Menghadiri perayaan 15 tahun IKAHAN bersama mantan Gubernur Jenderal David Hurley, saya menyampaikan "keynote speech" yang menegaskan bahwa fondasi terkuat kemitraan strategis Indonesia dan Australia bukan sekadar dibangun oleh institusi, melainkan melalui human infrastructure yang kokoh—hubungan antar-manusia (people-to-people relations) yang memupuk rasa saling percaya melintasi generasi.
Semoga persahabatan ini terus terjalin sebagai warisan berharga bagi generasi muda dan para perwira masa depan. Mari bersama membangun kawasan Indo-Pasifik yang semakin kuat, damai, tangguh, dan sejahtera.
Menatap masa depan Indonesia berarti mempersiapkan generasi yang siap berdiri tegak di tengah dunia yang penuh ketidakpastian.
Rabu (24/6), senang sekali bisa kembali ke Bumi Moro, Surabaya, untuk memberikan kuliah umum dan berdialog langsung dengan para Taruna-Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL). Di mata mereka, saya melihat kilatan optimisme dan kesiapan untuk menjadi pengawal kedaulatan maritim kita kelak.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, kekuatan maritim yang tangguh dan pembangunan infrastruktur kemaritiman mulai dari konektivitas pelabuhan hingga ekonomi biru adalah fondasi utama kesejahteraan rakyat. Namun, semua potensi besar itu hanya akan menjadi kekuatan nyata jika kita memiliki SDM yang unggul, berkarakter, dan adaptif.
Kepada para calon pemimpin masa depan TNI-AL, saya titipkan pesan: bersiaplah menjadi warrior, leader, strategist, sekaligus diplomat. Jaga integritas, terus tingkatkan kompetensi, dan bersiaplah menjadi duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia di panggung dunia.
Terima kasih sedalam-dalamnya kepada Gubernur AAL Laksamana Muda TNI Sigit Santoso beserta seluruh jajaran atas sambutan hangatnya. Bersama-sama, mari kita bangun Indonesia yang aman, damai, berdaulat, dan sejahtera!
Sukses selalu para Taruna-Taruni AAL!
Jalesveva Jayamahe!
Mengawali pekan ini (22/6), saya bersama jajaran @KemenkoInfra menghadiri Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI membahas Rencana Kerja Anggaran TA 2027. Dalam kesempatan tersebut, saya ingin menegaskan bahwa infrastruktur tidak dibangun sekadar untuk membangun infrastruktur, tetapi pada akhirnya diorientasikan untuk mendukung berbagai agenda prioritas nasional. Mulai dari ketahanan pangan, energi, air bersih, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi, konektivitas, hingga pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
Sebagai Kementerian Koordinator yang mengoordinasikan lima kementerian teknis beserta berbagai instansi terkait lainnya, kami terus berupaya memastikan arah pembangunan nasional tetap on the track dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, pembangunan infrastruktur dasar yang dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membuat kehidupan masyarakat semakin layak akan terus menjadi prioritas. Kami juga terus melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan agar setiap program berjalan dengan baik dan manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas.
Saya meyakini bahwa di balik berbagai keberhasilan pembangunan nasional terdapat peran penting infrastruktur dan konektivitas bagi masyarakat. Dengan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah, kami akan terus mengawal berbagai program prioritas nasional agar manfaat pembangunan dapat mengalir hingga ke daerah serta menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang semakin merata, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Sabtu sore kemarin menjadi momen yang hangat dan berkesan. Saya bersama istri @annisayudhoyono, Bapak SBY, Mas @Edhie_Baskoro beserta istri dan para sahabat berkesempatan "Nonton Bareng" bersama ratusan anak-anak yatim piatu dari berbagai Panti Asuhan, di Studio @cinema21 dalam gerakan kemanusiaan melalui "Kuda Biru Project".
Agenda ini diinisiasi bersama komunitas Kuda Biru Project yang merupakan sebuah gerakan moral kemanusiaan untuk merangkul anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian kita. Jika kita termasuk yang beruntung, sudah sepatutnya kita terpanggil untuk hadir meringankan kesulitan sesama.
Kami menonton film Children of Heaven sebuah tontonan yang kaya akan nilai kehidupan dan kemanusiaan yang benar-benar menggetarkan hati.
Suguhan akting dari aktor cilik kita, Jared Ali (sebagai Ali), serta Bung Andri Mashadi (sebagai Karim, sang Ayah), benar-benar memukau dan begitu hidup.
Saya sangat bangga melihat industri perfilman Indonesia yang semakin maju dan dicintai masyarakat kita. Jika dulu bioskop kita didominasi film Hollywood, kini film karya anak bangsa terbukti mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ini adalah prestasi yang membanggakan bagi pertumbuhan ekonomi kreatif kita.
