Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, mendahulukan istirahat sebelum lelah.
Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, mendahulukan istirahat sebelum lelah.
Kalau ini benar pernyataan Sang Otot Besar, saya nitip respon:
Anda beli steak harga 6 juta dan keracunan. Bisa apa? Komplain dan tuntut pemilik restoran. Tapi ini urusan pribadi Anda dan pemilik restoran.
Bedanya apa dg keracunan di Program MBG? Pengadaannya menggunakan uang APBN alias uang pajak yg dibayar rakyat. Pelaksananya aparatur negara. Maka pertanggungjawaban ke publik. Ini menjadi urusan publik. Sdh bener siswa atau rakyat teriak.
Mosok bedain gitu aja gak bisa? Ntar turun pangkat lho....
Saya cuma ingin meluruskan logika bengkok. Utk MBG, saya apresiasi langkah cepat utk evaluasi dan penguatan kontrol di lapangan. Respon Istana dan BGN soal keracunan cukup proper dan terbuka. Semoga program ini lebih baik dan berhasil. Juga dijauhkan dari pendengung linglung nggak nyambung itu.....
ونعوذ بك من أُلفة المعصية واستثقال التوبة
وهوان الذنب
Dan aku berlindung kepada-Mu dari kebiasaan berbuat dosa, dari beratnya untuk bertaubat, dan dari kehinaan karena dosa.”
Memanusiakan Manusia itu
Memang Sulit.
Makanya adab lebih diatas ilmu.
Bisa bedakan mana Manusia yg berilmu dan beradab meski berbeda profesi.
Semoga Bapak penjual Es nya Lapang dada ya Bapak, smoga Allah memudahkan jalan rizki Bapak... Amin...🤲
Setiap moment akan menciptakan kembali moment yang baru.
Rasa ingin, rasa butuh, rasa harap, selalu timbul setelah rasa demi rasa didapatkan.
Hayati disetiap langkah, sebenarnya ada apa dengan moment baru saya sekarang?