Kasus fifa dan argentina ini membuktikan bahwa walaupun manusia diperlihatkan surga dan neraka di depan mata mereka, mereka akan tetap menolak kebenaran karena cinta mati pada dunia (messi)
Jadi kalau hari ini ada yang ribut soal kontroversi sambil bertingkah seolah Piala Dunia baru kehilangan kesuciannya, rasanya mereka sedang menolak kenyataan paling sederhana dalam sejarah sepak bola.
Turnamen ini memang selalu keras, panas, emosional, dan kadang tidak adil di mata pihak tertentu. Dari De Jong ke Xabi Alonso, dari Neuer ke Higuaín, dari tekel Höwedes ke Zabaleta, sampai duel Salah melawan Álvarez, semuanya menunjukkan satu hal yang sama: kontroversi bukan noda baru di Piala Dunia. Ia sudah lama menjadi bagian dari narasi besarnya.
Yang membedakan kemudian bukan ada atau tidaknya kontroversi, melainkan bagaimana orang meresponsnya. Ada tim yang tetap berjalan, tetap bertarung, tetap menulis sejarah meski merasa dirugikan. Ada juga yang memilih berhenti di perdebatan, lalu menjadikan momen itu sebagai penjelasan tunggal atas kegagalan mereka.
Padahal Piala Dunia selalu lebih besar daripada satu keputusan wasit, satu duel, atau satu insiden. Kontroversi boleh ramai dibahas, boleh diperdebatkan tanpa ujung, tapi ia tidak pernah cukup untuk menghapus kenyataan bahwa Piala Dunia tetap panggung tertinggi sepak bola—lengkap dengan keindahan, kekacauan, dan dramanya.
@whitelioonn@_BangFu@firzieidris Aneh memang beliau, ngeluarin pendapat eh giliran ada pro dan kontra, yang pro aja yang direspon, giliran ada yang kontra dianggap zionis.
It's so sad to see Palestine become a tool for ppl's personal agendas. If u truly care about Palestine dont use it as a weapon against a certain player. If your concern is genuine donate and support the ppl who actually need it instead of turning their suffering into content.
Dari POV gue sendiri + pakai data.
Biar gak cuma ikut emosi, gue coba bedah mekanisme VAR dan istilah Attacking Possession Phase (APP) berdasarkan protokol IFAB resmi. Plus, kenapa lucu kalau langsung nyalahin Argentina.
Buat gw, analisa Dale Johnson dari BBC lebih pas. VAR memang seharusnya menilai dari awal fase serangan, yang berarti sejak bola berhasil direbut
Bahwa pelanggaran terjadi begitu jauh dari gawang Argentina dan 17 detik sebelum gol terjadi? Ga relevan
https://t.co/UQ1mfbsbpU
fans argentina = racist & zionist enabler
fans portugal = colonialism & slave trade enabler
fans inggris = colonialism & imperialism enabler
fans prancis = colonialism enabler
fans spanyol = colonialism enabler
fans jerman = nazism & zionist enabler
udah ya jangan ribut lagi 😇
José Mourinho on Hossam Hassan's claim that Argentina were favoured because of World Cup marketing:
🗣️ “When you lose a match after leading 2–0, the first analysis should be about your own team, not about conspiracies. As a coach, you must look at what you could have done better before pointing the finger elsewhere.
“I don't like these kinds of excuses. Saying the tournament is designed to favour one team or one player takes attention away from the football. If you believe you were treated unfairly, present the facts. If not, accept the result and move on.
“Football is decided by what happens on the pitch. If your team cannot protect a two-goal lead, that is where the discussion should begin. Managers must take responsibility, especially after painful defeats. That is part of the job.”
...Ok.
Ada video 3 pemain Mesir lakuin red card foul:
1. No 2 (pencetak gol) 2x
2. No 17 1x
3. Salah (no 10) 1x, kek mau patahin kaki Alvarez
Maka seharusnya 3 pemain Mesir dapat kartu merah+1 penalti.
Kenapa banyak yg bungkam bahas ini?
Para pakar kok bungkam? (``,)
...Ok.
Ada video 3 pemain Mesir lakuin red card foul:
1. No 2 (pencetak gol) 2x
2. No 17 1x
3. Salah (no 10) 1x, kek mau patahin kaki Alvarez
Maka seharusnya 3 pemain Mesir dapat kartu merah+1 penalti.
Kenapa banyak yg bungkam bahas ini?
Para pakar kok bungkam? (``,)
🥹🇪🇬 Mesir memang tersingkir, tapi Hossam Hassan (Pelatih Mesir) meninggalkan pesan yang tak kalah besar dari sepak bola. Di saat banyak sosok berpengaruh memilih diam soal Gaza, Palestina.
🗣️ “Apa pun kewarganegaraanmu.”
🗣️ “Ribuan anak telah dibunuh.”
🗣️ “Jangan diam.”
🗣️ “Ini adalah aib bagi kita semua.”
🗣️ “Biarkan rakyat Palestina hidup.”
Sikap seperti ini akan selalu dikenang. 🇪🇬🇵🇸👏