Ini juga saya GAGAL PAHAM, mendirikan Koperasi begitu Buanyak TOP-DOWN / ini Melanggar Prinsip KOPERASI karena di Biayai APBN yang bahkan GAJI Manager Koperasinya pun dibiayai Negara selama 5 tahun juga dari APBN, menghabiskan biaya hingga Lebih dsri 200 Triliun (Uang Darurat yang digelontorkan purbaya ke BANK HIMBARA yang digunakan oleh AGRINAS)
Lalu yang dijual Minyak Goreng, Susu, es cream yang barang-barang itu ada di Indomaret dan alfamart, anehnya Koperasi NEGARA jadi KOMPETITOR SWASTA yang BARANG-BARANG yang ada didalam Stock Case Koperasi juga di PASOK SWASTA 🤣🤣🤣
Karena Swasta yang menguasai Industri HULU nya dan KOPDES jadi HILIR di Level RETAIL, apakah Swasta akan Bangkrut? Yah KAGA HAHAHAHA karena mereka malah BERHEMAT Banyak sekali dengan tidak perlu lagi membuka GERAI RETAIL sendiri, karena Produknya sudah dipasarkan KOPDES
Lalu jika Biaya Operasionalnya dibiayai Negara (termasuk GAJI selama 5 tahun) Pemerintah membuat Koperasi apa sih Tujuannya? Jika BEP saja ga bisa alias GA PUNYA UNTUNG untuk membiayai Operasionalnya sendiri, BORO-BORO Kembalikan Uang INVESTASI yang digelontorkan Negara via APBN, operasionalnya saja dibiayai Negara, dan jika RUGI juga ditanggung APBN
Hahaha ini program BAKAR DUIT gaya Anak Orang Kaya dengan angle yang lain Hahahaha
:: WeKa ::
Melihat kasus Nadiem Makarik & Tom Lembong, gue cuma mau bilang:
Hati-hati buat siapa pun yang bantu MBG.
Rezim bisa ganti, narasi bisa dibalik, lalu kalian yg dikriminalisasi.
Dunia memang sementara, tapi rezim jauh lebih sementara.
NIH GUYS INFO LENGKAPNYA !!!
Kamu pedagang, ojol, freelancer, petani, nelayan, atau punya usaha sendiri?
Ada program pemerintah yang sering diabaikan tapi manfaatnya luar biasa. Namanya BPJS Ketenagakerjaan BPU.
APA ITU BPJS KETENAGAKERJAAN BPU?
BPU singkatan dari Bukan Penerima Upah.
Ini adalah program BPJS Ketenagakerjaan khusus untuk pekerja mandiri yang tidak terikat hubungan kerja dengan perusahaan.
Siapa pun yang bekerja dan menghasilkan uang tapi bukan sebagai karyawan resmi,
bisa dan sangat disarankan untuk daftar BPU.
SYARAT DAFTAR
Syaratnya sangat mudah, hanya dua hal:
- Punya NIK atau KTP Elektronik
- Usia minimal 15 tahun, maksimal belum genap 65 tahun
Tidak perlu surat keterangan kerja, tidak perlu slip gaji,
tidak perlu dokumen dari perusahaan. Siapapun warga negara Indonesia yang bekerja secara mandiri bisa langsung daftar.
Ada tiga program yang bisa diikuti peserta BPU:
1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK): Wajib diikuti. Iuran 1% dari penghasilan yang dilaporkan, minimal Rp 10.000 per bulan.
2. Jaminan Kematian (JKM): Wajib diikuti bersama JKK. Iuran tetap Rp 6.800 per bulan.
Jadi paket minimal JKK plus JKM hanya sekitar Rp 16.800 per bulan.
Lebih murah dari segelas kopi kekinian.
3. Jaminan Hari Tua (JHT): Bersifat opsional tapi sangat dianjurkan. Iuran 2% dari penghasilan yang dilaporkan, minimal Rp 20.000 per bulan. Ini adalah tabungan masa depan yang bisa dicairkan.
Info terbaru 2026: Ada keringanan iuran 50% untuk program JKK dan JKM. Untuk sektor transportasi berlaku Januari 2026 sampai Maret 2027. Untuk sektor lainnya berlaku April sampai Desember 2026.
