gue rasa semua orang cukup mampu untuk searching di internet mengenai demo #MenujuIndonesiaBangkrut ini, “kenapa masih ada demo pdhl Indonesia baik baik aja” noo, jangan denial. kita ga baik baik aja.
“kan yg naik pertamax, pertalite harganya masih sama” realitanya karna mahalnya pertamax org2 bakal pindah ke pertalite, kalo stock pertalite kosong, efek domino nya transportasi online, ojek, angkutan kecil ikut tertekan → ongkos naik → harga barang n makanan ikut naik.
“kepala BGN yg korup udah ditangkap kok, udah ada efisiensi SPPG. kok mau ngehentiin MBG, kalian mau siswa kelaparan ya?” bener bgt udah penangkapan tersangka korupsi di MBG ini, masalahnya dari akar MBG emg bermasalah. mau diganti ribuan kali pun kepalanya, ujung2 nya cuman ganti pemain. anggaran triliunan per bulan itu GEDE bgt. akhirnya hutang negara makin gede, ditambah tata kelola amburadul, dasar hukum lemah. efeknya apa kalo masih dilanjutkan? investor asing ga akan percaya sama fiskal indo. efeknya? rupiah bisa makin melemah
“rupiah n IHSG udah menguat kok” tapi faktanya inflasi pangan per mei 2026 menyentuh 4,94%
ditambah pengesahan RUU polri kemarin sangat amat menciderai konstitusi ya. MK sendiri menolak dwifungsi, gada transparansi mengenai pengesahan RUU polri ini. capek capek menggulingkan orba baru, eh malah di bangkitin lagi
Ingat Streisand Effect.
Jika ada upaya untuk menyembunyikan, menyensor, atau menghapus suatu informasi (foto, video, data) hal yg terjadi justru sebaliknya. Tindakan penghapusan justru malah menarik lebih banyak perhatian dan membuatnya tersebar lebih luas lagi.
@txtdrimedia Kok bisa ya masalah sesimple ini dia ga bisa kasih solusi tepat dan bikin ribet. 10 tahun ngejabat RI-1 gmana cara dia urus negara coba. Pantesan aja......
Ayo dukung Gol Rizky Ridho di The FIFA Puskás Award 2025!
Ikuti langkah mudah ini:
1️⃣ Masuk ke https://t.co/eqlJvyn12d dan lakukan sign in
2️⃣ Pilih menu VOTE – The FIFA Puskás Award
3️⃣ Scroll hingga menemukan Gol Rizky Ridho, lalu pilih “1st”
4️⃣ Klik Submit dan vote kamu sudah terkirim!
Dukung kebanggaan Indonesia di kancah internasional! 🔥
#FIFAPuskasAward #Persija
Bapak Presiden @prabowo yth, kami memahami tujuan Bpk terkait MBG, tapi mhn dipertimbangkan lagi utk ditinjau ulang atau dibatasi saja pelaksanaannya dg pertimbangan :
1) MBG bukan kebutuhan rakyat yg prioritas
2) sangat rawan disabotase
3) sangat rawan dikorupsi
4) menyedot anggaran sangat besar
5) faktanya, MBG tdk membikin anak sekolah happy, tapi malah berubah menjadi beban psikologis
6) sangat sulit menghindari terjadinya kasus keracunan krn terkait penyediaan makanan dlm jumlah besar
Saya yakin sebagian besar rakyat menerima kalau Bpk meninjau ulang dg pertimbangan tersebut.
Saya lihat postingan ini mari kita dukung...
Jangan karena Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio salah omong, negara ini jadi rusuh, Jarah sana jarah sini, bakar sana bakar sini, kita semua masyarakat yang Rugi.
ayokk Normalisasiin ...
Yang saya kuatirkan mulai terjadi
⚠️ Warning Kritis:
Demo yang lahir dari penderitaan rakyat dapat kehilangan legitimasi jika dibajak oleh:
Aksi penjarahan
Kerusuhan yang merusak fasilitas umum
Narasi etno-sentris yang menyasar kelompok etnis tertentu
Hal ini bukan hanya menyesatkan arah perjuangan, tetapi juga akan membenarkan tindakan represif negara, dan menciptakan luka baru dalam memori kolektif bangsa.
🔥 Sejarah Berulang?
