Rakyate urip kembang kempis, mati kaliren, Pemrentahe mung ubyek ngurusi proyek fisik gawe beteng, lampu hias saiki gawe gapuro. Kae rakyate do mati glandang, Pemda DIY cen picek matane gendelen suwooog... 😡🔥
Sempat viral karena kegigihannya membuka jasa les online bahasa Jepang dengan membayar seikhlasnya, Pak Rudy Dermawan kini kembali membawa kabar baik sekaligus menyentuh hati netizen!
Melalui akun pribadinya, beliau mengumumkan bahwa materi Bahasa Jepang mandiri tingkat dasar untuk pemula buatannya akhirnya telah selesai disusun dalam format PDF.
Pak Rudy menjual modul PDF ini dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp 50.000,- saja. Seluruh hasil penjualannya akan digunakan langsung untuk menutupi kebutuhan pokok dan menolong kelangsungan hidup harian beliau.
via fb/Rudy Dermawan
Banyak dari kita menyalahartikan kata "rival".
Dari bersaing menunjukkan siapa yg terbaik, menjadi siapa yg harus tunduk dan berbalik.
Semua tidak harus dilakukan secara berlebihan 😉
Hijauku, birumu. Jaga nalar kita tetap waras.
Jare @GSMataram bakul kaleng isih bukak
KASUS PELECEHAN SEKSUAL TERJADI DI UPN YOGYAKARTA!
Menurut kabar beredar, sudah banyak mahasiswi yang menjadi korban. Pelakunya tak lain adalah seorang dosen! Si dosen melancarkan perbuatan tak senonoh ini dengan dua cara.
DELAPAN dosen UPN Veteran Yogyakarta melakukan kekerasan seksual kepada banyak mahasiswi:
3 dosen Fakultas Pertanian
1 dosen Fakultas TME
2 dosen FISIP
1 dosen Fakultas Ekonomi & Bisnis
1 dosen belum diketahui fakultasnya
Dosen yang sudah dinonaktifkan:
Nemu bapak ini di fesnuk lagi jualan soft copy materi pembelajaran bahasa Jepang yang beliau susun. Real aseli guru bahasa Jepang, karena beliau buka les juga. Siapa tau ada yang butuh, bisa langsung kontak bapaknya atau mampir ke fesnuknya beliau
Saudaraku,
Mari kita sejenak menahan utk tidak menyalakan petasan, suar maupun kembang api dlm bentuk apapun di tribun pada pertandingan besok. Akan menjadi persolan musim depan apabila kita dipersulit kembali dalam mencari home base.
Semoga kedua pihak bisa lebih menahan diri, bisa menjaga batasan2, toh ini hanya sosial media, tidak keren gagah2an di ranah virtual.
*signout sejenak
#MataramIslah 💚💙❤️
Brajamusti Korwil Bantul Kota, Soedirman Street Corner, selalu terbuka untuk forum diskusi dengan teman - teman Sleman Fans area Bantul Kota dan sekitarnya. SSC siap melanjutkan Mataram Islah dan menjaga Bantul Selatan adem ayem untuk diwariskan ke generasi penerus.
💙💚
SING DIBUTUHKE PSIM KUI AWAKE DEWE KABEH DADI SIJI. ORA BUTUH ADU ARGUMEN MASING2, BUTUHE SATU SUARA BRAJAMUSTI. UNTUK MENUNTUT PERBAIKAN DI TIM PSIM DAN MANAJEMEN. TURUNKAN EGO MASING2 AYO DIDANDANI BARENG2 !!!
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Fun fact...
Islam adalah agama yang banyak menggunakan air. Wudhu, mandi besar, bersuci itu membutuhkan air.
Maka... umat Islam seharusnya peduli dengan kelestarian air bersih. Jangan dikit² buang sampah di sungai.
🇹🇷🇮🇷🇺🇸 Erdogan mengancam Turki akan bergabung dalam perang di pihak Iran
Turki telah mengeluarkan peringatan serius kepada Amerika Serikat, Irak, dan pasukan Kurdi bahwa mereka akan mengambil tindakan militer langsung jika organisasi Kurdi terlibat dalam operasi melawan Iran, demikian dilaporkan portal informasi "Türkiye".
Menurut informasi yang diperoleh Ankara, dengan dimulainya serangan terhadap Iran, dinas intelijen Israel Mossad mencoba bernegosiasi dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan sayap Iran-nya, PYAK. Tujuannya adalah untuk menggunakan kelompok-kelompok ini, yang dianggap Turki sebagai teroris, sebagai "pasukan perantara" di lapangan dalam pertempuran.
Dalam percakapan telepon dengan Presiden AS Donald Trump, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan tegas menentang skenario tersebut.
Ia mengingatkan bahwa posisi Turki mengenai integritas teritorial Iran sangat jelas dan memperingatkan bahwa Ankara akan melakukan intervensi militer "terlepas dari proses yang sedang berlangsung, seperti yang dilakukannya di Suriah".
“Kami tidak akan mendengarkan cerita apa pun tentang proses yang sedang berlangsung. Kami akan menyerang. Anda melihat apa yang terjadi di Suriah, kami akan melakukan hal yang sama di sini. Tindakan yang diperlukan akan diambil pada upaya sekecil apa pun untuk menyebarkan api perang di wilayah ini,” kata Erdogan.
🇮🇶🇮🇷 WARGA IRAK BERKUMPUL DI LUAR RUMAH AYATOLLAH SAYYED ALI SISTANI MENUNTUT FATWA JIHAD
Kerumunan orang membanjiri jalanan di luar rumah Grand Ayatollah al-Sistani di Irak sambil meneriakkan "Para prajurit al-Sistani!" sebagai seruan langsung untuk mengeluarkan fatwa agama agar bergabung dalam pertempuran bersama Iran.
Fatwa Sistani tahun 2014 memobilisasi ratusan ribu warga Irak untuk melawan ISIS, membentuk Pasukan Mobilisasi Rakyat. Massa saat ini mengirimkan pesan yang sama, jawab seruan tersebut.
"Irak saat ini adalah saudara bagi Iran! Tidak ada negosiasi! Jangan menyerah!"
Terimakasih segenap kawan-kawan @BMR_1929 , teman-teman PSIM Fans, teman-teman PERSIS Fans yang membantu kami saat penanganan kemarin.
Sejatinya, kami tidak bisa menyenangkan hati banyak orang. Namun kami tetap pada niat ikhlas kami yaitu kemanusiaan.
Football For Humanity!