@theurchins_indo Semoga mau kerja dan bisa bikin planning 5 tahun kedepan biar ini tim mau maen gimana, ga kaya hughes beli wing mulu, mentang-mentang logo unggas, disuruh terbang.๐ข
@limeonzest Pernah lagi konsul kaya gini, terus sarannya journaling, sangking betenya gue bales aja "journal saya dikiti lagi terbit di scopus" psikolognya malah ikutan bete.๐ญ
@cogitoergosumn Agak aneh aja, dengan diskursus ini, ntah pada lupa atau gimana bahwa pengetahuan itu ada yang tersirat dan tersurat. Begitupun dengan orang yang merasa dirinya empati, tapi lupa bahwa empati: tidak menghakimi dan menghargai perbedaan (Empati Kognitif)
Dulu ada streotipe anak ipa lebih pintar dari ips, anak cerdas adalah yang pintar matematika, bukan penjas. sekarang berkembang orang baca buku non-fiksi dibilang nirempati, dan buku sampah. ilmu aja dikotomi.
Pantes sih nih negara dipimpin sih wowo๐ญ
@aditoss selama masih ada orang yang mendikotomi terhadap buku dengan label sampah, selama itu pula literasi di negara ini sebatas ilusi.
Ilmu aja dikotak-kotakin, dikira baju jokowi-ahok.
@SAIBdelvi gue penah debat gini sama calon mantan mertua, dia nyuruh gue nikahin anaknya dengan alasan takut masa produktif anaknya abis, padahal posisi nyokap gue baru sebulan meninggal. Terus gue bales "emang saya nikahin anak mamah untuk berkembang biak doang" besoknya gue ga di tegor๐ญ