Sergio Kun Aguero bela Lautaro Martinez dari kritikan terhadap penyerang Inter tersebut:
"Sama seperti Scaloni, saya akan terus memainkan Lautaro di setiap permainan Argentina. Alvarez bagus tetapi dengan Lautaro di lapangan permainan jauh lebih baik. Oleh karena itu dia akan bermain setiap pertandingan Argentina dan saya senang atas gol yang ia cetak."
Pengamat dari Argentina juga mengatakan, performa apik Lionel Messi justru karena ada Lautaro dilapangan yang kerap melakukan pekerjaan kotor, membuka ruang, memecah konsentrasi lawan, sehingga Messi jauh lebih leluasa di depan.
Telihat taktikal? Tidak? Terlihat bodoh? Ya jelas terlihat bodoh dan konyol... Ini banyak yang mengabaikan sisi disiplin dan safety alias ngawur! Muzzle discipline tidak ada, kena sapu semua oleh laras senapan kawan di belakangnya, dan ada yang telunjuk masih menempel di pelatuk.
JENDERAL JUJUR YANG DIKUBUR
Lulusan Harvard. Pangkostrad. Ditawari jadi Panglima TNI.
Sebulan kemudian mati mendadak. Tanpa otopsi.
Tidak ada yang diadili. Tidak ada yang diselidiki.
Yang membongkar korupsi militer Rp 189 miliar itu dikubur di Kalibata. Kasusnya dikubur lebih dalam.
Lo tau gak ada striker Argentina yg 2x jadi rajanya Serie A, tapi gak pernah main satu match pun di WC atau Copa America?
Yoi, Mauro Icardi. Dan alasan dia gak ada di sana lebih complicated dari yg lo kira. Kita ngomongin data ya jangan ngomong soal drama gak bermutu
Ada satu detail yg selalu dilewatin ketika ngomongin Icardi. Scaloni bukan pelatih yg keputusannya bisa dipengaruhi locker room gossip. Pure analitik, yg lambe turah minggir dulu
Waktu dia diangkat jadi caretaker manager lalu jadi coach Argentina, Maradona sendiri bilang Scaloni kurang pengalaman dan unqualified. AFA dihujat. Semua nganggep pengangkatannya itu penghinaan buat timnas Argentina
Tapi, Scaloni bales itu semua di lapangan. Hasil yg udah berbicara sendiri. Bareng Scaloni, Argentina bisa menang Copa America, Finalissima, bahkan World Cup. Dan dia itu pernah kasih Icardi beberapa kali kesempatan. 4 caps di 2018 dan masuk preliminary 40 orang buat Copa America 2019. Scaloni mau dia ada, tapi masalahnya Icardi sendiri yg gak bisa deliver
Di Inter dia jadi monster. 111 gol dari 188 match Serie A. 2x Capocannoniere. Serie A Footballer of the Year 2018. Tapi begitu pindah ke PSG, semuanya berubah. 23 gol dari 64 match. Formnya anjlok ketika Scaloni lagi ngebuild skuad WC 2022. Kalau gak salah dulunya dia juga pernah nolak panggilan Timnas Italia U19 demi bela Argentina
Scaloni yg dibilang unqualified itu ternyata bisa baca situasi lebih jernih dari siapapun, gak peduli drama. Dia cuma mau tau, lo lagi on fire gak? Jawaban Icardi waktu itu? Enggak. Total 8 caps dg 1 gol internasional itu pun friendly match lawan Mexico
Emang ada dramanya, tapi yg beneran mutus rezeki ya formnya dia sendiri
Mau nulis agak panjang karena mulai muncul nada-nada ga puas kepada manajemen Inter karena dinilai lamban mengambil keputusan dalam merekrut pemain.
Buat saya, Inter yang bukan tim kaya dan malah cenderung miskin ini perlu sangat berhati-hati dalam mengelola anggaran belanja. Kondisi keuangan Inter yang sehat saat ini sangat dipengaruhi oleh penghasilan tak tentu: pencapaian di kompetisi internasional.