Artinya sekarang adalah waktu terbaik untuk daftar karena iuran sedang disubsidi.
MANFAAT YANG DIDAPAT
Manfaat JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja):
Pengobatan dan perawatan medis tanpa batas plafon biaya sesuai indikasi medis. Santunan tidak mampu bekerja: 100% upah selama 12 bulan pertama, lalu 50% mulai bulan ke-13 hingga sembuh. Jika cacat permanen, mendapat santunan sesuai tingkat kecacatan. Jika meninggal akibat kecelakaan kerja, ahli waris mendapat santunan dan beasiswa pendidikan anak.
Manfaat JKM (Jaminan Kematian): Santunan kematian bukan akibat kecelakaan kerja sebesar Rp 42 juta. Biaya pemakaman sebesar Rp 10 juta. Beasiswa pendidikan untuk 2 orang anak, dari SD hingga perguruan tinggi. Total manfaat JKM bisa mencapai Rp 174 juta apabila anak masih sekolah. Syarat untuk mendapat manfaat penuh JKM adalah sudah membayar iuran minimal 3 bulan berturut-turut.
Manfaat JHT (Jaminan Hari Tua): Tabungan yang bisa dicairkan saat berhenti bekerja, pensiun, atau kondisi tertentu. Setelah 10 tahun kepesertaan, bisa diambil sebagian maksimal 30% untuk kepemilikan rumah atau 10% untuk persiapan pensiun.
CARA DAFTAR ONLINE (Paling Mudah)
Langkah 1: Buka browser, kunjungi situs https://t.co/6FhWlDSUfz
Langkah 2: Klik tombol daftar atau mulai pendaftaran BPU
Langkah 3: Masukkan NIK KTP dan data diri lengkap, nama sesuai KTP, tanggal lahir, nomor HP aktif, dan alamat email
Langkah 4: Isi data pekerjaan, yaitu jenis pekerjaan, lokasi kerja, jam kerja per hari, dan estimasi penghasilan per bulan
Langkah 5: Pilih program yang ingin diikuti, minimal JKK dan JKM
Langkah 6: Pilih kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat
Langkah 7: Setelah data lengkap, klik lanjutkan. Sistem akan menghitung jumlah iuran yang harus dibayar
Langkah 8: Akan muncul kode pembayaran yang dikirim ke email
Langkah 9: Bayar iuran pertama melalui transfer bank, marketplace, minimarket, atau metode pembayaran lain yang tersedia
Langkah 10: Setelah pembayaran berhasil, kartu digital dikirim ke email. Kepesertaan langsung aktif.
Daftar sekarang jangan tunggu kecelakaan terjadi dulu.
Perlindungan aktif terhitung sejak pembayaran iuran pertama,
bukan sejak pendaftaran.
BPJS BPU bukan kemewahan.
Ini adalah jaring pengaman minimum yang seharusnya dimiliki setiap pekerja mandiri Indonesia. Iurannya lebih murah dari parkir motor sehari
Presiden yang nyaris 30% hari-hari jabatannya dia habiskan di negeri orang.
Pulang tanpa hasil, lalu teriak; "hai antek-antek asing", padahal dia yg paling demen sama asing.
Menebar senyum dinegeri orang, menebar ancaman dan ketakutan di Negara sendiri.
Membanggakan mobil buatan sendiri dinegara orang tetapi mengimpor ratusan ribu mobil buatan negeri orang (India) ke negera yang di pimpinnya.
Mengaum saat jadi capres mengeong saat jadi Presiden.
Dia ingin menjadi Presiden untuk menyelesaikan berbagai masalah tapi ternyata dia adalah masalah terbesar bangsa ini...
pemimpin konaha...
@dosenkesmas Lalu rakyat gembar gembor nyalahin ASN d bilang ga becus kerja.. Wong anggaran kena potong sana sini, ngajuin anggaran buat proker aja susah... Gmna pelayanan mau terlaksana.. mbg kntl
Gue sampe nonton 3x untuk memahami apa maksud omongannya dan bagaimana alur berpikirnya.
