"Padahal kamu anak guru loh"
"Hah? Padahal kamu kan dokter"
"Ga nyangka, padahal kamu anak ustaz"
"Masa sih? Bukannya kamu sarjana?"
"Ya ampun, padahal kamu kan pinter."
"Untuk orang secerdas kamu, masa gitu aja..."
dan kalimat2 lain sejenisnya itu ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ i fkcn hate it.
Berjumpa, bertukar cerita. Membawa kisah untuk dicari titik tengah, menandai kesamaan dan perbedaan bila menyatukan langkah. Sampai timbul pertanyaan, baiknya dilanjutkan atau dicukupkan?
Aku respect banget, sama orang yang bilang (minta tolong, makasih, maaf) disuatu keadaan. Ngga semua orang meringankan hatinya untuk mengucapkannya dan itu menurutku hanya dimiliki oleh orang yang attitudenya berkualitas.