Di depan Dewan Hak Asasi Manusia PBB (yg dikepalai oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk PBB, Sidharto Reza Suryodipuro) di Jenewa, anggota parlemen Hong Kong Dominic Lee membuat pernyataan mengejutkan:
"Barat berbicara tentang hak asasi manusia, tetapi membiarkan Israel lolos dari tindakan genosida."
"Darah orang Palestina dan Iran ada di tangan mereka."
"Kredensial moral apa yang dimiliki Amerika? Sebuah negara yang diperintah oleh pengikut Epstein!"
Pernyataan ini tidak mengejutkan. Justru yg mengejutkan adalah di manakah anggota parlemen dan atau perwakilan dari negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya? Adakah bersuara 'keras' yg sama? Kenapa harus Hongkong? Kenapa harus Spanyol, Afrika Selatan, dan atau negara yg bahkan tak punya ikatan 'saudara' dalam iman dan keyakinan?