Gue belum nonton lengkap sih tapi...gaji dosen miris --> disuruh kompetisi dan mengaitkan dengan kualitas SDMnya itu menurutku suatu kesalahan berpikir ya.
Kelihatannya kaya bener tapi aku ingin highlight kalau GAJI YANG MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUP itu HAK DASAR semua pekerja.
Realitanya, gaji dosen itu miris di luar nurul. Gue aja sampe gak paham gmn cara mereka bs hidup kalo pure ngedosen aja.
Nah, hak dasar belum terpenuhi kok udah ngomongin kompetisi? Itu dua hal yang berbeda menurutku.
Ibaratnya, perut lagi lapar tapi disuruh lomba lari rebutan nasi. Yang paling cepat yang berhak dapat nasinya. Padahal nasi/makan itu kebutuhan dasar yg harusnya dipenuhi untuk pekerja.
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran.
Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini.
Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan.
Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja.
Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya.
Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia.
Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”.
Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal.
Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;)
Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan.
Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa.
Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri.
Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok.
Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
Guys, gue mau cerita soal sesuatu yang banyak orang salah baca dari awal.
Tomoro Coffee.
Yang banyak orang kira brand lokal.
Yang kopinya bisa dapat Rp9.000 pakai promo.
Yang dalam kurang dari setahun buka 200 cabang.
Yang sekarang sudah nomor 1 di Jabodetabek dari sisi jumlah gerai.
Ternyata bukan bisnis kopi.
Dan itu bukan kalimat lebay.
Itu literally inti dari seluruh strategi mereka.
Siapa di balik Tomoro:
CEO-nya Xing Wei Yuan dipanggil Star.
Background-nya: eks co-founder J&T Express dan eks direktur Oppo.
Pernah bangun Imoo jam tangan anak-anak berbasis teknologi.
Tidak ada pengalaman di FnB sama sekali.
Dan justru itu yang membuat Tomoro berbeda dari semua coffee chain lain yang ada sekarang.
Kenapa orang yang tidak paham kopi justru bisa menang di bisnis kopi:
Ini yang paling penting dipahami.
Kebanyakan orang yang mau buka bisnis kopi mikirnya begini: harus punya kopi enak, biji pilihan, barista handal, tempat yang estetik.
Tomoro tidak bermain di sana.
Mereka bermain di sesuatu yang jauh lebih susah dan jauh lebih powerful: store economics.
Artinya: setiap cabang dihitung sampai ke angka paling kecil.
Listrik.
Cicilan mesin.
Upah barista.
Food waste.
Waktu idle mesin.
Biaya pengiriman bahan baku ke setiap outlet.
Sampai semua itu dioptimalkan baru direplikasi ke cabang berikutnya.
Hasilnya:
biaya operasional serendah mungkin. Margin sesehat mungkin.
Dan harga jual bisa ditekan sampai level yang membuat kompetitor bingung ini mereka untung dari mana?
Satu keputusan teknis yang mengubah segalanya:
Kompetitor seperti Kopi Kenangan dan Janji Jiwa pakai mesin kopi yang semi-manual biji kopi harus digiling dulu, baru masuk espresso machine, baru diolah barista.
Tomoro pakai mesin Eversys fully automated. Taruh biji kopi, langsung keluar kopi jadi.
Implikasinya:
Satu — barista tidak perlu terlalu terampil.
Cukup tahu cara pencet tombol.
Biaya SDM turun.
Dua — kecepatan produksi meningkat.
Satu mesin bisa serve lebih banyak pelanggan dalam waktu yang sama.
Tiga — konsistensi rasa terjaga karena manusia variabelnya dikurangi.
Gerai Tomoro kecil-kecil.
Barista sedikit.
Tapi throughput-nya tinggi.
Biaya operasional rendah.
Itulah kenapa harganya bisa Rp9.000-15.000 dan mereka masih bisa survive.
Kenapa Kopi Kenangan tidak bisa langsung tiru ini:
Sederhana: mereka sudah punya 900+ cabang dengan mesin lama. Untuk replace semua mesin itu biayanya jauh lebih besar dari keuntungan yang didapat dari efisiensi. Mereka terjebak oleh skala yang sudah terlanjur besar.