Kita pernah belajar dari Mei 1998:
🔹️Aksi yang semula moral, berubah menjadi bencana rasial.
🔹️Rakyat akhirnya berkonflik dengan rakyat sendiri, bukan melawan sistem yang zalim.
Ini adalah skema lama yang bisa dipicu oleh:
🔹️Infiltrasi provokator
🔹️Pembiaran terencana
Atau framing media yang sudah diarahkan
🛡️ Sikap yang Perlu Dijaga:
1. Pisahkan antara rakyat dan pelaku kejahatan. Jangan biarkan penjarah mendompleng aspirasi rakyat.
2. Jaga narasi.
Demo adalah kritik terhadap kebijakan, bukan kebencian terhadap etnis atau suku tertentu.
3. Tolak framing adu domba.
Bila ada kelompok disudutkan karena latar etnis, tegaskan bahwa masalah kita adalah soal sistem & kebijakan, bukan soal darah dan warna kulit.
4. Bangun jalur aspirasi damai.
Koordinasi aksi harus kuat. Tidak boleh ada ruang bagi oknum kriminal memancing chaos demi delegitimasi rakyat.
🎯 “Kalau lawanmu kuat, dia akan membuatmu kehilangan arah agar kamu melukai dirimu sendiri.”
Demo boleh keras, aspirasi harus jelas, tapi jangan pernah jatuh ke dalam perangkap pecah belah yang dirancang sistematis.
Sekarang saatnya semua yang sadar, memagari perlawanan ini dari penyusup dan pembajak.
Tetap fokus:
Ini tentang keadilan, bukan etnis. Ini tentang pajak, bukan toko. Ini tentang Affan, bukan amplifier.
:: WeKa ::
Fakta total impor
Pak @tomlembong 5 jt ton
Pak @EnggarLkt 15 jt ton
Pak Agus Supramanto 9.5 jt ton
Pak Muhammad Luthfi 13 jt ton
Pak @ZUL_Hasan 18 jt ton
Hanya TOM yg dikejar JERRY 🐈⬛🐁
Kalian dipantau @jokowi
Hari ini, Tom divonis 4,5 tahun penjara. Keputusan yang amat mengecewakan bagi siapa pun yang mengikuti jalannya persidangan dengan akal sehat, meski sayangnya tidak mengejutkan.
Selama proses berjalan, berbagai laporan jurnalistik independen dan analisis para ahli telah mengungkap kejanggalan demi kejanggalan dalam dakwaan. Fakta-fakta di ruang sidang justru memperkuat posisi Tom, tapi semua itu diabaikan. Seolah-olah 23 sidang yang telah digelar sebelumnya tak pernah ada. Seolah-olah bukti dan logika tak diberi ruang dalam proses peradilan.
Jika kasus sejelas ini saja bisa berujung pada hukuman penjara, jika seseorang seperti Tom yang dikenal dan terbukti integritasnya di pengadilan, terbuka dan disorot publik perkaranya, masih bisa dihukum semena-mena, maka bayangkan nasib berjuta lainnya yang tak punya akses, sorotan, atau kekuatan serupa.
Vonis hari ini adalah penanda bahwa keadilan di negeri ini masih jauh dari selesai. Demokrasi belum kokoh berdiri. Kita dihadapkan pada keraguan mendasar tentang kredibilitas sistem hukum, dan tentang keberanian negara menegakkan kebenaran. Ketika kepercayaan terhadap proses peradilan runtuh, maka fondasi negara ikut rapuh.
Senin lalu, Tom menyampaikan dalam dupliknya bahwa ia belajar tentang makna kata tawakkal, tentang berusaha sekuat tenaga lalu menyerahkan hasilnya pada Tuhan. Sayangnya hari ini, hasil itu belum berpihak padanya. Tapi ini bukan ujung. Ini satu babak dari perjuangan panjang untuk menghadirkan keadilan yang belum tuntas dan akan terus kita jalani bersama.
Tom dan tim pengacara masih mempertimbangkan respon terhadap putusan ini. Tapi satu hal yang jelas, kita akan terus mendukung penuh langkahnya untuk mencari keadilan sampai titik akhir. Apapun yang akan ia hadapi ke depan, kita terus pastikan bahwa Tom tidak akan pernah berjuang sendirian.