Tertarik dgn labrador, ranchu & lumba2. Pembalap yg hobi berbalas pantun sekalipun dirinya telah mati di arena balapan. Seluruh tweet adalah pernyataan pribadi.
I’m hearing extremely concerning news that Andrie Yunus, the Deputy Coordinator of the Commission for the Disappeared & Victims of Violence (@KontraS) suffered an acid attack carried out by unidentified individuals, resulting in serious injuries across his body. I call on the Indonesian authorities to carry out thorough investigations into this horrific attack. Impunity for violence against HRDs is unacceptable. @IndonesiaGeneva@Kemlu_RI
Soal pertarungan power, Amerika vs Venezuela sebenernya ibarat pukul tiang kena tembok yg lagi dibangun dgn susah payah & melalui gimmick berbiaya mahal yg berulang2. Akhirnya yg bangun tembok mikir berkali2, lanjutin bangun atau ngga. Pelajarannya, jgn kebanyakan gimmick.
Salib-Salib Perlawanan
Hari-hari ini orang Kristen sejagat merayakan Paskah. Peringatan Yesus disalibkan tetapi bangkit pada hari yang ketiga. Salib bertransformasi dari hukuman menjadi kemenangan. Itu dasar mengapa salib menjadi simbol penting dalam Kekristenan.
Seperti di banyak tempat, salib juga simbol penting di Tanah Papua. Tapi ada hal khusus yang menarik.
Kalau Anda ke Selatan Papua hari-hari ini, Anda akan melihat ribuan salib yang diberi warna merah. Ukurannya raksasa. Rata-rata 7 meter atau lebih. Lokasinya bukan di gereja-gereja. Tapi di tengah hutan, di pinggir kali-kali besar, di kampung-kampung, di tepi jalan.
Salib-salib itu tidak didirikan oleh “orang-orang Gereja”. Bahkan oleh Uskup setempat (uskup Merauke), salib-salib dilarang dan dianggap “sesat”.
Salib-salib itu didirikan oleh Masyarakat adat untuk menghadang pencaplokan tanah dan hutan oleh Pemerintah Indonesia dan perusahaan-perusahaan dari Indonesia sendiri dan perusahaan-perusahaan asing yang difasilitasi pemerintah.
Sebagaimana kita sudah tahu, saat ini Pemerintahan @prabowo@gibran_tweet sedang mengincar tiga juta hektar tanah dan hutan orang Papua untuk apa yang disebut #ProyekStrategisNasional atau PSN untuk pangan dan energi. Ini adalah kelanjutan program yang sudah dimulai Pemerintahan @jokowi Widodo @Kiyai_MarufAmin #YusufKalla dan sebelumnya @SBYudhoyono melalui #MIFEE.
Dalam program itu, pemerintah menggelontorkan konsesi tanah dan hutan kepada perusahaan- perusahaan dalam negeri dan asing untuk membabat hutan dan membuka perkebunan tebu, sawit, tebu, jagung. Juga untuk cetak sawah baru.
Menurut para pengamat, program ini berpotensi menjadi bencana ekologis deforestrasi secara terencana paling besar dalam sejarah peradaban manusia. Orang Papua terancam kehilangan tanah dan hutan sebagai ruang hidup dan sumber penghidupan. Keanekaragaman hayati Papua yang kaya juga terancam hancur.
Demi mencegah hal itu masyarakat adat dari berbagai marga dan suku melakukan berbagai upaya. Mulai dari protes langsung di Lokasi, pertemuan dengan pemerintah daerah dan pusat, demonstrasi hingga ke Jakarta, meminta pertolongan Masyarakat sipil di Indonesia, melaporkan ke PBB, hingga menggugat Perusahaan sampai ke Mahkamah Agung.
Tetapi Pemerintahan @SBYudhoyono, @Jokowi Widodo, dan @Prabowo Subianto sampai sejauh ini tidak peduli. Proyek tetap dipaksakan. Ribuan bulldozer saat ini terus bergerak menggusur hutan. Ribuan tentara dikerahkan. Kritik dan protes tidak dipedulikan.
Dalam situasi seperti itulah gerakan palang adat dan salib merah tumbuh. Salib-salib raksasa dari kayu dan diberi warna merah dipasang di Lokasi-lokasi yang sedang diincar pemerintah dan Perusahaan di Kabupaten Boven Digoel, Mappi dan Merauke. Saat ini sekitar 2000 salib sudah dipasang.
Selain salib, di lokasi yang sama juga dipasang Palang Adat dan papan bertuliskan Keputusan Mahkamah Konstitusi No. 35/2012 yang menyebut “Tanah Adat Bukan Tanah Negara”
Proses pemasangan salib dilakukan dalam prosesi adat dan doa-doa seperti pada Video 1. Ada yang dihadiri oleh belasan orang saja. Ada juga yang dihadiri sampai ribuan orang.
Di sini tergambar jelas, dimensi religius dari perjuangan orang Papua mempertahankan tanah dan hutan mereka.
