Memang harus ada yang kau libatkan dalam sebuah rindu.
Tuhan itu paling suka sebagai tempatmu mengadu.
Tempat menguraikan satu persatu masalah dalam ingatanmu.
@PelangiPuisi
Maaf, aku yang tak pandai bersuara.
Hanya mampu menyusun huruf yang berserakan menjadi kata-kata.
Semoga tidak ada yang beda,
Cara kita menyampaikan rindu pada tujuan yang sama.
~@AdithJyuichi
Maaf, aku yang tak pandai bersuara.
Hanya mampu menyusun huruf yang berserakan menjadi kata-kata.
Semoga tidak ada yang beda,
Cara kita menyampaikan rindu pada tujuan yang sama.
@PelangiPuisi
Dingin kotamu tak berupa embun,
Mengiringi jari-jari do'a mu yang masih tekun,
Pergantian waktu yang kamu inginkan untuk segera bangun,
Basuh lelah dan usap letihmu yang seakan tak memberi ampun,
Berlarilah bersama desir udara pagi yang masih santun.
@PelangiPuisi
Bagian tubuh mana yang bisa aku lupakan.
Untuk seorang wanita yang berjuang melawan badai kerinduan.
Sekian detik menutup mata saja.
Rasanya melewatkan ribuan jarak pandangan.
~@AdithJyuichi
Bagian tubuh mana yang bisa aku lupakan.
Untuk seorang wanita yang berjuang melawan badai kerinduan.
Sekian detik menutup mata saja.
Rasanya mlewatkan ribuan jarak pandangan.
@PelangiPuisi
Aku akan selalu menguatkan kedua sayapku.
Yang pernah hampir patah oleh terpaan waktu.
Aku harap, rindumu tetap melambaikan isyarat baru.
Dengan cerita-cerita yang layak aku tuju.
~@AdithJyuichi
Aku akan selalu menguatkan kedua sayapku.
Yang pernah hampir patah oleh terpaan waktu.
Aku harap, rindumu tetap melambaikan isyarat baru.
Dengan cerita cerita yang layak aku tuju.
@PelangiPuisi
Sekarang ...
Sayapku sudah hampir patah
Terbang melawan terpaan badai pun sudah sangat payah
Mencari diammu tak kutemukan di segala arah
Entah di mana kau kubur rindumu yang lelah
Yang pernah lama kita bangun langkah demi langkah.
~@AdithJyuichi
Sekarang..
Sayapku sudah hampir patah.
Terbang melawan terpaan badai pun sudah sangat payah.
Mencari diam mu tak kutemukan di segala arah.
Entah dimana kau kubur rindumu yang lelah.
Yang pernah lama kita bangun langkah demi langkah.
@PelangiPuisi
Hubungilah, selagi ada waktu
Menyapalah, selagi masih ada kesempatan
Karena kita tidak pernah tau pada hari yang ke berapa, atau waktu yang mana kita akan menyesal dan menangis
Karena dia telah pergi untuk selama-lamanya 😔🥺
Rela tak semudah kata,
ikhlas tak semudah rasa.
senja itu ingin tetap aku nikmati
tapi ia selalu beranjak pergi.
sepertinya malam akan terus seperti itu.
Hingga sampai akhirnya aku sabar menunggu.
Esok masih bisa menatapnya,
atau mungkin segera pergi dan berlalu.
~ Vee S