Pengalaman nggak datang begitu aja. Kesempatanlah yang bikin kita bertumbuh
Program Magang Nasional 2026 bisa jadi langkah pertamamu menuju dunia industri. Belajar langsung di perusahaan, didampingi mentor, dan mengembangkan kompetensi.
#PemaganganNasional2026#Maganghub
79 tahun mengabdi untuk dunia kerja Indonesia.
Terus tumbuh, terus melayani, dan terus menghadirkan manfaat bagi insan ketenagakerjaan.
Dirgahayu Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
A Nice Place to Grow.
#Kemnaker
Semoga Berkah ya pak 🤲🤲
Rektor UII tolak ttd digital pada Ijazah Kelulusan Mahasiswanya.
Pak Rektor lebih memilih ttd basah manual karena disaat ttd tsb pak Rektor bisa menyelipkan doa doa untuk para Wisudawannya. 👍👍
Mengingat Kembali Kebijakan Presiden Prabowo Tahun 2025 untuk Kesejahteraan Pekerja/Buruh
Rekanaker pelindungan sosial & peningkatan kesejahteraan pekerja/buruh selalu menjadi fokus utama Presiden Prabowo.
Apa saja sih kebijakan yg sdh dilakukan?
#MayDay2026#SejahteraBersama
Siapapun kalian yang melihat kakek ini,
Tolong dibantu 🥹😭
Dagangan nya dicuri orang saat si kakek sholat.
Kakek ini kelaparan selama 2 hari ya Allah,
Tunjukkan seseorang yang bisa menolong kakek ini ya Allah 😭
Ini isi suratnya,bikin terharu
Kepada Yth.
Bapak Prabowo Subianto
Presiden Republik Indonesia
di istana negara
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dengan hormat,
Perkenalkan, nama saya Muhammad Rafif Arsya Maulidi, seorang pelajar kelas XI SMK NU Miftahul Falah Kudus. Saya berasal dari keluarga sederhana. Ayah saya bekerja sebagai buruh, dan ibu saya seorang ibu rumah tangga yang mendidik anak-anaknya di rumah. Sejak kecil, saya diajarkan untuk menghormati orang-orang yang berjasa dalam membentuk diri saya menjadi pribadi yang lebih baik, lebih cerdas, dan lebih beradab. Setelah orang tua, guru adalah sosok yang paling saya hormati. Guru di sekolah, ustadz yang mengajarkan mengaji, serta para kiai yang membimbing akhlak dan ilmu, memiliki peran besar dalam kehidupan saya.
Namun, saya melihat masih banyak guru, termasuk di SMK Miftahul Falah tempat saya belajar, yang mengabdi dengan penuh dedikasi tetapi belum memperoleh kesejahteraan yang layak. Di sisi lain, pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui surat ini, saya menyampaikan aspirasi pribadi. Saya menyatakan menolak untuk menerima MBG untuk diri saya. Jika memungkinkan, dana yang seharusnya dialokasikan untuk saya kiranya dapat dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru saya.
Saat ini saya masih memiliki sekitar satu setengah tahun masa belajar di SMK. Jika dihitung secara sederhana (18 bulan x 25 hari x Rp15.000 = Rp6.750.000). Bagi saya pribadi, angka tersebut mungkin tidak mengubah banyak hal, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi guru. Saya mohon alihkan jatah saya untuk kesejahteraan guru saja.
Saya mengajak teman-teman pelajar untuk tidak diam, sudah saatnya kita menyuarakan pentingnya kesejahteraan guru sebagai pilar utama kemajuan bangsa.
Surat ini bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah, melainkan wujud kepedulian seorang pelajar terhadap kesejahteraan guru. Besar harapan saya agar aspirasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam kebijakan pendidikan ke depan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Hormat saya,
Muhammad Rafif Arsya Maulidi
Pelajar SMK NU Miftahul Falah Kudus
Cc @prabowo
Kisah Bagus Budi Laksono ini benar-benar jadi tamparan halus.
Bagus, mahasiswa dari UIN Gus Dur Pekalongan, membuktikan bahwa lulus kuliah bukan soal punya laptop mahal… tapi soal seberapa kuat tekad kita. 💪
Bayangkan, dia menulis 127 halaman skripsi hanya dari smartphone.
Harus bolak-balik zoom layar, aplikasi sering lemot, dan ngetik di keyboard kecil yang jelas nggak nyaman.
Sebagai anak buruh proyek, Bagus paham betul kondisi keluarganya.
