Kalian tahu gak, kalau anak ini keliling bawa karung buat ngumpulin rongsokan. Waktu itu dia duduk di lapak cuma lihat-lihat buku karena malu, terus kami ajak anak itu ngambil salah satu buku❤️❤️
Dear kampus-kampus,
Kalo emang close recruitment, ato emang udah ada calon dosen rekomendasi internal, mending gausah buka rekrutmen buat umum, deh.
Kita-kita yang apply ini juga keluar modal buat menuhin kebutuhan aplikasi. Ya surat sehat, ya surat keterangan, ya meterai. Terus akhirnya tetep gagal dengan hasil penilaian yang mengejutkan di ujung proses rekrutmen.
Janganlah buat kita-kita yang memang butuh kerjaan dengan dana terbatas ini jadi tumbal buat menuhin syarat administrasi kalian doang. Pengecut namanya.
Apa yang diharapkan dari negara yang:
1) Siswa dan mahasiswanya menormalkan joki buat tugas dan skripsi,
2) Guru dan dosennya gajinya menyedihkan sampai harus cari sampingan sana sini,
3) Aparat penegak hukumnya ditraining paling banter setahun, dikasih senjata, terus berhadapan sama massa,
4) Dokter dan tenaga kesehatannya dididik pake cara bullying dan diperlakukan seenaknya ketika bekerja,
5) Guru besarnya bisa didapat dengan jalan pintas dari jalan pejabat,
6) Pamer gratifikasi dan hasil kejahatan dinormalisasi dengan dalih iri.
Apa yang bisa diharapkan?
Buat yang mau ikut ngurus negara dibanding ngurus selangkangan selebgram, ini ringkasan isunya:
1) PKS awalnya mau calonin Anies-Sohibul Iman, Jakarta "Aman". Elektabilitasnya paling tinggi. Problemnya: perlu threshold 20% biar bisa calonin gubernur. Jadi perlu cari partai koalisi biar cukup menuhinnya.
2) Partai koalisi awalnya rencananya sama kaya Pilpres Kemarin: PKB, PKS, dan Nasdem.
3) Koalisi Indonesia Maju (KIM) ngajakin PKB, PKS, dan Nasdem ke koalisi mereka. Kata berita:
a) NasDem dikasih ancaman kasus,
b) Cak Iminnya PKB diancam lengser via konflik PKB-PBNU,
c) PKS ditawari posisi, yang udah jelas adalah wakil gubernur.
4) PKS ngumumin calon mereka ganti jadi Ridwan Kamil - Suswono, dengan koalisi raksasa total 12 partai.
***
Berhenti dulu. Ada keributan lain
5) Di luar keributan partai, ada calon independen: Dharma Pongrekun - Kun Wardana. Mereka juga problematik:
a) Ngumpulin KTP-nya pakai data curian, bahkan sampai ada anaknya Anies diklaim dukung mereka,
b) Warga prottes, pencurian data-nya udah dilaporkan ke Polisi,
c) Polisi menghentikan kasus pencurian datanya, katanya ini wewenang Bawaslu karena urusan Pilkada,
d) Padahal pencurian data itu tindak pidana umum, mestinya Polisi dan Bawaslu dua-duanya bisa jalan.
6) KPU tetap menetapkan calon independen problematik ini.
***
Kembali ke lanjutan nomor 4:
7) Presiden reshuffle kabinet: Menkumham Yasonna (PDIP) dicopot. Ingat: PDI-P belum ngumumin calon mereka.
Mereka juga terganjal threshold 20%.
8) Mahkamah Konstitusi, membuat keputusan penting:
a) Membatalkan Perubahan Batas Usia calon kepala daerah yang kemarin ramai dari Mahkamah Agung.
b) Mengabulkan gugatan Partai Buruh dan Gelora: Threshold dari 20% jadi 7.5%
9) Implikasinya:
a) Beberapa partai lain (misal PDI-P dan PSI) bisa calonin sendiri tanpa perlu cari teman,
b) Kaesang gak bisa nyalon di Pilkada.
10) Presiden langsung panggil Menkumham baru, ingat dia udah bukan orang PDI-P, tapi orang baru. Entah mau ngapain.
***
Yang krusial:
11) Hari ini DPR bakal rapat RUU Pilkada. Agendanya bikin pembahasan, kalau bisa sampai keputusan, hari ini juga.
a) Diduga untuk menganulir putusan MK dengan bikin UU,
b) Deadline pendaftaran calon kepala daerah tinggal 9 hari kalender/7 hari kerja lagi, udah mepet.
***
Ada keributan separah dan sekompleks ini dan kalian malah ngurusin selangkangan orang.
Jadi rapatnya udah selesai?
Yang saya tangkap kesimpulannya 2:
1) Yang ditetapkan putusannya Mahkamah Agung. Jadi Kaesang tetap bisa jadi calon kepala daerah.
2) Partai politik yang mempunyai kursi di DPRD tetap harus punya threshold 20%. Jadi partai kaya PDI-P gak bisa nyalonin sendiri.
Mohon konfirmasi buat siapa pun yang ngerti.
Banyak dm masuk yg berisi ucapan selamat, salah satunya di bawah ini🤣 karena salfok nama kita samaan twiin @anariasari dikira rangorang aku yg nikah🤣 dahlah Aaminiin ajaa