penyerbuk, ikan, satwa liar, dan tumbuhan pangan lokal, sagu dll ikut lenyap. Bentang alam yang sebelumnya kaya kehidupan berubah menjadi hamparan satu komoditas.
Inilah paradoks monokultur dan food estate. Demi mengejar produksi pangan, kita justru menghancurkan fondasi ekologis yang membuat pangan dapat terus diproduksi. Lebih sialnya, dalam kasus MIFEE, sawah-sawah itu kemudian berganti sawit dan HTI.
Ketika keragaman hayati diganti keseragaman, tanah menjadi lebih rentan rusak, hama lebih mudah meledak, ketergantungan pada pupuk dan pestisida meningkat, dan produktivitas jangka panjang justru menurun.
Di Papua dan Kalimantan, kerusakan yang terjadi tidak hanya bersifat ekologis. Hilangnya hutan, rawa, kebun campuran, dan lanskap pangan tradisional juga berarti hilangnya sistem pangan lokal yang selama ratusan tahun menopang masyarakat adat. Sagu, umbi-umbian, buah hutan, ikan, rotan, madu, dan ratusan sumber pangan lain tergeser oleh komoditas tunggal dan pangan impor.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ketika masyarakat adat semakin meninggalkan pangan lokal dan bergantung pada beras serta makanan industri, kualitas pola makan memburuk dan kerentanan pangan meningkat. Di Papua, pergeseran dari sagu dan pangan tradisional menuju ketergantungan pada beras dan pangan impor merupakan bentuk gastrokolonialisme: proses ketika kekuasaan bekerja melalui perubahan sistem pangan, membuat masyarakat semakin bergantung pada makanan dari luar sambil kehilangan pengetahuan, budaya, dan kedaulatan pangannya sendiri. Sementara itu, sagu dan pangan lokal terbukti memiliki peran penting bagi ketahanan pangan, kesehatan, dan keberlanjutan ekosistem Papua.
Kedaulatan pangan tidak mungkin lahir dari satu tanaman. Kedaukatan pangan lahir dari tanah yang sehat, hutan yang hidup, air yang terjaga, dan keragaman pangan yang memberi masyarakat pilihan ketika krisis datang.
Ketika seluruh bentang alam hanya menyisakan satu komoditas, yang sedang dipanen bukan hanya hasil panen. Kita juga sedang memanen risiko.
Karena tidak ada kedaulatan pangan tanpa ketahanan ekosistem.
STOP NARASI PEMBODOHAN....✋️✋️⚠️
Rawa adalah lahan tidur yang tidak produktif.
Narasi inilah yang belakangan digunakan untuk membenarkan alih fungsi lahan basah menjadi kawasan pertanian skala besar. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bahkan menyebut rawa di Merauke dapat dioptimalkan menjadi sawah produktif dengan panen hingga tiga kali setahun.
Di saat yang sama, proyek pangan skala besar di Merauke juga melibatkan Jhonlin Group milik Andi Syamsuddin Arsyad, yang diketahui memiliki hubungan kekerabatan dengan Menteri Pertanian sebagai sepupu.
Namun, benarkah rawa adalah lahan tidur?
Bagi alam, rawa tidak pernah tidur.
Rawa adalah bagian dari ekosistem lahan basah bersama gambut dan mangrove, yang termasuk ekosistem paling produktif di dunia. Ia menyimpan karbon dalam jumlah besar, mengatur siklus air, mengurangi risiko banjir dan kekeringan, menjadi rumah bagi ribuan spesies, serta menopang kehidupan masyarakat adat yang telah hidup berdampingan dengannya selama bergenerasi.
Masalah muncul ketika rawa hanya dilihat dari satu ukuran yaitu berapa ton pangan yang bisa dipanen darinya.
Cara pandang ini mengabaikan fungsi ekologis yang jauh lebih besar nilainya, tetapi sering kali tidak masuk dalam perhitungan ekonomi. Padahal, ketika rawa rusak atau hilang, fungsi-fungsi tersebut tidak bisa begitu saja digantikan.
Pertanyaannya bukan apakah rawa bisa ditanami.
Pertanyaannya adalah siapa yang diuntungkan, dan apa yang harus dikorbankan ketika ekosistem yang menopang kehidupan diubah menjadi kawasan produksi skala besar?
Ketahanan pangan memang penting. Namun menjadikannya alasan untuk mengorbankan rawa, hutan, dan wilayah adat bukanlah solusi jangka panjang.
Karena bagi alam, rawa bukan lahan tidur.
Rawa adalah ekosistem yang hidup, dan kehidupan di dalamnya bukan ruang kosong yang menunggu untuk dieksploitasi.
Soarce: Greenpeaceid
Kata Dino Patti Djalal:
"Menyuarakan kebenaran itu lebih nikmat daripada mengejar kekuasaan".
NICE QUOTE 👌👌
Selamat pagi....
Teruslah menyuarakan kebenaran jgn jadi setan bisu🫶🫶
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
100 TRILIUN HANYA DI DEPAN CAMERA WARTAWAN.
SUDAH 7 BULAN PASCA BANJIR MELANDA ACEH, JEMBATAN MANTENG LAGE SOET,HANA MEUGISE MEUBACUT PIH .
Jembatan enang-enang yang sangat terkenal dibener meriah, jalur yang sangat vital penghubung antar wilayah tengah aceh.. .