Terima kasih sekali lagi atas suksesnya penyelenggaraan Kuda Biru Project. Bagi yang belum nonton, film ini sangat wajib ditonton bersama keluarga!
Sukses terus untuk perfilman Indonesia!
Dalam Studium Generale di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, pada Kamis (18/6), saya mengingatkan bahwa tantangan terbesar Indonesia saat ini bukanlah mencari potensi baru, melainkan memastikan seluruh potensi yang sudah dimiliki dapat diubah menjadi kemakmuran yang dirasakan rakyat.
Potensi yang besar harus dikelola oleh manusia yang unggul. Di situlah letak tantangan kita. Bangsa yang berhasil adalah bangsa yang mampu mengubah kekayaannya menjadi kesejahteraan bagi rakyat. Untuk itu saya juga menyampaikan berbagai pesan penting agar lulusan IPDN mamu menjadi ASN unggul yang menjawab tantangan dan pembangunan bangsa.
Tetap semangat dan semoga sukses para Praja IPDN!
4 AI tercanggih hari ini—Grok, Claude, Gemini, ChatGPT—diadu memprediksi juara Piala Dunia 2026, dan mereka kompak menjagokan satu tim yang sama.
Tapi dalam kolom opini saya di https://t.co/bz65vCH9tI ini, justru di titik mereka sepakat itulah saya berargumen kita harus paling curiga. Ada satu angka kecil yang nyaris semua orang lewatkan—dan maknanya melampaui sepak bola, sampai ke cara kita mengambil keputusan penting sehari-hari. Selengkapnya 👇
https://t.co/bJYNNZeWFf
Saya adu empat model AI — Grok, Claude, Gemini, ChatGPT — untuk memprediksi juara Piala Dunia 2026.
Hasilnya bukan soal siapa juaranya. Tapi soal bagaimana mereka berpikir berbeda dari data yang sama.
Tiga dari empat sepakat: Spanyol juara.
Hanya Gemini yang memilih Prancis.
Tapi keempatnya kompak menempatkan Spanyol dan Prancis sebagai dua poros utama turnamen.
Rata-rata peluang dari empat model:
→ Spanyol ~18,6%
→ Prancis ~16,8%
→ Inggris ~12,4%
→ Argentina ~11,2%
Spanyol menang bukan karena paling glamor, tapi paling stabil. Lini tengah dalam (Rodri, Pedri, Zubimendi, Yamal), skuad muda, sistem rapi — pas untuk format baru yang brutal: 48 tim, 104 laga, panas, kelembapan, perjalanan lintas negara.
Sementara Prancis punya ceiling tertinggi: kalau Mbappé fit dan lolos jalur berat, mereka bisa jadi juara.
Tapi ini bagian yang paling sering dilewatkan orang:
Kandidat terkuat pun cuma dikasih peluang ~18%.
Artinya ~82% kemungkinan juaranya BUKAN Spanyol.
Konsensus AI bukan kepastian. Itu cuma peta probabilitas. Pelajaran yang saya bawa pulang, dan relevan jauh di luar sepak bola:
Saat semua model sepakat → sinyal kuat, tapi jangan dianggap jaminan.
Saat satu model beda sendiri (Gemini) → di situlah letak ketidakpastian yang sebenarnya.
Keputusan terbaik bukan ikut suara mayoritas, tapi paham di mana modelnya bisa salah.
Satu cedera. Satu laga panas ekstrem. Satu adu penalti. Seluruh peta bisa berubah.
Kalau Anda yang pegang keputusan: ikut konsensus, atau berani pasang di kuda hitam? 👇
24 tahun lalu, pendirinya sendiri memberi perusahaan ini peluang sukses kurang dari 10%.
Kemarin, perusahaan yang sama mencetak IPO terbesar dalam sejarah pasar modal.
SpaceX melantai di Nasdaq. Angkanya hampir tidak masuk akal:
→ $75 miliar dana terkumpul — melewati rekor Saudi Aramco ($26 miliar, 2019) yang bertahan 7 tahun
→ Dibuka di $150, sempat menyentuh $176 (+31%), tutup di $160,95 (+19%) di hari pertama
→ Valuasi tembus $2 triliun
→ Order book oversubscribed 2x lipat — sekitar $150 miliar antre untuk jatah $75 miliar
→ Dan Elon Musk resmi jadi triliuner pertama di dunia
Tapi ada satu angka yang justru paling jujur: EPS-nya masih minus.
Perusahaan ini, secara pembukuan, belum untung. Namun ratusan ribu orang tetap antre membelinya.
Kenapa?
Karena yang mereka beli bukan laba kuartal ini. Yang mereka beli adalah keyakinan — bahwa roket yang dulu meledak berkali-kali, yang nyaris bangkrut, yang diragukan pendirinya sendiri, hari ini sedang menuju Mars.
