@Sutris99088788@SamuraiWah10897@andori Astaghfirullah kata aku mah banyak banyak istighfar.. pikiran buruk tu ga perlu diutarakan bang.. simpen sendiri aja terus banyakin istighfar.. sehat sehat bang semoga selalu dalam lindungan Allah 🙏🏼
Guys kata Raditya dan Mbak Prita seorang perencana keuangan ini yang paling penting lo pahami soal ngatur duit di 2026.
Mulai dari mana kalau mau benerin keuangan?
Bukan langsung invest.
Bukan langsung beli saham.
Bukan langsung ikut-ikutan beli emas karena lagi naik.
Tapi mulai dari satu hal yang paling membosankan tapi paling penting.
Tau pengeluaran lo berapa.
Kedengarannya simpel.
Tapi kenyataannya mayoritas orang Indonesia tidak tahu persis uangnya habis ke mana setiap bulan.
Dan kalau lo males catat trik paling gampang adalah pisah rekening.
Satu untuk kebutuhan wajib.
Satu untuk senang senang.
Satu untuk tabungan.
Biarkan aplikasinya yang nyatat otomatis.
Lo tinggal lihat mana yang habis duluan.
Terus urutan prioritasnya gimana?
Ini yang paling sering salah kaprah.
Pertama lunasi cicilan konsumtif dulu.
Kartu kredit.
Pinjol.
Apapun yang bunganya mencekik.
Kedua bangun dana darurat.
Minimal 3 kali pengeluaran bulanan lo.
Ini dulu sebelum kemana mana.
Ketiga baru invest.
Paralel sama dana darurat kalau udah nyampai targetnya.
Jangan dibalik.
Banyak yang langsung invest padahal dana daruratnya kosong.
Terus pas ada kejadian darurat investasinya dicairin rugi karena timing yang salah.
Soal piramida pengeluaran.
Ini yang paling gw suka dari penjelasan Mbak Prita.
Must have yang wajib ada.
Kos.
Makan.
Transport.
Ini tidak bisa diganggu gugat.
Should have yang harusnya ada tapi kadang dilewatin. Asuransi kesehatan.
Investasi jangka panjang.
Could have ini yang beda tiap orang.
Ada yang rela makan seadanya asal bisa liburan.
Ada yang tidak peduli liburan asal bisa beli barang yang dia mau.
Tidak ada yang salah.
Yang penting lo tau money dial lo sendiri.
Nice to have yang boleh ada boleh tidak.
Dan ini yang harus paling ketat dijaga kalau kondisi lagi susah.
Tangga keuangan lo sekarang ada di mana?
Ini yang paling bikin gw mikir.
Level pertama surviving.
Hidup dari gaji ke gaji.
Nabung tidak bisa.
Level kedua growing.
Udah bisa nabung tapi tidak konsisten.
Bulan ini bisa bulan depan tidak.
Level ketiga steady.
Sudah punya fondasi.
Badai apapun tidak terlalu goyang.
Level keempat comfortable.
Kerja atau tidak kerja kondisi keuangan tidak jauh berubah.
Dan kata Mbak Prita setelah pandemi mayoritas orang Indonesia masih ada di dua level paling bawah.
Bukan karena malas. Tapi karena banyak yang fondasinya bolong tanpa sadar.
Dan untuk 2026 yang situasinya makin tidak pasti ini.
Satu saran tambahan yang relevan banget punya cash buffer.
Bukan dana darurat biasa.
Tapi simpanan tambahan sekitar 30 juta rupiah yang liquid dan mudah diakses.
Penelitian nunjukkin orang yang punya buffer ini bisa berpikir lebih jernih di situasi krisis.
Stres finansialnya berkurang signifikan.
Dan tidak habiskan banyak waktu bengong mikirin duit.
Yang paling penting dari semua ini
Di tengah situasi global yang lagi kacau sekarang perang di Timur Tengah.
Harga minyak naik.
Rupiah tertekan fondasi keuangan pribadi lo adalah satu satunya hal yang bisa lo kontrol sepenuhnya.
Dunia di luar bisa chaos. Tapi kalau fondasi lo kuat lo bisa hadapi itu dengan kepala jauh lebih dingin.
Its awful isnt it..... when you pursue degrees that used up most of your family saving just to get paid a 5 or less than 4 million IDR per month... and there are people who cant differentiate daily rent vs monthly rent yet get paid 300 million idr per month
Awalnya nggak percaya konten konten istri kdg suka minta tuker makanan sama suaminya. Sampai akhirnya.. hari ini kejadian juga.. untung pnya suami tampan nan baik hati 💖 rejeki banget emg. Alhamdulillah..