Ibu Desi sama Ibu Yuyun ini polos sekaliiiii.
Ngomong di depan kamera kalau dibayar 100 ribu.
Terus ke media nasional pula.
Ini koordinatornya gak briefing dulu gimana ngadepin media???
😂🤣😂🤣
ketriger juga aku, ada yang nulis:
"jadi ragu mau nguliahin anak ke UI atau UGM, takut jadi bego"
tenang pak, bu.
anakmu juga belum tentu mampu masuk situ.
fokus jual sawah saja,
siapa tahu kebagian pestol atau topi baja.
1 Juni 2026: ratusan peternak Blitar bagi2 1 juta butir telur gratis di depan kantor bupati.
Bukan karena murah hati , tapi karena jual pun rugi.
Harga jual: Rp 20.600/kg.
Biaya produksi: Rp 23.000/kg.
Harga acuan pemerintah: Rp 26.000/kg.
9 Juni 2026 , tepat 8 hari kemudian , Mentan Amran baru mengusulkan peternakan ayam masuk daftar negatif investasi.
Yang unik : investor China sudah ketuk pintu sejak April. Rp 1,4 triliun. Difasilitasi Kadin. Untuk rantai suplai MBG.
Protes peternak rakyat diabaikan berbulan2.
Investor asing masuk , baru gerak 8 hari.
Jadi siapa yang sebenarnya dilindungi?
Gue ga ada simpati sama pengusaha sppg
- Mereka dari awal jadi enabler negara buat bakar duit
- Mereka doyan potong anggaran, nilep duit yang jadi haknya murid sekolah dan ibu hamil
- Mereka kasih upah minim ke tim pelaksana SPPG
- Mereka dapet titik dari nyuap dan koneksi ordal
- Mereka oportunis ga tau tempat. Orang2 kaya gini kalau pegang jabatan pemerintahan, udah pasti bakal korup
IHSG junam, Rupiah junam, ya karena uang negara yang harusnya dipake secara cermat dan strategis malah masuk kantong mereka
Kita mungkin baru akan liat IHSG recover 2027 onwards, itu gara2 mereka
Anak minta gendong. Bapak turuti gendong.
2 menit kemudian: "Turun, Pa." Bapak turunin.
3 menit kemudian: tangan ke atas. "Endong, Pa." Bapak gendong lagi.
5 menit kemudian: "Turuuun." Turun. Jalan 10 langkah. Berhenti. Tangan ke atas lagi: "Endooong."
Naik. Turun. Naik. Turun. 15 kali di satu trip ke mall. Bahu Bapak pegal. Pinggang Bapak ngilu. Dalam hati: "Manja banget sih. Mau gendong apa mau jalan? Pilih satu!"
Pak, itu bukan manja.
Woww KEREN BANGETT! Belum sampai 2 tahun menjabat, pasangan Prabowo-Teddy berhasil mengukir sejarah baru di Indonesia.
1. Rupiah tembus 17.900 an hari ini
2. IHSG anjlok di 5.900 an
3. Kunjungan ke LN 54x
4. Program dengan APBN terbesar (MBG)
5. Ibu Negara paling ganteng
6. Kabinet paling gemuk (49 Kementerian)
Beruntung sekalii menjadi warga negara Indonesia.
cc:threadlulisman_
Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Slamet Suradio (Mbah Slamet), masinis legendaris dari KA 225.
Sejarah takkan pernah melupakan Tragedi Bintaro 1987 yang kelam, di mana beliau merasa tidak pernah mendapatkan keadilan yang semestinya sebagai masinis selama hidupnya.
Kini, biarkanlah beliau beristirahat dengan tenang. Semoga beliau mendapatkan keadilan sejati di hadapan Tuhan Yang Maha Adil. Terima kasih atas segala dedikasi dan pengabdian panjang Bapak di dunia perkeretaapian Indonesia. Doa terbaik kami menyertai almarhum dan keluarga yang ditinggalkan, amin 🙏🏻 🥀🕊️
Kalian yg minta kalo kritik itu harus baik, beretika dan memberikan solusi. Apa yang disampaikan Pak Dino itu sudah sangat baik, halus, sopan, beretika, dan terstruktur serta memberikan saran dan solusi sesuai yg kalian mau. Sekarang masih tetep dianggap ga beretika. Intinya memang kalian itu enggan menerima kritik.
Saya udh ga tau harus komen apa lagi sama pejabat2 di negara ini. Dikritik keras salah, dikritik baik salah. Maunya semua orang dukung.
Kunker katanya ditambahin pakai dana pribadi, giliran kurban pakai apbn. Jumlah rombongan katanya dikurangi, tapi frekuensi kunjungan naik berkali-kali lipat. Well.. logikanya cerdas banget. Tapi kita ga bs apa-apa kan? Jadi yaudah, kerja aja yg rajin biar ga telat bayar pajak ya. Mereka butuh duit banyak.
@LambeSahamjja Ngak percaya pakai dana pribadi, tugas negara kok pakai dana pribadi? Berkurban aja yg shrusnya pkai dana pribadi malah pkai dana APBN. Kami tdk sebodoh itu Teddy.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman ngaku sendiri ada beras rusak di gudang Bulog , akibat kebijakan beli gabah tanpa pilah kualitas.
Tempo liput itu. Judulnya: "Poles-poles Beras Busuk."
Respons Amran waktu itu? Gugat Tempo Rp200 miliar.
Padahal Tempo udah jalanin semua rekomendasi Dewan Pers sebelum tenggat 2x24 jam.
Hasilnya? Hakim PN Jaksel November 2025: gugatan tidak dapat diterima , pengadilan tidak berwenang, karena sengketa pers harusnya diselesaikan di Dewan Pers.
Sengketa yang udah selesai di Dewan Pers.
Trus? pegawai Kementan dapat instruksi berantai via WA grup buat dislike dan lapor video YouTube Tempo sebagai "misinformasi."
Kronologinya:
Kebijakan bermasalah → beras rusak → diliput → gugat medianya → kalah → mobilisasi ASN hajar media.
Ini bukan membela petani. Ini membungkam yang ngritik
Dan ini bukan pertama kali. Tahun 2019 dia juga gugat Tempo Rp100 miliar. Kalah juga
SBY buruk, Jokowi buruk. Tapi mereka sama sekali gapernah ngomong kayak gini dalam forum resmi. Seorang presiden, pemimpin negara bicara dengan kapabilitas yang cuma seperti ini.
Orang-orang yang memilih dia karena kasihan atau karena apapun, kalian berdosa sekali untuk seluruh manusia di negeri ini. Bajingan kalian dan pilihan kalian. Bedebah.