1 juta gopay untuk 1 orang random yg reply twit ini kalo messi bisa cetak gol menggunakan kaki kanan, di menit bilangan prima, setelah menerima assist dari emi martinez
lets goooo🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
*Faktanya Totti nggak dikeluarin. Totti terlibat dlm build-up gol kedua Italia di extra time.
*Secara skuad, Italia 2006 lebih matang di usia emas (Pirlo, Gattuso, Buffon, Totti, Grosso, dll). Fabio Cannavaro ada di puncak karier.
*Jerman 2006 adl tim dlm masa transisi. Banyak pemain muda awal 20-an. Podolski, Schweinsteiger, Mertesacker, Lahm, dll.
*Hari itu, Lippi melakukan salah satu perjudian paling ofensif dlm sejarah semifinal Piala Dunia dgn menghabiskan jatah 3 pergantiannya dgn memasukkan 3 penyerang: Iaquinta, Del Piero, dan Gilardino. Total 4 penyerang sampai akhir.
*"Masuk extra time sudah memalukan bagi Jerman." Apaaa? Pdhl di QF juga main di extra time sampai adu penalti.
*Tapi yg paling lucu di atas semunya: "Belanda nggak menghalalkan semuanya untuk menang." LOL
*Salah fakta, simplifikasi, dan banyak miskonsepsi. Tapi kok pede?
Suatu ketika, lupa tepatnya 2009 atau 2010, Astec bikin kejuaraan junior di Soemantri Brodjonegoro.
Di hari final, ada ekshibisi dan Susy Susanti main.
Namanya ekshibisi, pasti main santai. Tapi ada suatu momen, Susy harus ambil bola depan.
Entah refleks atau memang sengaja mau pamer skill, Susy ambil shuttlecock dengan split.
Sebuah gerakan yang sudah jadi ciri khas Susy Susanti sepanjang perjalanan kariernya.
Aksi itu langsung disambut tepuk tangan meriah.
Bukti bahwa usia bisa saja bertambah tetapi skill tidak akan hilang dengan mudah.
-------
Selain split, ciri khas Susy Susanti yang dikenali banyak orang adalah gaya servis miliknya.
Mata menatap tajam shuttlecock yang dipegang hampir sejajar dengan pandangannya.
Lalu ia mengayunkan raket dan menerbangkan shuttlecock tinggi-tinggi.
Shuttlecock itu akan jatuh di area terjauh di lapangan tetapi masih dalam batas zona masuk di baseline.
Tempat jatuhnya shuttlecock membuat lawan tidak akan mudah melakukan serangan sedangkan servis macam itu membuat Susy bisa selekasnya mengendalikan permainan.
Untuk bisa punya akurasi macam itu, Susy mengasah servis sejak usia dini.
Susy juga piawai menambah variabel lainnya seperti kondisi lapangan.
Misal di Jepang cahaya lampu lebih terang, ia akan melambungkan shuttlecock tersebut lebih tinggi dari biasanya.
Selamat Ulang Tahun, Susy Susanti!!
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