@uyagnin@bambangsuling11@undip Residen menghabiskan banyak waktu di ruang OK, kebanyakan tidak sempat membeli makan keluar, sehingga budayanya adalah makan prolong disediakan residen semester 1. Ibarat mengeluarkan uang makan dan kebutuhan lain selama 4 tahun kedepan, dalam 1 semester.
@uyagnin@bambangsuling11@undip Iuran tersebut tidak serta merta digunakan untuk kemakmuran pribadi para terdakwa. Zara dan angkatannya juga mengeluarkan iuran yang sama ketika semester 1, memang sudah adat pendidikan-nya seperti itu. Iuran juga ditentukan melalui musyawarah angkatan.
@uyagnin@bambangsuling11@undip Uang iuran residen semester 1 dipakai untuk makan prolong semua angkatan residen (termasuk residen angkatan almarhumah) dan DPJP, serta kebutuhan ilmiah.
@bambangsuling11@uyagnin@undip Ngada-ngada, dengerin sidangnya yang bener. Baru juga pembacaan dakwaan minggu lalu, keterangan saksi baru hari. Belum ada yang terbukti.
@love_cookiessss@estehoolong@bambangsuling11 Emg org gabisa nabung apa-_- namanya kalo pendidikan jd priortas mah. Ngaruh kemana sih? gue aja gak mikirin bapak doi pensiunan perusahaan apa. Lah kalo perusahaan lokal biasa gimana?
@kuro_2013@bambangsuling11 Apa bedanya dengan screenshot WA punya Zara? Kenapa menerima bukti screenshot milik tersangka tapi menolak bukti screenshot milik almarhumah?
@kuro_2013@bambangsuling11 Karna masaahnya adalah budaya pendidikannya, bukan hanya salah 1-2 oknum. Senioritas berlangsung secara sistemik dari atas ke bawah. Almarhumah meninggal di semester 5 ketika sudah menjadi senior, sehingga almarhumah pun mengulang budaya yg sama.
@ayhaayawae@bambangsuling11 Hati hati, keputusan dari pengadilan belum ada. Tau darimana penyebabnya karna zara selain dari berita yg beredar dari sosial media? Seberapa yakin memang zara penyebabnya?