@lfrcntlyy Tbh itu lebih mirip tempeh kebalik sih ππ»ππ»
Ah tapi orang itu mana tau ya bedanya caping dan tempeh, apalagi disamain kek toga π€§
@lilaccountz Caffino bold masuk peringkat atas untuk kelas kopi susu sachet. Rasa kopinya lebih terasa sesuai namanya "bold" ketimbang kopi sachetan lainnya
Maksudnya gimana, Nil?
Misalnya pak tani di pelosok udah nunggu belasan tahun, tau2 bisa kalah 'war tiket' sama bocah yg punya koneksi internet ngebut dan duit lebih buat berangkat haji. Gitu?
Orang udah ngantri belasan tahun, terus cuma gegara pak Subi mau supaya haji gak pake ngantri, terus antrian dibubarin begitu aja???
Inget : JANGAN ZALIM.
Sudah sampai pada titik di mana apresiasi terhadap kehadiran seseorang itu sangat penting untuk diungkapkan. Terutama kepada orang-orang yang masih merasa keberadaannya tidak berguna versi mereka sendiri
Gimana tanda kalo dia adalah jodoh kita?
Rasa tenang.
Bukan perasaan yg menggebu2, tapi ada perasaan tenang yg aneh. Seperti pulang ke rumah setelah lama pergi. Seolah kita yakin, kalo dia jodoh kita. Bukan cuma cocoklogi.
Selanjutnya, kita jg ngerasa jadi diri sendiri. Gak ada yg namanya kepura2an. Gak selalu jaim di depan dia. Gak ada kekurangan yg ditutupi. Dgn jodoh, topeng itu jatuh dgn sendirinya.
Tanda lainnya, kalo diskusi sm dia kerasa beda. Sekalipun beda pendapat atau berdebat. Marah, tapi gak pengen menyakiti. Capek, tapi gak pengen pergi. Ego kita gak lebih besar dari kemauan utk ngejaga hubungan.
Kalo kita ketemu dia, bawaanya pengen jadi versi yg lebih baik, bukan karena dituntut. Tapi, kehadirannya bisa menginspirasi utk terus tumbuh lebih baik.
Katanya, jodoh itu tenang, aman, dan mendorong ke arah lebih baik. Ketemu jodoh itu ibarat menemukan bagian diri yg hilang. Dan ketika bersama seolah tubuh kita jadi lengkap.
Ini kesimpulan yg saya dapatkan, dari hasil ngobrol sm orang lain dan ngerasainnya sendiri.
@lutfiahkd@bersuwara_ Kalau mau membatasi berarti dengan kata lain kamu harus berubah menjadi extrovert. Sedangkan untuk menambah teman tidak saklek terbatas karena intro/ekstroversi
@bersuwara_ Satu lagi sih, terkait pernyataan memaksa/berusaha untuk menembus batas interaksi. Kalau berhasil, oke, bisa meningkatkan potensi pintu rezeki. Tapi kalau tidak gimana?
Gimana kalau dengan "keterbatasan energi" itu kita manfaatkan dengan efisien. Jadi rezeki pun tetap diperoleh
@bersuwara_ Nah ini, konsep rezeki yg kamu gaungkan adalah yg didapat karena interaksi dengan orang lain. Padahal pintu rezeki secara umum itu jauh lebih luas dari itu. Tidak serta merta dibatasi oleh interaksi dengan sesama manusia
@anditoshiro@bersuwara_ Oke, kalau itu memang adalah salah satu kasus yg bisa jadi menghilangkan kesempatan karir beliau. Tapi saya kurang sreg dengan penggiringan "kalau belum kaya jangan jadi/tetap introvert"