@dimarsasongko98 Banggar itu "lahan basah" karena terkait persetujuan anggaran lembaga negara. Modus operandi: uang pelicin, titip anggaran utk proyek tertentu, pengusulan rekanan proyek, dst. Banggar ini bisa jadi brankas utk mesin politik.
@dimarsasongko98 Banggar itu "lahan basah" karena terkait persetujuan anggaran lembaga negara. Modus operandi: uang pelicin, titip anggaran utk proyek tertentu, pengusulan rekanan proyek, dst. Banggar ini bisa jadi brankas utk mesin politik.
@ChatibBasri Saya menyadari betul Pak Chatib ini seorang penulis yang berbakat, dan baru ngeh ternyata bakat itu ada dalam keluarga besarnya. Gaya penulisan yang bercerita seperti ini bukan sesuatu yang mudah terlebih bagi mereka yang tergolong akademisi yang dituntut utk menulis secara kaku.
@ChatibBasri Saya menyadari betul Pak Chatib ini seorang penulis yang berbakat, dan baru ngeh ternyata bakat itu ada dalam keluarga besarnya. Gaya penulisan yang bercerita seperti ini bukan sesuatu yang mudah terlebih bagi mereka yang tergolong akademisi yang dituntut utk menulis secara kaku.
@NarasiNewsroom Pak Chatib mungkin memberikan isyarat potong fiscal spending yang menggerus kepercayaan investor. Pertanyaannya: spending yang mana? Kandidatnya menurut saya adalah MBG dan Kopdes. Harus lebih diefisienkan. Pasti akan ada gejolak, terutama investor MBG tapi itu adalah risiko.
@NarasiNewsroom Pak Chatib mungkin memberikan isyarat potong fiscal spending yang menggerus kepercayaan investor. Pertanyaannya: spending yang mana? Kandidatnya menurut saya adalah MBG dan Kopdes. Harus lebih diefisienkan. Pasti akan ada gejolak, terutama investor MBG tapi itu adalah risiko.
@kompascom Program-program prioritas Pemerintah ini cukup bagus hanya ada beberapa yang harus dikawal ketat seperti MBG dan Kopdes agar bisa lebih efisien dan efektif. Kalau korupsi dan mark-up bisa dicegah di berbagai proyek prioritas ini, saya kira kita bisa berharap banyak.
@kompascom Program-program prioritas Pemerintah ini cukup bagus hanya ada beberapa yang harus dikawal ketat seperti MBG dan Kopdes agar bisa lebih efisien dan efektif. Kalau korupsi dan mark-up bisa dicegah di berbagai proyek prioritas ini, saya kira kita bisa berharap banyak.
@Bisniscom Setuju segampang itu, tapi yang berat adalah mengendalikan kebijakan dan instruksi politik terhadap menteri keuangan. Apa berani menteri ke PRESIDWN bilang potong anggaran MBG 75%?
@Bisniscom Setuju segampang itu, tapi yang berat adalah mengendalikan kebijakan dan instruksi politik terhadap menteri keuangan. Apa berani menteri ke PRESIDWN bilang potong anggaran MBG 75%?
@kompascom APBN kita besar, cuma penggunaannya banyak yang tidak tepat, dwfisit 2 T sebulan ini hanya 24 T setahun, tapi Pemerintah enggan menalangi. Tapi beli mobil kopdes, motor listrik dan kaos kaki MBG tidak sungkan2. Ongkos hotel delegasi di Paris bisa sampai puluhan M sekali jalan.
@kompascom APBN kita besar, cuma penggunaannya banyak yang tidak tepat, dwfisit 2 T sebulan ini hanya 24 T setahun, tapi Pemerintah enggan menalangi. Tapi beli mobil kopdes, motor listrik dan kaos kaki MBG tidak sungkan2. Ongkos hotel delegasi di Paris bisa sampai puluhan M sekali jalan.
@ardisatriawan Negara ini yang keputusan pengelolaannya diserahkan ke politisi jadi berasa negara "kebijakan trial and error". Prioritas penggunaan anggaran sering salah tempat karena adanya kebijakan populis yang didukung oleh mesin birokrasi yang ringkih dan korosif karena budaya korup.
@ardisatriawan Negara ini yang keputusan pengelolaannya diserahkan ke politisi jadi berasa negara "kebijakan trial and error". Prioritas penggunaan anggaran sering salah tempat karena adanya kebijakan populis yang didukung oleh mesin birokrasi yang ringkih dan korosif karena budaya korup.
@kalistohenituse Dari awal Kebijakan ini sudah diberi masukan: 1. penerima manfaatnya harus tertarget: 1. anak-anak dari keluarga tak mampu, 2. Prioritas di daerah dimana angka stunting dan gizi buruk tinggi pada balita dan anak-anak, 3. di daerah-daerah yang angka kemiskinan yang tinggi, 4. ...
@kalistohenituse 4. Ibu hamil dan menyusui dari keluarga tak mampu, 5. mengintegrasikan dengan sekolah dengan merevitalisasi/membangun dapur sekolah, 6. anggaran per porsi lebih tinggi, karena peserta yang disasar jauh lebih sedikit.
@kalistohenituse Dari awal Kebijakan ini sudah diberi masukan: 1. penerima manfaatnya harus tertarget: 1. anak-anak dari keluarga tak mampu, 2. Prioritas di daerah dimana angka stunting dan gizi buruk tinggi pada balita dan anak-anak, 3. di daerah-daerah yang angka kemiskinan yang tinggi, 4. ...
@kalistohenituse Dari awal Kebijakan ini sudah diberi masukan: 1. penerima manfaatnya harus tertarget: 1. anak-anak dari keluarga tak mampu, 2. Prioritas di daerah dimana angka stunting dan gizi buruk tinggi pada balita dan anak-anak, 3. di daerah-daerah yang angka kemiskinan yang tinggi, 4. ...