baru 13 jam udah terkumpul 207 juta buat keluarga
korban satpam di waduk jati luhur
Masya Allah....
kesekian kalinya bukti kebersamaan warga dalam membantu warga lain...
dapat info istrinya masih gaptek soal hp
yang mau donasi boleh ke sebelah guys
BANTUU TAG GUYSS PARA INFLUENCER YANG MAU BANTU ADEK INI. DIA JUGA BERHAK ATAS KEHIDUPAN YANG LEBIH LAYAK.
Halo kak, kenalin ini adek manis kerudung cream yang juga kehilangan seorang ayah, bedanya ayahnya lagi “kerja” sekali lagi “kerja”
Bukan residivis maling ayam (ayam jutaan ya buat sabung ayam)
Ini anak pak satpam di waduk jatiluhur yang direnggut nyawanya secara tragis saat menjalankan tugasnya 🥀❤️🩹 huhu
Halo kak, kenalin ini adek manis kerudung cream yang juga kehilangan seorang ayah, bedanya ayahnya lagi “kerja” sekali lagi “kerja”
Bukan residivis maling ayam (ayam jutaan ya buat sabung ayam)
Ini anak pak satpam di waduk jatiluhur yang direnggut nyawanya secara tragis saat menjalankan tugasnya 🥀❤️🩹 huhu
cc: rialshryn
Alhamdulillah, menuntaskan perjalanan tiga hari keliling Aceh, menunaikan amanat dari para donatur dan masyarakat Indonesia. Masih banyak yg belum pulih sempurna di sana, mari terus kita bantu. Terima kasih untuk semua yg sudah terlibat.
🗣️ Marc Cucurella:
“I’d never seen this side of Lionel Messi until this World Cup. We always spoke highly of him as someone who was respectful and humble, but this tournament completely changed my opinion of him.
When he reported me to the referee because I slightly touched my mouth, I was shocked. I never expected a player like him to do that.
Throughout the World Cup, I saw him telling referees to book players who tackled him. People call him humble, but I don’t see it that way. Watching everything that happened over the last two World Cups made me question the legacy he’s built.
Cristiano Ronaldo has always been honest about who he is, confident, outspoken, and never pretending to be someone else. I’d choose Ronaldo over Messi any day because I’ve played against both and know what they’re really like.”
Dulu kami kirim putra2 terbaik melalui Indonesia Mengajar dan Guru Garis Depan utk mengabdi ke pelosok sbg pengormatan thdp setiap jengkal wilayah NKRI.
Memberi stigma buruk pada Papua, Malut, dan daerah terluar NKRI sbg tujuan mutasi hukuman sama dgn menghukum daerahnya juga.
Memanjatkan rasa syukur tak terhingga ketika menyaksikan Tia naik ke atas panggung wisuda di Harvard, menerima ijazah sambil menggendong Ibrahim, lalu Ali berdiri menyambut di samping panggung.
Setahun lalu, kami melepas Tia dan Ali berangkat dengan bayi yang baru berusia satu bulan. Tentu, ada rasa khawatir yang manusiawi. Mereka menjadi orangtua baru di negeri asing saja sudah merupakan tantangan besar, apalagi ketika dijalani beriringan dengan studi master di universitas dengan tuntutan akademik yang sangat tinggi seperti kampus ini.
Alhamdulillah, masa penuh perjuangan itu tuntas mereka lalui. Ijazah Master of Education dari Harvard Graduate School of Education yang diterima hari ini adalah simbol pencapaian akademik, yang di baliknya ada harga kesabaran, kerja sama, dan keteguhan yang mereka bertiga harus bayar sebagai keluarga muda.
Terima kasih kepada semua yang telah mendoakan dan memberikan dukungan selama mereka menjalani babak kehidupan di Cambridge, Massachusetts, ini.
Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup mereka ke depan, serta ilmu yang didapat bisa menjadi bekal kontribusi Tia dan Ali bagi bangsa dan bagi lingkungan di sekitar mereka. Aamiin yra.
Ini Abu Janda sudah luar biasa jahat fitnahnya. Muslim di wilayah barat, khususnya Jabar & Sumbar dibilang barbar, intoleran dll (malas saya posting videonya). Kalau narasi2 perpecahan seperti ini (yg memang khas Abu Janda) terus dibiarkan, tidak ada tindakan hukum terhadap ybs, saya khawatir masyarakat akan mengambil tindakan sendiri. Sebaiknya segera #tangkapabujanda demi kerukunan hidup antar umat beragama di Indonesia.