kepada cewek-cewek umur 20-35 tahun,
Kalo tiap keramas rambutnya rontok sampe bikin ngeri liat lantai kamar mandi…
Terus tiap nyisir, rambut yang nyangkut di sisir udah ga kehitung jumlahnya…
Tolong luangin waktunya buat baca ini…
Gue takut banget masuk ke fase "bawaannya pengen tidur terus" lagi. Biasanya ini jadi tanda awal kalau gue lagi mulai lost, ngerasa kosong, dan pengen ngejauh dari semua orang. Gue nggak mau masuk ke fase itu lagi, please. Gue nggak mau kehilangan diri gue sendiri untuk kedua kalinya. 😔
Semoga kita semua selalu kuat dan bisa menang ngelawan semua hal yang selama ini cuma dipendem sendiri, yang nggak pernah kita ceritain ke siapa pun. Sending big hugs buat kalian semua
Teman-teman yang sedang berjuang untuk hidup lebih sukses, lebih bahagia, dan lebih sejahtera, izinkan saya menitipkan sedikit pemikiran untuk kita renungkan bersama.
Nomor 1, pikiran kita sering menciptakan cerita yang terasa sangat benar.
Kita sering merasa sedang melihat kenyataan apa adanya. Padahal, di dalam kepala kita, ada narasi yang terus bekerja. Pikiran kita menafsirkan kejadian, memberi makna, lalu membentuk cerita.
Sebagian cerita itu lahir dari pengalaman lama, luka yang belum selesai, rasa takut, bias, dan emosi yang masih tertinggal di dalam diri.
Karena itu, semua yang kita pikirkan JANGAN langsung kita percaya. Sebagian perlu kita periksa ulang dengan tenang.
Nomor 2, hal yang kita hindari justru akan mengendalikan hidup kita.
Menghindar memang terasa melegakan di awal. Rasanya aman, rasanya ringan, rasanya kita sedang menyelamatkan diri.
Namun setiap kali kita lari dari rasa tidak nyaman, kita sedang memberi makan rasa takut, rasa malu, kebiasaan menunda, atau luka yang seharusnya mulai kita sembuhkan.
Nomor 3, kita dibentuk oleh apa yang terus kita ulangi.
Identitas tidak terbentuk dari harapan indah yang kita simpan di kepala. Identitas tumbuh dari kebiasaan kecil yang rutin kita lakukan.
Cara kita berpikir, cara kita merespons masalah, cara kita menjaga janji, cara kita bekerja ketika tidak ada yang melihat, semuanya perlahan membentuk diri kita.
Pada akhirnya, kita menjadi hasil dari latihan yang kita ulangi terus-menerus.
Nomor 4, emosi adalah bagian dari diri kita, tetapi hidup kita tetap perlu dipimpin oleh kesadaran.
sedih, takut, marah, kecewa, atau cemas adalah bagian dari spektrum emosi kemanusiaan.
Emosi perlu didengar, diberi nama, dan dipahami. Namun emosi juga perlu dituntun.
Kesehatan mental tumbuh ketika kita mampu mengenali apa yang sedang kita rasakan, menahannya dengan dewasa, lalu menggunakannya sebagai petunjuk, bukan membiarkannya mengambil alih seluruh keputusan.
Percaya gak? Kalo mau jadi lebih beruntung dalam finansial, karir, jodoh itu kamu harus membuang identitas lamamu. Aku dulu selalu kejebak di pekerjaan yg sama bertahun-tahun, ketemu tipe cowo yg sama, temenan sama pembuli dan itu terjadi berulang kali. Dan setelah banyak merenung, aku sadar kalo ternyata yg salah itu aku sendiri. Aku merasa gak layak untuk diperlakukan dgn baik.
Caraku membuang identitas lama dan menciptakan identitas baru :
1. Berhenti mengutuk diri sendiri. Ucapan adalah doa
Gw dengerin lagu Rony Parulian udh mao masuk dua tahun dan gw baru tau bentukan aslinya kayak gimana...
Man, kudos to the music you created, you were the reason I started listening and discovering Indonesian music again... Like, it's cheesy I get it, but thank you dude!
scrolling arsip instagram menyadarkanku kalau oh bener ya kalau setiap orang tuh ada masanya. ternyata ga semua orang bertahan di setiap fase kehidupan, ada yang akhirnya ya udah sampai di situ aja perannya. tapi ada juga yang bertahan sampai sejauh ini.
“Jangan minta yang kecil, kepada Dia yang Maha Besar.”
