Ternyata menyembuhkan semuanya butuh waktu lama, semakin menambah hari semakin isi kepala berisik. Dikasi double-double luka bingung cara mengobatinya selain tiap malam menangis.
Mengeluarkan isi hati serta pikiran ini, doa setiap dipanjatkan hanya terucap tolong perluaskan rasa sabar ini serta sehatkan raga ini. Berpura-pura kuat dan tegar itu bukan yang ku pingin.
Bahkan untuk menyenangkan diri sendiri saja aku haru berpikir puluhan kali. Rasanya hidup hanya berputar-putar ditanggung jawab, kewajiban, dan memaklumi yang tidak ada habisnya.
Semakin sering bertemu orang serta semakin orang menanyakan kabarku, semakin aku sadar... setiap manusia adalah kisah yang berjalan dengan caranya sendiri.
Ada yang hidupnya terlihat damai, tapi dalam dirinya sedang berjuang hebat melawan sesuatu yang tidak bisa diceritakan. Ada tampak salah dimata dunia, tapi kalau kita dengar lebih dalam, mungkin yang mereka butuhkan bukan penghakiman, tapi pelukan yang tak banyak tanya.
Sampai sekarang aku masih belum tau. Apakah jalan yang rusak parah ini adalah ujian untuk hasil yang lebih indah, atau hanya sekedar peringatan salah arah, namun aku selalu yakin jika tuhan tidak akan membawaku sejauh ini hanya untuk menyerah lalu kalah.
Terimakasi untuk semuanya tidak ada lagi kata yg diucap selain terimakasi smga kalian sehat selalu dan jangan sampai merasakan apa yg sedng aku alami love moree all🤍🫂