@puunyasiapa Wkwkwkwk keknya ada yg gagal paham mengira twitku anti kritik ke buku, padahal fokusku cuma ke shaming pembaca. Kritik bukunya mah silakan atuh gas waeee 😭😭😭
Jangan segampang itu ngelabelin seksualitas atau gender seseorang berdasarkan ekspresi gender mereka. Dan yang terpenting STOP pakai standar heteronormatif kalian ke queer people.
Kalau di Indonesia, bukan cuma kehamilan yg jadi "konsekuensi" untuk perempuan, anaknya dikasih label anak haram seumur hidup. Bapaknya? Bisa melenggang bebas hidup tanpa beban.
@allandbagus Okaay, berarti edukasinya bisa fokus ke situ tanpa tendensi shaming pembaca di awal. Again, their criticism to Leila’s books and Leila herself is good except their choice of words di twit awal
apa susahnya ngasih tau “ada lho buku orba yang risetnya lebih dalem dan tajem selain Laut Bercerita” tanpa terdengar elitis dan merendahkan?
buat sebagian orang, topik reformasi 98 di LB termasuk berat lho
@dayatpiliang Iya, fenomena ini jg ngingetin aku ttg 02 voters. Exactly hatenya jadi agak too much (ke warga biasa), dan ujung2nya konflik horizontal terus
Aku emg agak kesel sama 02 voters, tapi mending amarah tsb skrg dialihin aja ke rezim Prabowo (kecuali influencer 02, gpp layak dicancel)
@churroskyh_ It’s fineee, aku pun sama kok kayak kamuu! Yang penting tetap sisakan ruang untuk mengkritisi kembali karya2 yang udah kita konsumsi yaah, termasuk Laut Bercerita 🫶🏼
Udah ya udah, aku nda fully disagree dg sender’s main point yang mengkritisi buku2 Leila + latar belakang penulis. Their criticism is good, except I gotta disagree with their choice of words di twit pertama
Skrg mending kita lanjut baca 🙏🏼🙏🏼🙏🏼
@badreviewonly Kalo buku tsb propaganda, kritik bukunya. Kalo penulisnya antikomunis, kritik penulisnya
Tapi shaming pembaca yg barangkali belum aware hal ini won’t help much. Sebaliknya, hanya bikin ruang membaca jadi terasa nggak inklusif karena sibuk mendikte proses learn-unlearn orang lain
i get your point but your CHOICE of words matters af
jangan bikin orang yang baru mulai baca jadi males baca karena merasa direndahin sama kalimat2 bernada elitis kayak gitu
saking bobroknya regulasi tenaga kerja di indo, gaji yang harusnya normal diterima pemagang jadi keliatan wow. padahal emang harusnya, seiring meningkatnya ekonomi skrg, umr juga meningkat jauh di atas ini
@reyalinaa Yesh, IMO kalo konteksnya Laut Bercerita tu masih oke buat jadi ‘gerbang masuk’ kenalan lebih jauh sama sejarah Orba
Tapi emang jangan dijadiin satu2nya acuan apalagi menganggapnya fully fakta sejarah karena pada akhirnya, itu tetep fiksi. Tetep kasih ruang buat mengkritisi
@budayalekra Although I still think Laut Bercerita bisa jadi ‘gerbang’ masuk yang oke untuk kenalan lebih jauh sama sejarah Orba (dg catatan jangan dijadiin satu2nya acuan karena itu fiksi after all)
Ini kalo konteksnya LB ya, bukan Pulang atau buku2 Leila yang lain
@budayalekra Sudah baca dan aku pun bilang di awal bahwa aku paham pointmu. It’s good that you try to inform knp buku2 Leila ini problematik
Tapi agak disayangkan aja tweet tsb diawali dg kalimat bernada condescending/shaming ke pembaca. IMO itu bikin ruang baca jadi terasa nggak inklusif :)
@badreviewonly Kalo buku tsb propaganda, kritik bukunya. Kalo penulisnya antikomunis, kritik penulisnya
Tapi shaming pembaca yg barangkali belum aware hal ini won’t help much. Sebaliknya, hanya bikin ruang membaca jadi terasa nggak inklusif karena sibuk mendikte proses learn-unlearn orang lain
@badreviewonly Aku setuju membaca pun tetap harus diiringi kesadaran siapa pencipta karyanya, dan aku jg udh bilang di awal bahwa aku paham maksud sendernya
Tapi aku hanya mempermasalahkan penyampaiannya. Kita bisa lho kritik buku tsb tanpa harus shaming pembacanya yg mungkin emg blm aware aja
hi guys, ada buku-buku fiksi & non-fiksi sejarah yg menurutku bagus di bawah ini yg bisa kalian baca utk tahu ttg sejarah Indonesia mengenai tragedi di masa lalu. yukkk, nyicil baca buku-buku di bawah ini 🤗
@badreviewonly Aku ga ada melarang utk baca buku2 yang lebih berat lho ya. Aku hanya mempermasalahkan pemilihan kata2 sender yg terdengar merendahkan
Kalo mau encourage untuk baca buku2 berat, monggo. Bagus malah. Tapi gak harus dg merendahkan bacaan orang lain yang barangkali baru memulai