Dapat isu selentingan, ada yang takut kalau Gubernur Jakarta berhasil terbitkan obligasi, lantas peminat obligasinya sangat tinggi. Berduyun2 investor istitusi dan individu akan antri memesan Bond-nya.
Tak pikir2 benar juga.
Jika terjadi, ini bisa juga diartikan tingkat kepercayaan pada sosok Gubernur Jakarta, riil tinggi. Bukan berbasis popularitas sosial media, tapi basis riil kepercayaan kelas menengah.
Ditambah, fakta bahwa alokasi dari dana yang dihimpun adalah untuk kepentingan warga Jakarta, masyarakat banyak, yaitu untuk membangun LRT dan Rumah Sakit.
Ini dahsyat sekali, karena orang2 kaya membeli obligasi untuk kemudian didistribusikan oleh Gubernur Jakarta untuk memfasilitasi seluruh lapisan warga Jakarta, bahkan warga daerah lain yang sedang berurusan di Jakarta.
Bagi orang-orang Super kaya dan kaya di Jakarta, pasti akan didukung ini untuk menyerap obligasi Jakarta, yg dananya digunakan untuk mensejaterakan warga lewat fasilitas transportasi dan kesehatan.
Dampak sosialnya akan besar. Itung-itung berkontribusi membantu masyarakat Jakarta, daripada uang dibelikan Bond pak Serok yg dipakai buat MBG. Jauh lebih baik beli Bond Jakarta, ratingnya idAAA pula.
Bagi perusahaan2 yang berkantor pusat di Jakarta, perbankan, Telko, O&G, dll, transportasi yang makin baik di Jakarta, pasti lah akan sangat membantu mobilitas karyawannya. Ekonomis juga.
----------
Gawat ini secara politik...... 😄
Kalau Gianni Infantino pake kuasanya biar makin populer dengan sering disorot pada laga-laga Piala Dunia 2026
Kamu inget gak eks pemain Timnas Norwegia yang milih berbaur di tribun penonton alih-alih duduk di tribun VIP ini?
Masalah utama di Indonesia memang birokrasi yg korup. Makanya, perlu UU pembuktian terbalik kayak di Hongkong. Jika pejabat memiliki kekayaan yang tidak sebanding dengan penghasilannya, ia harus menjelaskan sumbernya. Selama itu nggak diterapkan, ya pemberantasan korupsi di Indonesia ya bakal begini-begini saja.