Ada yg ngetik ini di threads kemarin.
Terus langsung inget kalo besok hari Arafah. Hari dimana bukan malaikat, tapi Allah yang turun langsung ke bumi.
Maka dari itu, berdo’a lah se-banyak dan se-mustahil mungkin.
Manfaatkan momen hari arafah ini dengan se baik-baik nya🫶
Ini ada list do’a yg bisa kalian baca, incase bingung mau do’a apa😅
Semalem gue baru belajar istilah baru
Kalian pernah denger “duck syndrome” gak?
Duck syndrome itu kondisi pas seseorang keliatannya santai, hidupnya aman2 aja. Padahal aslinya lagi capek, banyak tekanan, burnout, sama stres yang dipendem sendiri.
Kenapa dianalogiin sama bebek?
Kembalilah jadi perempuan yang cantik dengan senyum manis, yang ceria dan penuh tawa. Bahagiakan diri sendiri, rawat diri, treat yourself like a queen.
Makan makanan yang kamu suka, pergi ke tempat yang bikin kamu happy, beli hal yang kamu inginkan, dan kejar all wishlist yang kamu susun itu. Lakuin hal-hal yang bikin hati tenang, stop overthinking hal yang cuma nguras energi. Karena pada akhirnya, bahagia-mu ditentukan dari pilihanmu sendiri. (Katacerdas)
Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir.
Dan dia ngomongnya
bukan sebagai pembela Nadiem.
Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja.
Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah:
Ahok bilang dengan sangat tegas:
pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika.
Chromebook itu bukan laptop biasa.
Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus.
Harganya jauh lebih terjangkau
dari laptop konvensional.
Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau.
Ahok kasih contoh nyata.
Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar.
Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia.
Itu bukan mimpi.
Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada.
"Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan.
Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia."
Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat:
Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang:
"Saya pikir ini sengaja."
Logikanya sederhana dan sangat keras.
Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai.
Lebih sulit dibohongi.
Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu.
Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa.
Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan.
MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama.
Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana.
"Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus,
kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?"
Yang paling menohok soal survei dan legitimasi:
Ahok tidak berhenti di situ.
Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas.
Pemerintah melakukan survei.
Rakyat bilang mereka suka makanan gratis.
Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG.
Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan.
Tapi Ahok membaliknya:
kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata.
Itu bukan preferensi yang genuine.
Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi.
"Mereka juga pintar.
Dia survei, Pak.
Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi."
Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun:
Ahok tidak membela Nadiem secara personal.
Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah:
Menteri itu tidak pernah menyentuh
anggaran secara langsung.
Menteri membuat kebijakan.
Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya.
Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah:
apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit?
Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri?
PPATK sudah menjawab:
tidak ada.
Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun.
"Saya pikir ya ini soal profesionalisme.
Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya."
Ahok tidak sedang bicara soal
Chromebook sebagai produk.
Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa:
apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa?
MBG memberikan makan hari ini.
Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup.
Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan.
Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.
“seporsi kemenangan for woman”
dipertemukan dengan pria dewasa yg gak perlu diajari how to be a man. full of initiative, tulus melalui hal hal sederhana, komunikasi hangat & sepaham, gak pernah menyepelekan hal kecil. kamu boleh kecewa, boleh ngambek, & dibujuk tanpa takut di tinggalkan.
how lucky you’re..
Gak sengaja nemu kalimat ini🥹
“Kalau emang jodohnya sama manusia,
semoga dipertemuin sama yang tulus dan baik.
Tapi kalau ternyata jodohnya sama kematian,
semoga akhirnya juga yang paling indah dan baik.”
Kenapa? Karena kadang hidup emang sesingkat dan se random itu. Kita nggak pernah tahu bakal dipertemuin sama siapa, dipisahin kapan, atau cerita ini berhenti di bagian mana. Yang bisa dilakuin cuma jadi versi terbaik dari diri sendiri dan belajar ikhlas sama semua kemungkinan.
Karena pada akhirnya, semua orang cuma lagi jalanin takdirnya masing-masing. Ada yang dipertemukan untuk menetap, ada juga yang cuma datang buat ngasih pelajaran. Jadi selagi masih punya waktu, sayangi orang-orang yang ada, perbaiki diri pelan-pelan, dan jangan lupa nikmatin hidup tanpa terlalu banyak nyakitin hati sendiri.
Semoga langkah kita selalu diarahkan ke hal-hal baik, dan saat waktunya pulang nanti, semoga kita pergi dalam keadaan yang paling tenang dan paling baik.