๐ฅMELAWAN LUPA ๐ฅ
Gibran SMP Negeri 1 tidak tamat.. Karena tertangkap Narkoba. Yang bebas kan Listyo Sigit. Beliau Kapolres Solo waktu itu.
Gibran ke Singapore di Rehabilitasi, karena kecanduan Sabu2.
Alhamdulillah
Pak Roy & BuTifa
Akhirnya di BEBASkan & Di TANGGUHkn Penahanan dng Surat Jaminan yg di ajukan Para Lawyer & Dari para TOKOH NASIONAL seperti :
- Prof. Din Syamsudin
- Pak Said Diddu
- Pak Jendral Ogroseno
- Pak Jendral Tyasno Sudarto
- Para Pensiunan TNI & POLRI
GUNDULI IJAZAH JOKOWI...
PENGACARA KHOZINUDIN AJAK SELURUH MASYARAKAT DUKUNG STATEMAN JUSUF KALLA AGAR IJAZAH ASLI JOKOWI SEGERA DITUNJUKKAN KE PUBLIK....โผ๏ธ
#PrabowoGibranToxicBangsa#PrabowoGibranToxicBangsa
๐๐
Dear Rismon,
Ingatkah kamu,
Tanggal 15 April 2025.
Ruang 109 Fakultas Kehutanan UGM.
Kita duduk bertiga: aku, kamu, dan dan mas Roy Suryo.
Pertama kali tiga pasang mata kita dan tiga pasang tangan kita, menyaksikan dan memegang Skripsi Palsu milik Joko Widodo.
Hari itu bukan sekadar hari pertemuan pertama. Hari itu adalah titik mula sebuah perjalanan yang tidak ringan, bahkan mungkin terlalu berat untuk manusia biasa.
Dan sejak hari itu, kita bukan lagi sekadar rekan seperjuangan.
Kita menjadi tiga sahabat.
Aku dan Mas Roy,
menganggapmu bukan hanya partner dalam mencari kebenaran, tapi adik kami sendiri.
Ada rasa ingin menjaga. Ada rasa percaya yang tumbuh tanpa dibuat-buat. Ada keyakinan bahwa kita bertiga adalah satu barisan kecil yang tak akan terpisahkan.
Aku masih ingat caramu berbicara waktu itu,
penuh keyakinan, penuh api.
Seolah kita semua adalah bagian dari barisan kecil yang ditakdirkan untuk menyalakan terang di tengah gelap yang sudah terlalu lama dibiarkan.
Kita tertawa. Kita berdiskusi. Kita merancang langkah-langkah.
Dan di antara semua itu, tidak ada sedikit pun keraguan bahwa kita berada di sisi yang benar.
Tapi Rismon,
jalan yang kita pilih ternyata bukan jalan lurus. Ia berkelok. Ia gelap. Ia penuh jebakan.
Dan yang paling menyakitkan, kadang bukan musuh di depan yang melukai, tapi perubahan arah dari mereka yang dulu berjalan di samping kita.
Ada satu bagian dari perjalanan ini yang sampai hari ini masih mengganjal, dan jujur saja, itu yang paling membuat hati ini terasa berat.
Tentang ijazah Yamaguchi itu.
Tentang surat keterangan kematian yang dikabarkan lawan kita.
Hal-hal yang, aku tahu, membuatmu berada dalam posisi yang tidak mudah. Mungkin kamu merasa terancam. Mungkin kamu merasa sendirian. Mungkin kamu takut.
Tapi justru di situlah, seharusnya kamu kembali ke kami.
Mengapa kamu tidak bicara. Mengapa kamu memilih diam, lalu berbalik arah?
Padahal sejak awal, kita berjalan bukan sebagai orang asing.
Kita berjalan sebagai tiga sahabat.
Aku dan Mas Roy sudah menganggapmu sebagai adik,
yang seharusnya bisa datang kapan saja, membawa beban seberat apa pun, tanpa takut dihakimi.
Kalau memang di masa lalu ada yang pernah keliru, kalau pernah ada kebohongan, kalau pernah ada langkah yang salah, itu bukan akhir dari segalanya, Rismon.
Tidak ada manusia yang bersih tanpa cela. Dan tidak ada masalah yang benar-benar buntu, jika kita hadapi bersama, dengan jujur.
Kita bisa cari jalan keluar. Kita bisa berdiri bersama. Kita bisa memperbaiki, apa pun itu.
Tapi yang terjadi, justru sebaliknya.
Kamu memilih jalan sendiri. Kamu menjauh. Dan pada titik tertentuโฆ kamu berdiri di sisi yang berseberangan.
Bahkan kamu sekarang memusuhi kami.
Dan di sinilah pertanyaan itu tak bisa lagi aku tahan:
Mengapa kamu berkhianat?
Bukan hanya kepada kami.