Penghasilan dari UCL dan CWC dalam 2 musim terakhir memang mendongkrak keuangan Inter. Tapi mesti dipahami bahwa penghasilan dari kompetisi internasional sifatnya ga tetap, tidak seperti kontrak sponsor yang jumlahnya jauh lebih stabil.
Dalam membeli pemain, klub juga punya standar untuk menetapkan harga seorang pemain berdasarkan kualitasnya. Seberapa standar minimal kualitasnya dan seberapa standar maksimal harganya.
Kaya kalau kita beli mobil bekas deh. Model banyak, range harga juga bervariasi. Kalau yang harganya mahal, kemungkinan besar barangnya bagus. Sebaliknya, kalau di bawah harga pasar, kemungkinan ada masalah dengan mobil itu. Mungkin bekas penyok, kerendem banjir, dll.
Nah, seninya adalah menemukan barang bagus, tapi harga bisa ditekan. Makanya kita bisa keliling berbagai tempat, ketemu banyak pemilik, masuk banyak showroom, sampai menemukan mobil bekas yang paling sesuai dengan standar kualitas dan standar harga yang kita inginkan. Pertanyaannya sekarang, saat mau beli mobil bekas itu, mau ga Anda diburu-buru "Udah tebus aja buruan. Mahal juga ga apa."?
Ini sesuai dengan kalimat yang dilontarkan Ausilio ketika ditanya soal ketidakmauan Inter menyanggupi selisih permintaan dan penawaran yang "hanya" beberapa juta. Jawaban Ausilio waktu itu kurang lebih, "Ya beberapa juta itu kan bukan uang Anda. Jadi enak aja ngomongnya."
Kalau mau dibilang lambat, sebenarnya ga juga. Musim lalu Sucic dan Luis Henrique sudah didapatkan sebelum CWC dimulai. Bonny juga didatangkan ga lama setelahnya. Musim ini, masih di bulan Juni, Inter sudah mempermanenkan Akanji dan menebus Stankovic. Maka, klaim bahwa Inter lambat bisa dipertanyakan.
Kalaupun negosiasi berjalan alot, ya wajar karena kembali lagi, standar harga yang diminta belum sesuai dengan standar harga yang dipegang Inter. Justru kepuasan saya sebagai fans adalah ketika melihat pemain yang tidak berbanderol mahal bisa tampil maksimal, seperti mobil yang dtebus murah tapi enak dipakai harian. Apalagi kalau gratisan kan, beuh makin happy dong. Gimana?
@LambeSahamjja Tapi kalo emang bocorannya bener, tanpa sadar sebenarnya memang tabiat Prabowo ini cocok banget sama tabiat mayoritas orang Indonesia.
Males rapat serius, suka ngasal, keras kepala, antikritik. Asli Indonesia banget deh pokoknya.
Bloomberg mempublikasikan artikel menarik dengan judul yang menggugat tanya: Bagaimana Lingkaran Presiden Prabowo Membuat Investor Resah?
Ada lima poin penting dari artikel Bloomberg yang bisa kita rangkum, antara lain,
Kepanikan Pasar dan Ancaman Pelemahan Rupiah
Pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan hebat setelah nilai tukar Rupiah sempat menembus Rp18.000 per dolar AS pada awal bulan ini. Kondisi tersebut memaksa Bank Indonesia (BI) mengambil langkah darurat berupa intervensi pasar dan kenaikan suku bunga untuk meredam kepanikan.
Bloomberg mencatat bahwa ketakutan terbesar di kalangan elit pemerintah saat ini adalah skenario terburuk jika Rupiah terus melemah hingga menyentuh angka Rp20.000 per dolar AS. Jika hal itu terjadi, hiperinflasi dan lonjakan beban utang negara dalam dolar tidak bisa dihindari, yang berpotensi memicu eksodus besar-besaran dana investor asing.
