@cuikayamaout You are incorrect. That's not how AI generates an image. It starts with pure noise, then denoises it step by step to create a pattern that matches the prompt, not by cutting and pasting other people's work.
Here's some learning material:
https://t.co/rRt0VwKxHW
@astrajinggamv@pacarsethos Again, lu ga baca apa yang lu kirim, tulisan itu gak membuktikan perkara legalitas atau copyright infringement yang dari tadi diperdebatkan. Lu nyuruh gua baca tapi lu sendiri gak baca. Gak usah reply lagi. Diskusi selesai.
@astrajinggamv@pacarsethos Penulis juga menyarankan bahwa daripada memaksa transparansi lebih baik membuat hukum baru yang bisa melindungi para kreator.
@jamusinom@pacarsethos Kalo hasil generate AI emang karakter yang udah punya hak cipta emang yang ngepost harus cantumin credit. Mungkin bisa baca cara training AI gimana, dikirimin sama si @/astrajinggamv yang anti AI juga.
https://t.co/2VPKHTLdNv
@astrajinggamv@pacarsethos Link yang lu kirim sendiri aja bahkan support klaim dan argumen gua dari awal. Jangan malas baca jadi orang, cuma kirim link terus so so doang.
https://t.co/2VPKHTLdNv
@astrajinggamv@pacarsethos Disney vs Midjourney soal output yang generate karakter copyrighted Disney secara langsung, bukan proses trainingnya.
Anthropic karena pakai buku bajakan dari situs bajakan LibGen, bukan dari data yang legal.
@nicerina Kamu bilang sendiri, style adalah ide. Ide tidak bisa dilindungi oleh hak cipta. Bisa baca UU No. 28 tahun 2014 pasal 40-41
https://t.co/r0QILq4utP
Atau US punya
https://t.co/G80N8mleHy
@astrajinggamv@pacarsethos Untuk yang kasus 2024 itu masih jalan, belum ada putusan akhir yang menyatakan training AI = pelanggaran hak cipta secara mutlak.
https://t.co/rXSPUa1JEg
@astrajinggamv@pacarsethos Untuk Britannica dan OpenAI itu lebih ke masalah reproduction output + RAG, sekarang kasusnya inactive.
https://t.co/KfYhsKX1Fs
Untuk Ghibli + CODA dia cuma ngirim surat untuk opt-out karya mereka dari training AI, bukan gugatan.
https://t.co/IvHhNnqRav
@nicerina Style itu bukan hak cipta. Hak cipta hanya melindungi karya spesifik atau gambar tertentu, bukan style atau cara gambar secara umum. Bisa dicek di hukum copyright AS/EU style dianggap ide, bukan ekspresi.
@vanhikari@pacarsethos Yang jahat itu orang yang pake untuk hal buruk, bukan toolsnya. Solusinya ya hukum yang tegas terhadap pelaku, bukan melarang AI secara keseluruhan.
@vanhikari@pacarsethos Teknologi memang selalu menggantikan pekerjaan manual dari dulu. Dari mesin tenun, sampe robot pabrik. Bukan hal yang baru.
Untuk kasus foto tidak senonoh, masalahnya sama kaya dulu Photoshop muncul.
@jamusinom@pacarsethos Training AI masih abu-abu dan masih diperdebatkan di pengadilan.
Masalah cyber crime, ada atau tidaknya AI kejahatan akan tetap ada, AI cuma tools.
Lebih banyak negatif tapi profesional udah adopt AI ke workflow mereka yang bikin kerjaan lebih cepat, murah, dan bisa lebih bagus.
@jamusinom@pacarsethos Masalah konsen, biasanya orang juga nggak nanya izin dulu ke ribuan seniman kalau mau ambil inspirasi atau referensi style mereka. Hak cipta melindungi karya spesifik, bukan style atau ide. Meniru style secara umum bukan pelanggaran hak cipta.