#Earthquake (#gempa) possibly felt 23 sec ago in #Indonesia. Felt it? Tell us via:
📱https://t.co/QMSpuj6Z2H
🌐https://t.co/AXvOM7I4Th
🖥https://t.co/wPtMW5ND1t
⚠ Automatic crowdsourced detection, not seismically verified yet. More info soon!
Katanya apa2 merujuk Pancasila,
mana prikemanusiaan mu sbg
warga negara Indonesia yg paling
Pancasila, wahai org org yg selalu benar dan tidak pernah salah
Netanyahu united
PBNU
#FreePalestine 🇵🇸
Cat Warrior saat kita tegakkan Bendera Merah Putih, Bila Budi Arie menolak mundur dan bertanggung jawab atas tindakannya kita War dan spill smua kesalahannya..
Bila sepakat retweet dan jangan lupa stiker kucing pada komen...
Menkominfo Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa negara tidak akan membayar tebusan untuk Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) yang terinfeksi ransomware.
“Enggak, enggak akan (bayar)!,” ujar Budi Arie usai mengikuti rapat paripurna kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/6/2024).
Ransomware adalah virus atau malware (perangkat jahat) yang dirancang untuk merusak akses data komputer dengan cara dienkripsi atau dikunci. Perancang virus akan meminta sejumlah tebusan untuk memberikan kunci guna mengembalikan data yang terenkripsi.
Arie menjelaskan pihaknya tengah memulihkan PDNS secara bertahap. Yang terpenting menurut Arie adalah layanan publik sudah kembali normal.
Sebelumnya, PDNS 2 yang berada di Surabaya lumpuh sejak Kamis (20/6/2024). Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) dalam konferensi persnya di Kantor Kementerian Kominfo, Senin (24/6/2024) memastikan penyebab kelumpuhan server ini karena infeksi ransomware.
Total ada sekitar 210 instansi pusat maupun daerah yang terdampak serangan ini. Beberapa instansi telah berhasil melakukan migrasi data dan memulihkan layanannya.
| Narasi Daily
#MemeNarasi
Data kita tuh enggak penting apa gimana sih?😔
Menkominfo Budi Arie Setiadi dalam rapat kerja di Komisi I DPR, Kamis (27/6/2024) mengatakan, peretasan terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya ini bukan dilakukan negara lain.
Temuan ini, sebut Budi, membuatnya sedikit lega.
“Di forum ini, saya ingin tegaskan bahwa kesimpulan mereka ini [para peretas merupakan] non state actor dengan motif ekonomi. Itu sudah alhamdulillah dulu,” kata Budi.
“Karena kalau yang nyerang negara, berat,” tambahnya.
Budi lantas menceritakan kejadian yang dialami pemerintah Arab Saudi beberapa bulan lalu.
“Kaya beberapa bulan lalu, pemerintah Saudi Arabia diserang oleh hacker-hacker Iran. Karena negara aktornya, itu berat,” imbuh Budi.
| Narasi Daily