========
Dominasi "Hambalang Boys" di Lingkaran Presiden
Terjadi pergeseran kekuatan di ring satu Istana dengan munculnya kelompok ajudan muda yang dijuluki "Hambalang Boys". Kelompok ini dulunya hanya bertugas mengurus jadwal, tetapi kini memiliki kekuatan luar biasa untuk mengontrol arus informasi ke Presiden. Kelompok ini bahkan tak segan memotong pembicaraan birokrat senior di depan umum.
Bloomberg menyebutkan bahwa dinamika arus informasi ini diperparah oleh karakter Presiden yang dikabarkan tidak suka mendengar kabar buruk. Sehingga para bawahan kerap menyaring informasi krusial agar tidak memicu kemarahan. Akibatnya, Presiden sering kali mengambil keputusan strategis berdasarkan informasi yang tidak utuh atau masukan sepihak dari lingkaran terdekatnya ini.
========
Sindrom "TACO" dan Kebijakan yang Impulsif
Gaya pembuatan kebijakan saat ini dinilai sangat impulsif, jauh berbeda dengan era Jokowi yang terbiasa membahas detail regulasi berjam-jam bersama para menteri dan pakar. Kalangan pebisnis di Jakarta bahkan menyebut pemerintahan sekarang mengidap sindrom "TACO" ala Donald Trump, yakni kecenderungan untuk membatalkan kebijakan secara mendadak jika dirasa terlalu mengundang penolakan.
Contoh nyatanya adalah penutupan mendadak gerai mewah Tiffany & Co. atas dugaan pelanggaran impor, yang langsung dibuka kembali dua hari kemudian setelah menuai kebingungan publik dan cecaran birokrasi. Inkonsistensi semacam inilah yang paling dibenci oleh pasar, karena investor bisnis sangat membutuhkan kepastian hukum dan arah eksekusi yang konsisten
========
Goyangnya Kursi Menteri Keuangan
Posisi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ini sedang berada di "kursi panas" karena gaya komunikasinya dinilai sering mengasingkan investor internasional. Di tengah desakan pasar, Indonesia disebut sangat membutuhkan sosok Menteri Keuangan yang kredibel dan berani berkata "tidak" kepada Presiden demi menjaga pilar disiplin fiskal negara.
Rumor perombakan kabinet pun berhembus kencang, dengan nama Chatib Basri dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin santer dibicarakan sebagai kandidat kuat pengganti Purbaya. Bahkan, sumber-sumber Istana menyebut sedang disiapkan skenario "soft landing" bagi Purbaya untuk dipindahkan menjadi petinggi BUMN atau Gubernur BI agar pergeseran ini tidak terlalu memicu kepanikan tambahan.
========
Beban Proyek Raksasa dan Taruhan Ideologi Ekonomi
Pemerintahan baru ini sangat berambisi mengeksekusi program-program raksasa yang sarat warisan ideologi keluarga, seperti makan bergizi gratis dan pembentukan sovereign wealth fund (Danantara). Sayangnya, eksekusi di lapangan sering kali tersandung masalah fundamental, seperti pemecatan petinggi program makan gratis akibat dugaan korupsi yang kemudian malah digantikan oleh sosok tanpa pengalaman mengelola anggaran triliunan.
Meskipun Danantara baru-baru ini sukses meraup $1,5 miliar dari obligasi global dan dukungan masyarakat akar rumput masih kuat, ketidaksiapan manajerial ini dilihat sebagai bom waktu oleh kalangan elite. Pada akhirnya, pasar/investor sebenarnya bisa menoleransi kebijakan yang sulit, asalkan pemerintah mampu mengomunikasikannya dengan transparan dan meminimalisasi ketidakpastian.
========
Secara umum, kita bisa menangkap bahwa PR terbesar pemerintah saat ini bukan sekadar merumuskan dan mengeksekusi program yang bagus. Tetapi juga mengembalikan kepercayaan dengan eksekusi yang konsisten, transparan, dan tidak reaktif.
Pertanyaannya sekarang, apakah wajar investor merasa resah dengan dinamika kebijakan ekonomi Indonesia, atau semua ini sekadar fase adaptasi pemerintahan baru saja?
