Aku sayang kamu, enggak bisa diukur pakai persentase. Kadang menggebu, kadang lesu. Kadang serius, kadang haha-hehe. Kadang ingin berjuang bersama, kadang cuma ingin menggabut berdua. Intinya, emang lebih baik ada kamu daripada enggak ada. Gitu
Sepertinya, kita terlalu mematok standar harus punya pasangan seperti yg ada di medsos. Harus deep talk, harus love language, harus jadi support system, harus tiger sprong keliling kota, harus bisa nyemburin api dari hidung. Padahal, bisa gabut dan ketawa bareng juga menyenangkan
Menemukan orang yang benar-benar cocok itu adalah hal yang mustahil. Soal “sefruekuensi” itu tergantung gimana cara kita saling beradaptasi dan saling menerima aja sih.
nabi muhammad ga pernah marah apalagi menghasut umatnya klo dikatain ato fisiknya dikasari
dilempari kotoran, sabar
dikatain gila, diblas kebaikan
dikhianati, memaafkan dan meredam amarah sayidina umar yg mau memenggal penghianat itu
yg katanya ulama kok jaga lisan aja susah :(