Organisasi hak asasi manusia, badan PBB, dan media internasional sejak perang Gaza 2023 telah mendokumentasikan tuduhan serius mengenai perlakuan terhadap tahanan Palestina dari Gaza dan Tepi Barat yang ditahan oleh Israel.
Ribuan warga Palestina dilaporkan ditahan, termasuk sebagian yang ditahan tanpa dakwaan atau persidangan dalam waktu lama.
Mantan tahanan melaporkan pemukulan, penyiksaan, posisi stres berkepanjangan, borgol dan penutup mata dalam waktu lama, kurang tidur, serta berbagai bentuk perlakuan yang dianggap kejam dan tidak manusiawi.
Banyak kesaksian menyebut jatah makanan yang sangat minim, kekurangan air, sanitasi buruk, kurangnya akses kebersihan, dan penolakan atau keterlambatan perawatan medis.
Kantor HAM PBB serta Komisi Penyelidikan PBB mendokumentasikan tuduhan pelecehan seksual, ancaman pemerkosaan, penelanjangan paksa, kekerasan terhadap alat kelamin, dan bentuk-bentuk kekerasan berbasis gender lainnya terhadap tahanan Palestina.
Laporan menyebut pembatasan akses pengacara, komunikasi dengan keluarga, kunjungan dari organisasi kemanusiaan seperti Komite Internasional Palang Merah (ICRC), serta kurangnya pengawasan independen terhadap fasilitas penahanan. Pada Juni 2026, Mahkamah Agung Israel memutuskan bahwa larangan kunjungan ICRC terhadap tahanan Palestina melanggar hukum.
PBB dan para ahli HAM melaporkan puluhan tahanan Palestina meninggal dalam tahanan sejak Oktober 2023, dengan tuntutan agar dilakukan investigasi independen mengenai penyebab kematian dan kondisi penahanan.
Baca berita selengkapnya di https://t.co/3eLjmvRXEX
Follow us :
@arrahmahdotid
@arrahmah_id
🔗Telegram : https://t.co/HTOpCeHTqE | https://t.co/quhoUlCVmZ
🔗Twitter: https://t.co/bPGZSp01GM
🔗 WhatsApp Channel: https://t.co/XOkkfEnO6x
🔗 Tiktok : https://t.co/cnH5tp6WRb
🔗 Youtube : https://t.co/eDZHvrAL9C
https://t.co/3eLjmvRXEX
https://t.co/PiuGY1coig
Raih amal shalih, sebarkan!
Gold miners in Ghana working barefoot, shivering, covering themselves with bags against the rain
Capitalism isn't your iPhone. It's this. It's always been this
heartbreaking scene: Gad Youssef Suleiman bids farewell to his 8-year-old son, who was killed in an attack on Jabalia Camp, leaving behind his school bag and dreams that will never be fulfilled
They buried him under concrete… a young man from #Gaza, trapped beneath the rubble of war and cruelty.
Even after death, the occupation denied him dignity, covering his body with cement as if trying to erase his existence.
This is not just destruction.
This is brutality beyond words.
In Gaza, people are not only fighting to survive — they are fighting to be remembered as human beings.
How much more horror must this world witness before it chooses humanity?
Words & image: @ahmed_dader
بعد 239 يوم على كذبة الهدنة قتل الاحتلال الاسرائيلي نحو 1000 شهيد في غزة بمعدل شهيد كل 6 ساعات.. المقتلة مستمرة في غزة.. ومجازر إسرائيل صارت ملهاة الشعوب ومسلسلها الساديّ المفضّل..