NOH!! DARI MEDIA SANA LANGSUNG NIH! WingNews sendiri gak menyebutkan sama sekali "Indonesia sepakat untuk membeli kapal perusak Jepang Asagiri", seperti yang tertulis di postingan media Kompas.
Di artikel ini salah satu poin utamanya adalah : また、新たな防衛装備移転制度の下で、「あさぎり」型護衛艦などの移転具体化に向けた議論を開始したことを確認。
"Kedua belah pihak (Indonesia-Jepang) menegaskan bahwa, dalam kerangka kerja transfer peralatan pertahanan yang baru, diskusi/pembahasan untuk merealisasikan transfer kapal destroyer kelas Asagiri dan perlengkapan lainnya telah resmi dimulai."
Jadi masih tahap "Diskusi", belum ada yang namanya kesepakatan final diantara kedua pihak yang terlibat. Didalam artikel WingNews ini juga ada poin-poin lainnya, kaya :
• Indonesia-Jepang sepakat memperdalam perjanjian kerja sama di bidang pertahanan, berdasarkan Defence Cooperation Arrangement (DCA) yang ditandatangani pada bulan Mei.
• Dibidang maritim, Indonesia-Jepang mulai menjajaki kemungkinan kerja sama baru, termasuk berbagi informasi intelijen militer sensitif, seperti situasi maritim, penggunaan pelabuhan bersama, kerja sama dukungan logistik dan maintenance-repair.
Bayangin team nasional lagi bawa nama baik negara di piala dunia tp ada jurnalis lokal yg ngehina salah satu pemain (son) ahirnya seluruh team sepakat buat cut off kmedia, kmedia ga boleh lagi interview atau ngeliput mereka, deserve sih bbrp kmedia emng kurang ajar bgt
Udah 3x gw nonton video ini secara pelan-pelan, didalamnya gak ada nerasi eksplisit terkait kesepakatan "Membeli kapal perusak Jepang Asagiri" seperti pada captionnya. Dan isi video ini update-update belakangan ini aja. Perlu diingatkan kembali, Jepang berulang kali wacana Asagiri class untuk Indonesia itu memakai kata "export" dan "transfer of defense equipment".
Transfer disini bisa beberapa kemungkinan, antaranya :
• Hibah (meski kecil kemungkinan, karena Asagiri class ini aset militer utama JMSDF).
• Penjualan, bisa dengan harga diskon karena kapal bekas pakai aka harga miring.
• Transfer via paket kerjasama pertahanan (termasuk pelatihan, suku cadang, dan pemeliharaan).
• Transfer dengan elemen-elemen pembiayaan lunak dari Pemerintah Jepang, jadi gak murni hibah.
Pembicaraan Asagiri class ini baru dimulai setelah pertemuan Menhan Jepang Shinjiro Koizumi dengan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin (5 Juni 2026) dan Presiden Prabowo (12 Juni 2026) kemarin. Dimana fokus utamanya saat ini masih seputaran transfer kapal + dukungan pasca-transfer (training, maintenance, operational aspects).
Intinya, masih dalam tahap diskusi, belum ada kesepakatan harga atau kontrak final. Jumlah kapal yang akan diambil juga gak tau, karena memang belum ada kesepakatan final antara Indonesia-Jepang. Makannya, gw cukup kaget liat caption Kompas "Indonesia disebut sepakat untuk membeli kapal perusak Jepang Asagiri".
Karena Ganjar basis massanya bukan di sosmed. Jadi dibikin babak belurnya langsung di lapangan.
Anies ga dianggap kompetitor sama Jokowi. Makanya cuma dilawan pake Buzzer.
Ganjar langsung dihantem pake bansos APBN di lokasi dia kampanye😂
@chaengah@wiratamiang@ObiWan_Catnobi Dari awal sampai mau masuk tahun 90an. Penyebabnya saat beliau masih aktif sebagai prajurit yang ikut operasi militer dan kebetulan sering berhadapan dengan pemberontak DI/TII