Seorang atlet golf perempuan bernama Jesslyn Wijaya Lay diduga menjadi korban penculikan saat sedang menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di salah satu restoran di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra membenarkan adanya laporan penculikan yang menimpa Jesslyn. “Iya betul, masih proses,” kata Roby kepada wartawan.
Simak berita selengkapnya di https://t.co/12KzHzegth, BeritaSatu TV, YouTube BeritaSatu dan unduh aplikasi BeritaSatu di iOS dan Apps Store!
#BeritaSatu #SaatnyaMajuBersama #AtletGolf #KorbanPenculikan #JakartaPusat
Laporan dari Korea di program KLAB, KBS tentang MBG:
Sejak tahun lalu, siswa, balita, ibu hamil -- sebanyak 83 juta orang menerima 1 kali makan siang gratis.
Keliatannya bagus.
Tapi kata Prof. Youngkyung Ko dari Yonsei University:
"Proyek sebesar ini, tapi dijalankan dengan tergesa-gesa. Padahal anggarannya LUAR BIASA, 320 triliun rupiah. Hampir 18% dari total anggaran negara."
"Tapi program ini dijalankan secara nasional, tanpa persiapan yang matang, pengadaan, SOP, dan rantai pasok yang matang. SEMUA BELUM SIAP. SEMUA BERANTAKAN."
Belum lagi, ternyata operasional program ini berbeda dengan yang biasa kita kenal (di Korea, makan siang dimasak di dapur sekolah).
Bukannya dimasak di sekolah, tapi dipesan dari pihak ketiga. Lalu diantar ke masing-masing sekolah.
Indonesia panas, belum lagi dimasak pagi-pagi, membuat kondisi makanan jadi kurang baik. KERACUNAN DI MANA-MANA.
Koresponden KBS di Indonesia:
"Kalau saya tanya warga sekitar, harusnya MBG bukan prioritas, lebih utama kesejahteraan rakyat dan stabilitas harga dibanding menghamburkan uang untuk program ini."
Pemerintah akhirnya menghentikan sementara program ini selama liburan sekolah. Tapi kontroversi terus berlanjut.
Prof. Youngkyung Ko:
"Pemerintah langsung menggelontorkan dana besar-besaran untuk BGN, sampai terus menerus ada dugaan korupsi. Sampai akhirnya petinggi BGN ditangkap Kejaksaan karena korupsi."
"Belum lagi keterlibatan militer di program ini."
"Sejak Prabowo jadi Presiden, tentara boleh menduduki dan menjalankan jabatan sipil."
"Hasilnya, semua koneksi militer berbondong-bondong masuk ke bisnis program MBG ini."
Mahasiswa dan masyarakat pun turun ke jalan khawatir pemerintahan sipil sejak reformasi, akankah kembali ke rezim militer?
pendapat anies soal DPR indonesia sekarang:
- DPR sekarang sudah seperti rasa kementerian
- tunduk ke pemerintah, bukan mengawasinya
- bahkan jadi juru bicara pemerintah
- dpr kehilangan kewenangan setaranya, dan itu tanda demokrasi menurun
- buktinya program mbg banyak masalah,
- tapi dpr diam saja, tak ada dengar pendapat khusus membahasnya
BREAKING 🚨
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan tidak ada ambiguitas dalam perjanjian sementara dengan AS. Ia menyatakan pengelolaan Selat Hormuz akan berada di tangan Iran melalui konsultasi dengan Oman dan negara-negara kawasan, serta menegaskan tidak ada alasan bagi AS untuk melanggar perjanjian tersebut.
BREAKING: Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Tangerang melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Bundar Jampidsus Kejaksaan Agung, Senin (20/7).
Dalam aksi bertajuk Gerakan Jilid II Indonesia Darurat Korupsi itu, mahasiswa menuntut pemberantasan korupsi secara tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu. Selain itu, massa menuntut mantan Jampidsus Febrie Adriansyah ditangkap dan diadili.
🚨🗣️ Jose Mourinho: "The reason Argentina performed so poorly in the World Cup final is that they simply didn't deserve to reach the final. They should have been eliminated against Egypt, but they won purely because of the referee's decisions".
prabs menyadari kalau:
- gaji guru kurang
- lapangan kerja sedikit
- masih banyak kemiskinan ekstrim
- ada ketimpangan sosial
"tapi terus terang saja, saya sendiri tidak menduga bbrapa permasalahan itu di luar perkiraan"
pantes solusinya MBG & kopdes
Bukan. Anda diserang bukan karena itu. Anda dikritik karena:
1. Tata kelolanya ngawur, rawan korupsi.
2. SPPG dimiliki oleh para pihak yg rawan konflik kepentingan seperti aparat, parpol dll.
3. Anda ga fokus ke yg benar2 membutuhkan. Minimal lakukan kajian akademis dulu sebelum eksekusi.
4. Anda memilih kepala BGN yg tdk kompeten, bahkan tidak punya latar belakang ahli gizi. Udah gitu korup pulak.
5. Makanannya ga berkualitas, bahkan banyak yg keracunan.
6. Masih banyak alasan lain, tapi yang jelas bukan karena anda mau ngasih makan anak indonesia. Jadi gausah dipelintir.