Tomoro masuk belakangan tapi justru itu keuntungannya. Mereka belajar dari semua kesalahan yang sudah dilakukan kompetitor. Dan langsung bangun sistemnya dari nol dengan teknologi yang lebih efisien.
Strategi pasar yang sangat cerdas:
90% konsumsi kopi Indonesia adalah kopi sachet. Bukan Starbucks. Bukan Kopi Kenangan. Tapi Kapal Api, Nescafe, Good Day yang dijual ribuan rupiah di warung.
Tomoro tidak menyasar pengguna Starbucks atau Kopi Kenangan. Mereka menyasar pengguna kopi sachet yang selama ini tidak pernah terpikir beli kopi gerai karena terlalu mahal.
Dengan harga Rp9.000-15.000 bahkan kadang lebih murah dari secangkir kopi sachet dengan susu Tomoro mengkonversi segmen yang selama ini tidak pernah disentuh oleh coffee chain manapun.
Dan mayoritas konsumen Indonesia memang willing to spend Rp11.000-30.000 untuk kopi. Persis di zona Tomoro.
Aplikasi adalah senjata tersembunyi:
Promo Rp9.000 hanya bisa diakses lewat aplikasi Tomoro.
Ini bukan sekadar cara jualan murah. Ini adalah cara mengumpulkan data pelanggan dari transaksi pertama. Nama. Lokasi. Frekuensi beli. Preferensi menu. Semua terekam.
Dengan data itu mereka bisa bangun sistem CRM yang membuat setiap kampanye marketing jauh lebih presisi dan lebih murah daripada iklan konvensional.
Ini bukan bisnis kopi. Ini bisnis teknologi yang kebetulan menjual kopi:
Founder-nya sendiri bilang: dalam 5 tahun dia mau Tomoro sebesar J&T atau Oppo. Bukan sebesar Starbucks atau Kopi Kenangan.
J&T dan Oppo adalah perusahaan teknologi dengan valuasi di atas Rp100 triliun. Bukan coffee chain.
Artinya Tomoro sedang membangun platform teknologi berbasis data konsumen yang kebetulan entry point-nya adalah kopi murah. Sama persis seperti J&T masuk lewat bisnis logistik, tapi sebenarnya membangun ekosistem teknologi distribusi.
Apakah Tomoro akan bertahan jangka panjang:
Ini pertanyaan yang jujur belum bisa dijawab dengan pasti.
Resikonya ada: apakah repeat purchase akan konsisten setelah promo habis? Apakah kualitas rasa cukup untuk mempertahankan loyalitas? Apakah ekspansi ke 1.000 cabang bisa dijaga unit economics-nya tetap sehat?
Tapi yang sudah terbukti: dalam waktu sangat singkat dengan modal teknologi dan efisiensi operasional Tomoro berhasil masuk ke pasar yang sudah sangat ramai dan langsung menjadi nomor satu di Jabodetabek dari sisi jumlah gerai.
Itu bukan keberuntungan. Itu eksekusi sistem yang sangat terencana.
Pelajaran yang bisa diambil untuk bisnis lokal:
Satu — bisnis FnB bukan tentang produk yang paling enak. Tapi tentang sistem yang paling efisien.
Dua — masuk belakangan bukan selalu kerugian. Bisa jadi keuntungan karena bisa belajar dari semua kesalahan yang sudah dilakukan pemain sebelumnya.
Tiga — teknologi bukan hanya untuk startup digital. Bisnis kopi pun bisa dimenangkan dengan pendekatan teknologi yang tepat.
Empat — segmen pasar yang paling besar seringkali justru yang paling diabaikan. Kopi sachet adalah pasar terbesar kopi Indonesia dan tidak ada satu pun coffee chain yang menyentuhnya sampai Tomoro datang.
Sering melihat dan menemukan seperti ini.
Di satu desa ketika ada yang tanam bawang, semuanya ikut tanam bawang.
Tidak ada yang koordinasi. Tidak ada yang mengajak.
Semua orang hanya melihat tetangganya berhasil musim sebelumnya.
Hasilnya?
Harga bawang merah di pasar lokal langsung jatuh.
Semua rugi bersama-sama. Padahal niatnya mau sukses bersama-sama.