Bapak Kasimilus Awe, salah satu tokoh Masyarakat adat Awyu, menjelaskannya seperti ini (Video 2),
“Dalam upaya membela tanah dan hutan ini, secara hukum adat maupun secara agama sebagai bangsa yang religius, kami percaya bahwa kalau memang kami sudah tidak mampu menyelesaikan soal ini (Perusahaan tidak boleh masuk), maka kami meminta bantuan kepada Tuhan sebagai pencipta alam semesta dan nenek moyang sebagai pemilik tanah. Itu yang ditandai dengan penancapan salib”
Tetapi salib-salib ini juga memberi pesan politik yang kuat. Simbol-simbol adat yang diukirkan pada salib-salib itu menunjukkan “tanda larang” dalam adat Orang Papua.
“Atribut-atribut budaya dan salib ini menunjukkan bahwa kami larang (pencaplokan tanah dan pengrusakan hutan) dengan sangat keras”, lanjut Bapak Kasimilus.
Kendati dianggap sesat oleh Uskup, Gerakan salib merah ini terus meluas. Mereka tahu bahwa uskup bekerja sama dengan pemerintah dan perusahaan-perusahaan untuk menyukseskan Proyek-proyek negara dan korporasi. Dan mereka tidak membiarkan Uskup memakai otoritas Kekristenan untuk melakukan sesuatu yang merugikan orang Papua sendiri.
Jelas di sini bahwa palang adat dan salib-salib merah ini adalah perlawanan langsung (direct action) atas perampasan tanah dan pengrusakan hutan oleh negara dan korporasi. Tetapi mungkin ini juga sebuah perlawanan terhadap otoritas Uskup yang tidak berpihak kepada mereka.
Apakah yang akan dilakukan Pemerintahan @Prabowo menghadapi gerakan palang adat dan salib merah ini? Apakah salib-salib ini juga akan dilarang pemerintah seperti yang dilakukan oleh Uskup Merauke? Apakah tentara dan polisi akan dikerahkan untuk “mendatangi” komunitas Masyarakat adat ini? Apakah suara mereka akan didengar atau malahan Prabowo akan tutup mata-telinga-hati dan terus memaksakan proyek perampasan tanah dan pengrusakan hutan tiga juta hektar ini?
Akan seperti apakah sikap dari komunitas-komunitas umat beragama dan organisasi-organisasikeagamaan di Indonesia? Juga seperti apa reaksi orang-orang Kristen dan organisasi-organisasi Gereja di Tanah Papua, Indonesia, dan seluruh dunia?
Selamat Paskah untuk yang merayakan! #AllEyesOnPapua
*Cerita lebih lengkap tentang gerakan palang adat dan salib merah ini bisa dibaca di buletin Kampung @BentalaRakyat, hal 19 dst: https://t.co/0w0pqlrbPC
Kami membuka kanal pengaduan bagi warga yang terdampak dugaan manipulasi bahan bakar minyak (BBM) beroktan 90 (Pertalite) menjadi RON 92 (Pertamax).
Silakan akses formulir pengaduan melalui tautan: https://t.co/PnUZ7Rz19M atau barcode dalam gambar di bawah ini:
Scenes from a Danish kindergarten.
In Denmark, kids are encouraged to get muddy on a regular basis. Getting dirty isn't just fun, it's beneficial. Mud play boosts creativity, strengthens sensory development, and even supports a healthier immune system.
https://t.co/UX5zT4JFhB
Gara-gara 5 lukisan mirip Jokowi ini, pameran tunggal Yos Suprapto yang seharusnya dibuka kemarin (19/12) di Galeri Nasional, batal. Pintu ruang pameran di Galeri Nasional dikunci.
Era sensor dan pembungkaman terhadap karya seni di bawah rezim Prabowo resmi dimulai?
Lukisannya mirip Jokowi dilarang ditampilkan, kalo begitu kita bantu sebarkan ramai-ramai.
Waktu yg menguji, wajah buruk Jokowi terus terungkap.
Perdana Dibredel Era Prabowo, Pameran Yos Suprapto Dilarang Tampil di Galeri Nasional: Ada 5 Lukisan Mirip Jokowi.
https://t.co/909Upb4SGi
Tragedi #TakBai Berdarah adalah satu dari sekian banyak peristiwa kejahatan luar biasa (Extra Ordinary Cryme) Penggunaan senjata berat oleh aparat pemerintahan Thailand terhadap umat Muslim Patani sangat sadis dan kejam. #MenolakLupa#AdiliPelakuTakbai#patani#kasusham#damai
Militer Indonesia mengurus segalanya.
Di Papua dengan dalil keamanan pangan, turut terlibat mulai dari pengalihan hak atas tanah, mengurus lahan pertanian sampai produksi.
Barak kosong
Bisnis lancar
https://t.co/UFaZ4oJE0j
#SolidaritasMerauke serta Forum Masyarakat Adat Malind Kondo Digoel yang didalamnya juga bergabung @LbhPapua pos Merauke, hari ini membuat pernyataan sikap untuk merespon kondisi pembangunan proyek PSN di Merauke dan kaitannya dengan pembentukan batalyon infanteri ini.