Jadi inget di bdg mau beli almond pastry prima rasa tp ga jadi karna gaada harganya, mbatin โpasti mahal, nanti aja kapan2โ. Lusanya dikasih setoples full masih baru dari mamanya aldo. Wow bgt
Cancel culture itu memang blm bisa diterapkan di Indo ya? Politisi problematik dihina2 di sosmed, tp ketika ketemu masih dipuja2, sampai minta salaman. Benar2 seperti ga ada apa2 yang terjadi dan dia lakukan utk negara ini. ๐
Gw kerja di kafe, setiap hari bisa dapet 1 kopi gratis varian apapun. Tapi dalam seminggu gw cuma minum kopi mx 2-3x aja. Minggu ini cuma 2x wkwkwk.
Salah satu alesannya Karna gw takut 1 day kalau resign gw jadi ketergantungan dengan habit โminum kopi biar produktifโ.
@anggarasamvdr Pengen gw lemparin sampah. Beberapa hari setelah presiden dan wakilnya dilantik, mereka dateng ke gedung kantor gw, gaada tuh dari kami yg peduli.
Boro2 salim, ngeliat aja ogah
Lily once said
"I like to think of aging as beautiful"
"Every wrinkle is one extra experience that I've had"
"It's a priviliage to grow older because there are lots of people who didn't even make it to the age we are now"
Di dunia calo, ini permainan orang dalem. Ini akal2an orang vendor. Tiket abis diborong mereka semua.
Biasanya tiket itu 30% dijual ke publik, sisanya 70% di titip di calo.
Dan mereka jualnya lebih mahal biar untung berkali-kali lipat. Di konser2 gede, udah biasa banyak mafia tiket kayak gini.
Dan mbak2 yang difoto tsb, dia cuman jualin doang, pelakunya mah ada di atas sambil mantau.
Ini promotornya harus diusut sih, kenapa calo2 tsb bisa dapat jatah tiket sebanyak itu.
Momen ketika tokoh besar Indonesia alumni UGM (ASLI) seperti Anies Baswedan, Cak Imin, Airlangga Hartanto, hingga Sri Sultan Hamengkubuwono X bersilaturahmi di kampus tercinta.
Kayak ada yang kurang.. ๐ค
Diselaโ rapat barusan. Jokes sesama rekan senior mngr pun terlontar.
X: โelu mah (nyebut nama gw) enak belum ada tanggungan. Gajinya utuh. Gw ni anak 2 masih butuh biaya pendidikan dsbโ
Gw: โiโm so sorry to hear that, mbaโ
Kemudian dia pindah kursi
(Mantan) atasan gw, kuliah S2 kesos di UI, berpendidikan, tumbuh di jkt, masih milih oke gas.
gw tanya, kenapa? Jawabannya lucu
1. Udah pasti menang
2. โPengen ngelanjutin keberlanjutan aja, emg apa yang mau diubah?โ
Well, dunia blio sepertinya nyaman
Gua tetap menolak untuk bisa mengerti dan paham kenapa bisa ada kelompok masyarakat terdidik, punya akses informasi, yang milih doi. Kok bisa?
Kurang terang apa kegelapannya?
Masih tentang kereta papandayan, JANGAN PILIH NOMOR KURSI UJUNG UJUNG. Contoh 1 & 2 atau 19 & 20. Deket pintu, deket wc, keganggu pintu ketutup karna banyak kebanting sama bau wc
Tips buat diri gw sendiri di masa depan dalam memilih kereta:
1. Papandayan ke bdg:
Ekonomi premium, kursinya sendiri2, bukan new gen. Kereta berangkat pilih nomor besar supaya menghadap ke tujuan. Kereta ke jkt pilih nomor kecil supaya menghadap tujuan.
Kalian yg minta kalo kritik itu harus baik, beretika dan memberikan solusi. Apa yang disampaikan Pak Dino itu sudah sangat baik, halus, sopan, beretika, dan terstruktur serta memberikan saran dan solusi sesuai yg kalian mau. Sekarang masih tetep dianggap ga beretika. Intinya memang kalian itu enggan menerima kritik.
Saya udh ga tau harus komen apa lagi sama pejabat2 di negara ini. Dikritik keras salah, dikritik baik salah. Maunya semua orang dukung.