Dua Klub Liga 2 yang mungkin baru kalian tau namanya tiba-tiba mau promosi ke Super League.
Ya! Super League musim depan terancam banyak klub yang tidak mempunyai basis suporter yang kuat.
🔴 Adhyaksa FC
Berdiri : 20 Januari 2020
Markas: Banten International Stadium (BIS)
Nama sebelumnya : Farmel FC
Rata-rata jumlah kehadiran penonton : 2.253
🔴 Garudayaksa FC
Berdiri : 4 Juni 2025
Markas : Stadion Pakansari
Nama sebelumnya : PSKC Cimahi
Rata-rata jumlah kehadiran penonton : 374
Apakah di Indonesia ini dengan mudahnya memiliki sebuah klub?
Punya uang banyak-beli klub Liga 2 (harganya tidak terlalu mahal)-beli pemain-promosi-masuk liga kasta teratas.
Mau sampe kapan begini terus, harus ada regulasi yang jelas soal jual beli/akuisisi sebuah klub. Menurut kalian bagaimana?
📄 Wikipedia-Transfermrkt
ASN=Aparatur Sipil NEGARA, mengabdi ke negara, bukan ke pemerintah, apalagi presiden. Stop berpikir negara = pemerintah. Stop feodalisme. Presiden bukan raja, tidak perlu disembah, sangat boleh dikritik, tmsk oleh ASN. Indonesia republik.
Karena buzzer Kepala BGN digerakkan utk membenarkan bhw pembelian motor tersebut bisa dikontrak 2025 dan baru diserahkan bulan Maret/April 2026, maka saya jelaskan mekanisme pengelolaan dana APBN sbb :
1) Seluruh pemasukan dan pengeluaran APBN tahun berjalan (2025) harus ditutup 31 Desember 2025 jam 24.00
2) Program yg boleh dibayar adalah program yg pekerjaannya sdh selesai dan diserahkan ke pemerintah - utk pemeliharaan diberikan garansi.
3) jika ada program yg belum selesai tapi mau diadakan atau dilanjutkan pada tahun berikutnya maka dimasukkan ke APBN tahun berikut (2026) - dikenal dg proyek tahun jamak.
Dengan uraian tsb dan sesuai dengan penjelasan Kepala BGN bhw pembelian motor untuk SPPG adalah anggaran tahun 2025 tapi baru diserahkan bln Maret/April 2026, maka terjadi pelanggaran berupa :
1) mengeluarkan uang utk membayar padahal barangnya blm diserahkan.
2) jika ada perjanjian penyerahan lewat tgl 31 Desember maka harusnya masuk tahun anggaran 2026
3) jika motor tsb dibayar pake anggaran 2025 tapi diserahkan Maret/April 2026 artinya uang pembelian motor tsb sudah dikeluarkan dari APBN yg mungkin “dititipkan” di rekening lain atau langsung ke rekening supplier - ini jelas salah pelanggaran.
3) Jika sesuai dg penjelasan Menkeu bhw pembelian motor tsb pernah ditolak tapi tetap jalan - artinya ada permainan antara staf Kemenkeu dg BGN.
BPK dan BPKP haru lakukan audit.
Semoga publik dan para buzzer BGN jadi yg paham
Guys, Ahok baru blak-blakan soal kasus korupsi Pertamina yang dulu rame dan yang dia bilang bikin gue merinding.
Bukan lebay.
Tapi karena ini orang yang empat tahun duduk di dalam lihat langsung, catat semua, dan sekarang siap buka semuanya.
Ada tangan berkuasa yang ikut main.
Itu kalimat Ahok yang paling nancep dari semua yang dia bilang.
Bukan cuma soal Rifa Siahan atau Petral Niaga.
Bukan cuma soal pengoplosan BBM.
Ini lebih dalam dan lebih luas dari itu.
Ahok bukan Dirut.
Tapi dia lakukan lebih dari yang banyak Dirut lakukan.
Ini yang perlu dipahami dulu.
Sebagai Komisaris Utama, Ahok nggak bisa mecat direksi langsung.
Tapi dia bisa mengawasi, menegur, mencatat, dan mengancam lapor.
