• Study hard.
• What others think of you is none of your business.
• It's OK not to have all the answers.
• Experiment, Fail, Learn and Repeat.
• Knowledge comes from experience.
• Imagination is important.
• Do what interests you the most.
• Stay curious.
Kalo ada konten demo lewat diberanda kalian langsung like dan posting ulang!
Jika itupun kalo Kalian peduli dengan kecemasan negara saat ini, dengan melakukan itu secara tidak langsung kita membantu perjuangan temen" yg disana melalui sosial media, karena media terbungkam!
Bukan. Anda diserang bukan karena itu. Anda dikritik karena:
1. Tata kelolanya ngawur, rawan korupsi.
2. SPPG dimiliki oleh para pihak yg rawan konflik kepentingan seperti aparat, parpol dll.
3. Anda ga fokus ke yg benar2 membutuhkan. Minimal lakukan kajian akademis dulu sebelum eksekusi.
4. Anda memilih kepala BGN yg tdk kompeten, bahkan tidak punya latar belakang ahli gizi. Udah gitu korup pulak.
5. Makanannya ga berkualitas, bahkan banyak yg keracunan.
6. Masih banyak alasan lain, tapi yang jelas bukan karena anda mau ngasih makan anak indonesia. Jadi gausah dipelintir.
🚨🗣 Jose Mourinho on Messi and Argentina:
"This world cup actually exposed Messi and Argentina, they're not a good team, just reckless tackles which the referee ignores most of the times"
"Imagine having 0 shot on target in 2 hours of playing football, that says everything about them, they aren't that good and if not for some help, they wouldn't have reach the final"
🚨🗣 Egypt's Coach Hossam Hassan after Argentina lost the world cup final:
"If you notice, they tried their best to rob Spain but it didn't just work, they canceled Nico Williams goals for a foul they wouldn't have canceled if it was Argentina"
"I am very happy Spain won because they were the better team and they won over corruption. Football won today"
FIFA really tried their absolute best to rig this game for Argentina over 3 minutes of pure robberies gone in Argentina’s favour.
It was a scandal, Spain saved football.
“Saya menghabiskan belasan tahun meneliti tentang perlindungan sosial di banyak negara. Saya menyelesaikan S2 dan S3 saya di inggris. Tidak ada satu pun negara di dunia yg program makan bergizi gratisnya dilakukan oleh aparat keamanan. Dari semua program perlindungan sosial di seluruh dunia, MBG adalah program terbesar dari segi anggaran, inefisiensi dan potensi korupsinya, di seluruh dunia.”
Video ini adalah paparan paling clear soal kekacauan tata kelola embege. Kalo ada yg nanya “emang apa salahnya sih embege?”, cukup suruh nonton video ini.
Gue kerja kantoran 8 tahun. Gaji Rp 6,2 juta, THR lancar, BPJS aman.
Temen SMA gue jualan frozen food dari dapur rumahnya, gak punya slip gaji sama sekali.
Bulan lalu dia beli ruko.
Gue masih ngontrak.
Yang bikin gue kepikiran bukan itu. Tapi jawabannya pas gue tanya rahasianya.
Namanya Wulan. Dulu di sekolah biasa aja, gak pinter-pinter amat.
Gue yang dulu ranking, gue yang kuliah, gue yang kerja kantoran.
Gue pikir dia bakal jawab soal keberuntungan, atau modal dari suaminya.
Dia malah balik nanya, "Lo tiap bulan dapet berapa banyak pelanggan baru?"
Gue bingung. Gue kan karyawan.
"Nah itu," katanya.
"Lo cuma punya satu pembeli seumur hidup: kantor lo."
"Kalau satu pembeli itu berhenti beli, penghasilan lo nol. Gue punya 400-an pembeli. Kalau 10 kabur, gue masih hidup."
Gue gak bisa jawab apa-apa waktu itu.
Sepanjang jalan pulang gue itung-itung sendiri, dan makin gak enak perasaannya.
Gue selalu ngira kerja kantoran itu aman.
Ternyata definisi aman gue selama ini keliru.
Aman itu bukan penghasilan yang pasti. Aman itu penghasilan yang gak bisa diputus satu orang.
Dan hidup gue, cicilan gue, sekolah anak gue, semuanya bergantung sama tanda tangan satu orang di ruangan HRD.
Selama 8 tahun gue nyebut itu "stabil".
Tapi gue gak langsung resign. Gue gak senekat itu, dan gue gak nyaranin siapa-siapa resign gara-gara baca thread.
Gue mulai dari yang paling kecil.
Gue jualan sambel kemasan buatan ibu gue, ke temen kantor doang.
Modal pertama gue Rp 380 ribu, itu dari uang belanja yang gue sisihin diem-diem.
Gak ada rencana besar. Gue cuma pengen tau rasanya dapet duit dari orang yang gak wajib bayar gue.
Bulan pertama laku 14 botol. Untung Rp 112 ribu.
Kecil banget. Gaji gue sehari aja lebih gede.
Tapi ada rasa yang gak pernah gue dapet dari 8 tahun kerja kantoran:
itu duit yang dateng bukan karena gue nunggu tanggal 25.
Itu duit yang dateng karena ada orang yang mau bayar buat sesuatu yang gue bikin.
Masalah muncul di bulan ketiga.
Ada pembeli komplain sambelnya berjamur padahal baru 5 hari.
Gue panik. Gue kirain resepnya salah, sampe gue nyalahin ibu gue dalem hati.
Wulan yang akhirnya kasih tau.
"Bukan sambelnya, Mbak. Kemasannya. Lo pake botol biasa, udaranya masih masuk."
Masalahnya bukan di produk. Di bungkusnya.
cc : anitarisoraya
Prabowo: "Silakan kalau mau cari negara lain."
Gue:
Lah, emang nih negara punya elu doang?
Ini negara gue juga. Gue lahir di sini, kerja di sini, bayar pajak di sini. Hidup gue kagak dibiayain sama elu.
Gaji pejabat negara juga dibayar dari APBN yang berasal dari pajak rakyat. Jadi jangan mentang-mentang lagi pegang jabatan, terus nyuruh rakyat cabut.
Ngkritik pemerintah bukan berarti kagak cinta Indonesia. Justru karena ini negara gue, gue punya hak buat ngomong kalau ada yang gue anggap salah.
Yang mesti dibenerin itu kebijakannya, bukan mulut rakyatnya.
The captain of Iran’s National Team, Mehdi Taremi, calls out FIFA and the U.S.:
“This is a disaster World Cup. We can’t stay in the country and have to travel every time we play without any recovery. Now we can’t stay in Seattle and have to return to Tijuana. This is not fair.”
Berita di TV Taiwan:
- MBG penuh masalah, termasuk keracunan
- Liputan korupsi Dadan CS: memperkaya diri
- Penunjukan vendor tidak jelas, pengadaan gak jelas
- Meskipun begitu Prabowo bersikeras melanjutkan program MBG