Saya selalu percaya: data membuktikan, tapi cerita yang membuat orang mau ikut sejak awal.
Angka $2 triliun itu nyata. Tapi yang benar-benar dibeli orang adalah satu hal yang tak ada di laporan keuangan mana pun — harapan yang bertahan lebih lama daripada keraguan.
Dan itu pelajaran yang berlaku jauh di luar dunia saham. Untuk produk, untuk kebijakan, untuk apa pun yang kita bangun.
Pandangan Pak SBY sangat sejuk dan konstruktif. Penguatan Rupiah dan IHSG pada 9–10 Juni 2026 tentu patut disyukuri sebagai sinyal positif bagi kepercayaan pasar dan ekonomi nasional.
Yang penting, momentum baik ini perlu dijaga dengan kebijakan fiskal dan moneter yang hati-hati, komunikasi publik yang jelas, serta perlindungan nyata bagi rakyat yang paling terdampak.
Dalam situasi krusial, persatuan, dialog, dan pikiran rasional memang menjadi kunci. Semoga ini benar-benar menjadi awal yang baik bagi pemulihan ekonomi kita.
Alhamdulillah, ada “good news” untuk kita semua. Dua hari ini, 9-10 Juni 2026, Rupiah dan IHSG menguat secara signifikan. Selamat dan terima kasih untuk negara dan pemerintah. Semoga ini merupakan awal dan pertanda baik ~ “a good beginning”.
Kabar baik ini membuktikan apa yang saya sampaikan bulan Mei 2026 yang lalu tidak keliru. Pemerintah, tentunya pemimpin kita Presiden Prabowo Subianto, masih memiliki sumber daya politik dan ekonomi untuk mengatasi tekanan ekonomi yang kita rasakan saat ini. Masih tersedia opsi dan solusi dari otoritas moneter dan fiskal kita.
Pemerintah berhasil menghentikan proses pelemahan Rupiah dan IHSG yang terjadi secara sistematis (berturut-turut) dalam jumlah yang besar. Itulah sebabnya kebijakan yang dijalankan oleh Bank Indonesia, tentunya bersinergi dengan pemerintah, menjadi salah satu faktor positif dalam menghentikan rontoknya Rupiah dan IHSG. Kalau tidak, pelemahan saham dan mata uang kita bisa “unstoppable”. Pasalnya, sudah menjadi satu antara faktor “real economy”, utamanya situasi fiskal dan APBN kita termasuk beban utang yang melilit, dengan faktor psikologis dan persepsi pasar yang tidak positif.
Ke depan, hari-hari mendatang, kita berharap Pemerintah terus melakukan langkah-langkah stabilisasi ekonomi. Menyehatkan APBN kita. Membatasi dan mengendalikan jumlah utang pemerintah. Mencegah terjadinya kenaikan harga barang dan jasa yang bisa memukul kehidupan rakyat. Memulihkan kembali kepercayaan investor. Meningkatkan komunikasi yang lebih efektif sehingga kebijakan dan langkah pemerintah dimengerti oleh rakyat dan “market”. Menghentikan berbagai spekulasi dan ketidakpastian. Yang tidak kalah pentingnya, melindungi rakyat kita yang sangat terdampak dengan situasi ekonomi, termasuk dampak dari kenaikan harga BBM.
Saya tahu, karena kenyang dalam menangani tekanan ekonomi seperti ini ketika memimpin Indonesia dulu, semua ikhtiar pemerintah ini tentu memerlukan waktu. Perlu dukungan publik yang lebih kuat. Ingat, “in crucial thing, unity”. “In important thing, dialogue” dan diwadahinya keragaman pandangan yang konstruktif. Pikiran yang rasional, kebijakan yang tepat dan aksi-aksi nyata yang serius menjadi sangat penting. *SBY*
1. Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tidak mengenal Saudara Sony Sonjaya.
2. AHY tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan Saudara Sony Sonjaya.
3. AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, ataupun meminta dukungan kepada Saudara Sony Sonjaya terkait program SPPG maupun urusan lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
4. Dalam postingan tersebut tidak dijelaskan siapa yang dimaksud dengan frasa “AHY” maupun siapa “2 Orang Kolonel” yang dimaksud. Namun, apabila yang dimaksud adalah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, maka Partai Demokrat menegaskan bahwa pengaitan tersebut tidak memiliki dasar fakta apapun.
5. Karena itu, frasa “2 orang Kolonel usulan AHY”, jika yang dimaksud menyangkut Agus Harimurti Yudhoyono, maka hal tersebut dapat dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran.
6. Partai Demokrat menghormati kebebasan pers dan mendukung kerja jurnalistik yang profesional. Namun, kami berharap setiap informasi yang menyebut nama individu maupun institusi disampaikan secara akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta yang terverifikasi.