Bukan hanya kepada persahabatan yang kita bangun dengan tulusโฆ
Tapi juga kepada begitu banyak orang yang menggantungkan harapan pada perjuangan ini.
Pada rakyat. Pada kebenaran yang seharusnya kita jaga bersama.
Apakah semua ini sepadan, Rismon?
Apakah rasa takut itu lebih besar
daripada nilai kebenaran yang dulu kamu perjuangkan dengan penuh keyakinan?
Aku tidak menulis ini dengan amarah.
Aku menulis ini dengan luka.
Karena kehilangan seorang lawan itu biasa.
Tapi kehilangan seorang adik dalam perjuangan, itu jauh lebih dalam rasanya.
Namun satu hal yang harus kamu tahu, Kebenaran tidak pernah berubah, meski manusia bisa.
Dan pintu untuk kembali pada kebenaran, tidak pernah tertutup.
Seberat apa pun langkah yang sudah kamu ambil, selama masih ada keberanian untuk jujur,
selalu ada jalan pulang.
Jika suatu hari nanti kamu kembali melihat ke belakang, ingatlah satu hal:
Kita pernah menjadi tiga sahabat.
Kita pernah berdiri di titik yang sama, dengan hati yang bersih, dan niat yang lurus. Tak akan bisa dihapus oleh apa pun.
Aku, dr Tifa, menulis ini untukmu, Rismon,
dengan pilu yang tak terucap.
-Mereka tidak menyangka-
Banyak foto-foto selama bertahun-tahun beredar yang diakui sebagai foto-foto Joko Widodo mantan Presiden ke-7.
Sepintas lalu jika perhatian kita hanya 10-20% apalagi dengan mata awam tidak seperti mata Ahli Telematika, maka kita akan berpikir memang itu foto-foto Jokowi.
Tetapi semenjak Ijazah dibongkar kepalsuannya secara saintifik independen oleh Rismon, Roy Suryo, dan saya sendiri, dr Tifa
Maka curiocity makin menjadi-jadi melihat berbagai foto-foto ini. Apalagi ketika saya menggunakan ilmu anatomi, morfologi, dan fisiognomi sebagai bagian dari Ilmu Neuropolitika yang saya kembangkan.
Alhamdulillah teknologi siap pakai saat ini sangat memungkinkan pekerjaan restorasi foto-foto dilakukan dengan berbagai metametode yang semakin hari semakin komprehensif dan akurat.
Contoh salah satu foto yang diklaim adalah foto Joko Widodo muda bersama kedua orangtuanya (?)
Dengan teknik metarestorasi antara lain: denoising, gaussian, frequency separation, super resolution, deep learning upscaling, pixel reconstruction, real ESRGAN, GFPGAN, sharpening, histogram correction, facial landmark.reconstructio dll maka hasilnya:
"MANA JOKOWINYAAA???"
Ketika teknologi menuju singularity.
Tak ada lagi tempat bagi kebohongan dan penipuan.
Misteri Pembunuhan Ermanto Usman Mungkin bliyow telah bungkam, tp jejak perjuangannya tertulis di lembaran audit @bpkri & notulensi @DPR_RI
Jika keadilan tidak ditegakkan
Ermanto akan jadi pesan gelap bagi siapapun yg berani melawan korupsi di negeri ini
https://t.co/uy5U3czhkY
Menurut polisi, kematiannya disebabkan karena terjadi perampokan...
Keluarganya berkata ; Usai bersaksi bongkar dugaan korupsi dan menyebutkan nama ET.
Bijak ya dalam menanggapi sambil tunggu perkembangan selanjutnya.
Syarat kerja di pabrik aja
โ S1
โ IPK di atas 2,75
โ Tinggi minimal 158 cm
โ Tidak buta warna
โ Berpengalaman kerja minimal 1 tahun
โ Sehat jasmani rohani
โ Mampu bekerja di bawah tekanan
โ Gaji UMR
โ Berpenampilan menarik
โ Dapat berkomunikasi dengan baik
โ Bisa mengoperasikan DOS, Windows, Microsoft office, Adobe, Corel, Photoshop, AutoCAD, Ansys, CapCut
โ Bisa bahasa Inggris, mandarin, Jepang, Sunda, Jawa, Jerman
โ Siap bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 31 hari sebulan
โ Tidak masuk kerja sehari bersedia potong gaji, tidak masuk seminggu siap dipecat
Lha ini jadi wakil rakyat, background penyanyi, ga ada pengalaman bidang energi, trus mewakili rakyat; gimana caranya?
"Gibran tidak punya ijazah SMA. Cuma modal surat keterangan ini Gibran jadi walkot Solo 2020 dan Wapres 2024.
Gak bisa untuk kuliah di UI, gak bisa untuk melamar kerja. Bisanya untuk KPU saja. Apa dasarnya bimbel disetarakan dengan SMK?" (Rismon, 23/9/2025)
#MenolakKPUCurang2029