ㅤ
⠀⠀⠀⠀ “Mau peluk bunda! Kalau
⠀⠀⠀⠀ dipeluk bunda, Anum ga
⠀⠀⠀⠀ sedih lagi!”
Ruangan seketika menjadi hening beberapa detik sebelum terdengar beberapa gumaman para orang tua. Arimbi memeluk putrinya sembari mengusap punggung sang anak dengan lembut.
ㅤ
ㅤ
⠀⠀⠀⠀ ... merasa bahwa perasaan mereka valid.”
Arimbi sedikit berjongkok, menyamakan posisi tingginya dengan Anum.
⠀⠀⠀⠀ “Kalau masih sedih, Anum
⠀⠀⠀⠀ sekarang mau apa?”
Anum merentangkan kedua tangan kecilnya.
ㅤ
ㅤ
Setelahnya, barulah ia menunjukkan kartu dengan lingkaran berwarna hijau.
⠀⠀⠀⠀ “Setelah anak-anak bisa
⠀⠀⠀⠀ mengeluarkan emosinya,
⠀⠀⠀⠀ barulah kita di sini berperan
⠀⠀⠀⠀ penting. Hal ini akan membuat
⠀⠀⠀⠀ anak jauh lebih percaya dan ...
ㅤ
ㅤ
⠀⠀⠀⠀ “Aku marah kalau mainanku
⠀⠀⠀⠀ direbut.”
⠀⠀⠀⠀ “Aku takut gelap.”
⠀⠀⠀⠀ “Aku takut mama marah.”
Arimbi membiarkan satu per satu anak saling bercerita satu per satu. Memberikan mereka kesempatan menunjukkan bahwa mereka mulai memahami emosi.
ㅤ
ㅤ
⠀⠀⠀⠀ “Anum sedih, Bunda.”
⠀⠀⠀⠀ “Kenapa sedih, sayang?”
⠀⠀⠀⠀ “Karena boneka Anum diambil.”
Kemudian ada beberapa anak yang saling bersahut-sahutan.
⠀⠀⠀⠀ “Aku sedih kalau Ayah pergi
⠀⠀⠀⠀ kerja.”
ㅤ
ㅤ
Kemudian ia mengambil kartu dengan lingkaran kuning.
⠀⠀⠀⠀ “Kalau sudah berhenti menangis,
⠀⠀⠀⠀ coba bilang ke diri sendiri. Kita
⠀⠀⠀⠀ contohkan ya. Coba Anum, lagi
⠀⠀⠀⠀ merasa apa?”
Anum langsung memegang pipinya sendiri.
ㅤ
ㅤ
⠀⠀⠀⠀ “Selain merasa mau teriak,
⠀⠀⠀⠀ rasa mau menangis pun juga
⠀⠀⠀⠀ muncul. Tapi itu nggak apa-apa.
⠀⠀⠀⠀ Kalian boleh menangis, karena
⠀⠀⠀⠀ hal itu bisa membuat kita merasa
⠀⠀⠀⠀lebih lega.”
ㅤ
ㅤ
Arimbi mengangkat salah satu kartu dengan lingkaran merah.
⠀⠀⠀⠀ “Merah di sini, artinya kita
⠀⠀⠀⠀ sangat marah, lelah, sedih.
⠀⠀⠀⠀ Pokoknya seperti mau teriak.
⠀⠀⠀⠀ Nah, Anum..kalau lagi marah
⠀⠀⠀⠀ banget biasanya gimana?”
ㅤ
ㅤ
⠀⠀⠀⠀ ���MAUUUUUUU!”
Suara anak-anak kembali saling bersahutan. Mereka sangat merespon positif jika sudah ada kata bermain.
Arimbi tertawa pelan, senang melihat antusiasme para anak-anak serta orang tua yang juga ikut andil menyimak kali ini.
ㅤ
ㅤ
Beberapa anak langsung membalas dengan semangat. Mungkin karena ada anak sepantaran yang menarik perhatian mereka.
⠀⠀⠀⠀ “Kita akan belajar dan bermain
⠀⠀⠀⠀ bersama. Nama permainannya
⠀⠀⠀⠀ adalah: Lampu Lalu Lintas Emosi.
⠀⠀⠀⠀ Pada mau main ga nih?”
ㅤ
ㅤ
⠀⠀⠀⠀ “Anum juga mau belajar soal
⠀⠀⠀⠀ perasaan, sama seperti semua
⠀⠀⠀⠀ yang ada di sini.”
Anum melambaikan tangannya kecil, meski pada akhirnya ia juga memilih sedikit bersembunyi di balik Arimbi.
ㅤ
ㅤ
⠀⠀⠀⠀ “Halo semuanya!”
Arimbi menyapa dengan antusias, menatap beberapa hadirin di depannya.
⠀⠀⠀⠀ “Hari ini, Kak Arimbi gak
⠀⠀⠀⠀ sendirian. Kakak ditemani
⠀⠀⠀⠀ sama anak manis satu ini.
⠀⠀⠀⠀ Namanya Anum.”
Arimbi mengusap puncak kepala Anum pelan.
ㅤ
@KriyaNusaca ㅤ
Aula tengah dipenuhi suara anak-anak saling bersahutan satu sama lain. Selain anak-anak, di sana juga ada beberapa orang tua yang ikut duduk untuk menyimak. Arimbi berjalan ke arah depan sembari menggandeng putrinya, Anum.
ㅤ
ㅤ
️️ ️️
𝗛𝗢𝗧 𝗧𝗢𝗣𝗜𝗖
!𝙎𝙀𝙇𝙀𝘽𝙉𝙀𝙒𝙎
️️ ️️
Actor Elian Wayne and model Aubrey Hayes were back in court as their 𝗱𝗶𝘃𝗼𝗿𝗰𝗲 𝗽𝗿𝗼𝗰𝗲𝗲𝗱𝗶𝗻𝗴𝘀 entered another chapter.
️️ ️️
️️ㅤ