Dia bahkan pernah ikut kerja di proyek drainase, supaya tahu beratnya mencari uang… dan nggak ingin membebani orang tuanya. 🥺
Jarak rumah ke kampus? Sekitar 55 km.
Uang bensin Rp15.000 mungkin terlihat kecil, tapi buat dia itu sangat berarti—sampai-sampai jarang bisa ke perpustakaan.
Untuk hemat kuota, dia rela numpang WiFi di balai desa dekat rumah.
Semua itu dia lakukan demi menyelesaikan skripsi tentang Etika Bermedia Sosial.
Selama 9 bulan, dia berjuang dengan keterbatasan dan berbagai kendala teknis.
Dan akhirnya… semua terbayar saat dia berdiri bangga dengan gelar sarjana. 🎓
Dari kisah ini kita belajar:
Bukan fasilitas yang menentukan kita sampai di mana… tapi kemauan untuk terus jalan meski sulit.
RESMI ANAK DI BAWAH 16 TAHUN DILARANG MAIN MEDSOS.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, resmi mengumumkan Peraturan Menteri No. 9 Tahun 2026. Mulai 28 Maret 2026, akun anak di bawah usia 16 tahun pada platform berisiko tinggi seperti TikTok, Instagram, YouTube, hingga Roblox akan mulai dinonaktifkan secara bertahap.
Langkah ini diambil untuk melindungi generasi muda dari bahaya pornografi, cyberbullying, hingga adiksi digital.
Dibalik seragamnya yg lusuh, Siti menyimpn luka yg lebih dlm dari skedar dagangan yg tumpah.
Kisah Siti dimulai 13 tahun lalu. Saat ia masih bayi merah berusia 8 bulan, dunia seolah kiamat baginya. Ayah dan ibunya berpisah, lalu membuangnya begitu saja. Namun, Tuhan mengirimkan seorang malaikat tanpa sayap bernama Nenek Eti (72). Meski tak ada setetes pun darah yang sama mengalir di tubuh mereka, Nenek Eti memungut Siti dari dinginnya dunia. Dengan sisa tenaga dari berjualan daun pisang, ia membesarkan Siti dengan penuh kasih. Bagi Siti, Nenek Eti adalah segalanya, dialah ibu, ayah, sekaligus pelindung nyawanya. Kini, keadaan berbalik. Nenek Eti yang dulu perkasa mencari nafkah kini sering jatuh sakit. Tubuh tuanya tak lagi sanggup memikul beban. Melihat kondisi itu, Siti tak tinggal diam. Sepulang sekolah, gadis kecil ini menanggalkan tasnya dan mengganti pundak neneknya sebagai tulang punggung. la berkeliling menjajakan sayuran atau makanan milik tetangga. Tak jarang, ia hanya membawa pulang uang Rp 10.000 setelah berjalan berkilo-kilo meter. Angka yang sangat kecil, namun bagi Siti, itu adalah penyambung nyawa dan harapan untuk membawa Nenek berobat. “Siti tak mau kehilangan Nenek. Hanya Nenek yang Siti punya di dunia ini,” bisiknya lirih. Hidup mereka jauh dari kata layak. Mereka tinggal di sebuah rumah yang sebagian dindingnya telah rubuh. Tak ada uang untuk semen atau bata, sehingga lubang besar di rumah itu hanya ditutupi lembaran spanduk bekas yang bergoyang ditiup angin. Meski hidup dalam kepungan kemiskinan dan kejahatan orang di jalanan, Siti tetap memeluk mimpinya erat-erat. la ingin menjadi seorang Bidan. la ingin bisa mengobati orang sakit, seperti keinginannya menyembuhkan Nenek Eti. “Siti ingin punya warung kecil, supaya tidak perlu keliling jauh dan bisa tetap menjaga Nenek di rumah. Siti ingin nabung buat sekolah sampai jadi Bidan,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Jangan Sampai Gagal Lolos!
Ini yang Harus Rekanaker Perhatiin! Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 masih berjalan, tapi jangan sampai salah langkah ya, Rekanaker.
Kemnaker menghadirkan Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 untuk bantu kamu naik level! Kompetensinya diperkuat, sikap dan etos kerja dibentuk, plus GRATIS dari pemerintah.
Siap upgrade diri dan jadi bagian dari SDM Unggul 2045? Rekanaker mau pilih kejuruan apa nih?
Magang di Nusakambangan?
Tempatnya mungkin bikin kaget, tapi proses belajarnya serius. Pengalaman, pembinaan, dan pelajaran yang nggak bakal didapet di banyak tempat lain ada di sini. Penasaran kayak apa pengalamannya?