PROSES KRIMINALISASI RRT DIMULAI BESOK PAGI!
Kamis, 13 November 2025.
Rakyat Indonesia,
Apakah kalian diam saja?
Menyaksikan Peperangan terbesar antara RAKYAT BIASA melawan MANTAN PENGUASA yang menguasai harta jarahan Rp 11.000 triliun?
PERAMPOKAN TAMBANG OLEH GENG SOP MASIH BERLANJUT - WAJIB DIHENTIKAN
Bapak Presiden @prabowo yth, mohon hentikan perampokan tambang oleh Geng SOP (Solo, Ologarki, Parcok) yang sepertinya masih berlanjut.
Perampokan tambang geng SOP (Solo-Oligarki-Parcok) yg dibungkus dg hilirisasi dan “dikoordinir” oleh Ketua Satgas Hilirisasi Bahlil Lahadalia terus berlanjut dan makin meluas.
1) setelah sudah hampir seluruh tambang negara dan rakyat “diserahkan” ke Asing (China) lewat bungkus hilirisasi dg fasilitas bebas pajak, bebas bea, dan bebas lain-lain yg menyebabkan tambang sudah hampir habis tanpa menyisakan hasil buat rakyat dan negara.
2) Saat ini tambang BUMN sedang diincar dg modus yg sama. BUMN Antam sepertinya sedang dipaksa oleh Satgas Hilirisasi untuk menyerahkan tambang nikelnya lewat mekanisme divestasi yg dibungkus dg program hilirisasi pembangunan pabrik baterei.
3) Kejanggalan dari “kerjasama” yg dirancang oleh Satgas Hilirisasi yg dipimpin Oleh Bahlil Lahadalia (pemberi gelar raja Jawa ke Jokowi) adalah :
(1) Kenapa harus ada swasta dalam negeri selaku pihak ketiga ? Satgas Hilirisasi membentuk konsorsium pembangunan pabrik baterei yang terdiri dari : perusahaan asing (China) pemilik teknologi, BUMN, dan Swasta mitra lokal.
(2) Kenapa ANTAM harus dirampok lewat bungkus divestasi ? PT Antam “dipaksa” melepaskan pengendalian pengelolaan tambang ke konsorsium yg sdh ditetapkan oleh Bahlil lewat mekanisme divestasi saham (ini perampokan) - padahal harusnya cukup kerjasama dan pengelolaan tambang tetap dikendalikan oleh PT ANTAM.
(3) Pemilik saham mayoritas mitra swasta adalah Geng SOP ? Ini yang menarik, setelah ditelusuri - info yg kami dapat ternyata pemilik saham mayoritas perusahaan swasta mitra lokal konsorsium tersebut adalah pengurus partai putra mantan Presiden ke 7 dan oligarki yg dekat dengan Dinasti Solo
Semoga aparat kepolisian bertindak tegas- Seorang kurir mengalami insiden tidak menyenangkan saat mencoba menagih pembayaran pesanan dengan metode Cash on Delivery (COD) yang telah diantar pada 25 September 2025.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. Setelah paket diantar sesuai prosedur, pihak pembeli berjanji akan segera melakukan pembayaran. Namun hingga keesokan harinya, tanggal 26 September, pembayaran belum juga diterima
Menyadari hal tersebut, kurir secara inisiatif mendatangi alamat pelanggan guna menagih secara langsung. Sayangnya, kurir justru mendapat penolakan yang disertai tindakan kurang menyenangkan dari pihak pelanggan
Warga berharap, pihak aparat menindak tegas pria tersebut
Alasannya sederhana saja:
KPU lupa Presidennya bukan Jokowi lagi yang doyan mengganti Peraturan seenak jidat demi kepentingan pribadi.
Dan KPU tidak sadar bahwa Rakyat sekarang punya kekuasaan dan keberanian untuk MENEPALKAN siapapun!
https://t.co/jNz8k9oPgP