@idextratime Tamparan disaat yang tepat, hilangkan ceremonial ngga penting. Stamina sudah habis waktu lawan china, lini tengah perlu kedalaman squad, hilgers dengan agresifitasnya boleh dicoba sebagai destroyer dilini tengah
@misplacedpass 1 . Sty kesulitan kalau lawannya low block, dan mengharuskan timnya pegang kendali permainan
2. Sty mempersiapkan pertandingan oke, tp ketika harus ada perubahan taktikal ditengah pertandingan agak kesulitan, mungkin masalah komunikasi.
@Box2BoxBola Kelebihan Emil berani mengambil resiko jemput n potong bola, kalau paes lebih memilih bermain aman stay safe di depan garis gawang.. tp refleknya sama2 bagus..
@VeryHsdng@aingriwehuy Kalau sty lawan yg lebih berat kaya ausi atau arab mungkin strategi counternya jalan, tp kalau lawannya china malah kebingungan sendiri kalau suruh pegang bola
@firlysavitri Kurikulum merdeka mencontoh kurikulum ngara maju (selandia baru) hasilnya malah kacau, niatnya biar murid mandiri belajar malah hasilnya kaya kuda2 liar dilepas talinya, kbeda cuaca, budaya, sdm tidak bisa serta merta yang baik disana baik disini..
@PorosHalangID Kalau sistemnya udah jalan pemain baru bisa adaptasi pelan2 dan tidak tiba2 dibebani eksprtasi mengangkat performa tim yang sedang terpuruk. MU seringnya gagal transfer disini pemain baru harus bisa langsung perform mengangkat tim, ketika blunder dihajar habis2an contohnya....