Dan itu persis yang dia lakukan setiap hari, selama empat tahun.
Semua rapat direkam.
Semua notulen disimpan. Setiap kali direksi ngeyel, Ahok maki langsung di rapat.
Termasuk ke Rifa Dirut Petral Niaga yang sekarang jadi tersangka.
Kalau jaksa mau panggil saya, saya senang banget. Semua rekaman, semua notulen, saya kasih semuanya.
Apa yang sebenernya terjadi di Pertamina?
Ahok kasih gambaran yang cukup detail.
Satu ada pengadaan aditif BBM yang mencurigakan. Tender dipisah antara transport dan aditif dengan cara yang nggak masuk akal.
Ada satu Dirut Petral Niaga sebelumnya yang dipecat diduga karena nggak mau tanda tangani pengadaan aditif ini.
Dan ada isu oknum BPK yang ikut terlibat sebagai backing.
Dua ada pengkondisian supaya impor minyak terus tinggi.
Caranya?
Klaim bahwa minyak produksi kilang dalam negeri nggak efisien, nggak ekonomis, nggak sesuai spek. Sehingga harus impor.
Terus.
Tiap tahun.
Tiga ada yang tarik cash dalam jumlah miliaran tanpa alasan yang jelas.
Kalau kamu pengusaha normal, ngapain tarik cash puluhan miliar?
Pasti buat bagi-bagi.
Dan ini yang paling bikin gue syok.
Ahok bilang dari sekitar 800.000 barel minyak mentah yang diimpor ada isu komisi 2 sampai 4 dolar per barel yang dibagi-bagi ke pihak-pihak tertentu.
Kalau hitungannya 2 dolar per barel saja dikali 800.000 barel itu 1,6 juta dolar per hari.
Tiap hari.
Setiap pengiriman.
Dan ini diduga sudah berjalan bertahun-tahun.
Kenapa Ahok nggak bisa berbuat lebih?
Ini yang jadi frustrasi terbesarnya.
Sebagai Komut, dia nggak punya wewenang untuk pecat direksi. Yang bisa pecat adalah Dirut Holding yang di atasnya lagi ada Menteri BUMN.
Jadi Ahok bisa maki, bisa ancam, bisa catat — tapi kalau direksi udah merasa Ahok nggak akan bisa pecat mereka, mereka ngeyel.
Dan itu persis yang terjadi begitu akses Ahok ke presiden mulai terputus.
Begitu 7-8 bulan presiden tidak terima saya, direksi mulai berani melawan.
Mereka tahu saya nggak bisa gantikan mereka.
Solusi yang Ahok dorong dari dulu dan masih belum dijalankan:
E-Katalog LKPP untuk pengadaan BBM dan minyak mentah.
Simpelnya semua pengadaan minyak masuk ke sistem katalog elektronik pemerintah yang transparan.
Harga ICP sudah ada, ditetapkan Menteri ESDM tiap bulan.
Siapa yang bisa suplai dengan harga nggak melebihi itu silakan masuk.
Nggak ada lagi tender yang bisa dimanipulasi.
Nggak ada lagi aditif dengan spek aneh.
Nggak ada lagi alasan impor karena minyak dalam negeri "nggak memenuhi spek.
Kalau pemerintah sekarang nggak mau terapkan e-katalog di LKPP untuk pengadaan migas saya berani jamin ini cuma ganti pemain.
Pemain baru makan uang yang sama.
Dan kalimat terakhir yang bikin gue diem:
Kalau rezim betul-betul mau bereskan negeri ini dari korupsi di Migas dan Pertamina saya berani jamin, dengan data yang saya punya, saya akan penjarakan kalian semua.
Njir semua berarti isi pertamina busuk semua ?
Dia bilang itu ke direksi-direksi yang dulu ngeyel.
Di dalam rapat.
Dan sekarang dia ulang di depan publik.
Ahok bukan orang yang nggak punya data. Dia punya rekaman.
Punya notulen.
Punya catatan empat tahun yang rapi.
Pertanyaannya tinggal satu apakah ada yang cukup berani untuk beneran buka semuanya sampai ke akarnya?
Atau ini cuma ganti pemain dengan naga baru yang main dengan cara yang sama?