ㅤ
ㅤ
Langit menabuh genderang ketika tongkat kokoh si bungsu terangkat, tanda sebuah perlawanan atas tiap-tiap monster nang berdiri di hadapannya; berupaya menciutkan nyalinya.
𝐒𝐄𝐌𝐔𝐀 𝐓𝐀𝐇𝐔, 𝐓𝐀𝐊 𝐀𝐃𝐀 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐌𝐀𝐌𝐏𝐔.
ㅤㅤ
ㅤㅤ
ㅤ
ㅤ
"Dengar, 'kan?"
"Iya, aku dengar!" kata Yukio.
Kerang tidak bisa berbicara, tetapi bisa membantu seseorang menyampaikan isi hatinya.
Keduanya berjanji untuk tetap bersama, bahkan ketika kedua
ㅤㅤ
ㅤㅤ
ㅤ
ㅤ
dan bisikan dari Dante yang mengatakan, "jangan takut, kamu masih punya Abang. Meskipun seluruh dia berbalik dan pergi, Abang selalu di sini."
Lalui Yukio mengangguk, ia menahan air matanya yang akan menetes kembali.
ㅤㅤ
ㅤㅤ
ㅤ
ㅤ
Dante memerintahkannya untuk mendekat, dan memposisikan telinga kecilnya untuk menempel pada sisi kerang.
"Sekarang tutup matamu."
Yukio tidak bisa mendengar apapun selain deburan ombak
ㅤㅤ
ㅤㅤ
ㅤ
ㅤ
"Bisa, Yuki mau dengar?"
Yang lebih kecil tidak bisa menahan dirinya agar tidak mengangguk, antusias sekali. Seolah ia telah melupa kejadian apa yang sebelumnya membuat ia menangis kencang.
"Mendekat, dong!"
ㅤㅤ
ㅤㅤ
ㅤ
ㅤ
"Heee? Kerang bisa berbicara?"
"Iya, kamu percaya nggak?"
Yukio Mori menggelengkan kepala, "memangnya mereka bisa, Dante?"
Dante atau Yamato Dante Mori. Ketimbang Yamato, ia lebih suka dipanggil Dante.
ㅤㅤ
ㅤㅤ