berikutnya kita akan masuk jauh lebih dalam di mana saat penghuninya mulai menunjukkan eksistensinya yg semakin gila, warga menyebut peristiwa ini dengan sebutan "Demit'e mudal"
"setiap hari, selalu ada anak perempuan yg masuk ke tempatnya dan tidak pernah keluar lagi, Kuncen yg semula menjaganya karena ingin Rinjani berubah, mulai ragu, mereka tidak mau lagi menuruti perintah Codro memberi Rinjani anak lagi"
Mira tak bisa berkomentar, ia shock menyaksikan pemandangan gila itu,
belum berhenti sampai di sana, Mira harus melonjak kaget saat satu persatu mayit-mayit yg di gantung itu bergerak, menggeliat satu sama lain,
"mereka hidup" batin Mira,
"wes ngerti bahayane ilmu-mu"
baca komentar kalian jadi ingin cepat malam, biar bisa menuangkan semua
saya cuma akan kasih tahu, Ending padusan pituh adalah salah satu ending paling menyenangkan (GILA) dan kalian akan tahu kenapa narasumber kali ini tidak mau jadi karakter dalam tulisan kali ini
Riko menatap Mira, "namanya, Dela Atmojo, tapi sudah lama aku gak pernah melihatnya lagi. nanti kalau ketemu dia, aku akan tanyakan maksud kalimat itu"
Mira diam, ia mengulangi nama itu "Dela Atmojo"
Pesepakbola wanita ini hijabnya hampir lepas. Lawannya membentuk lingkaran untuk memberi kesempatan kepadamya memperbaiki hijabnya.
Walaupun mereka beda keyakinan, toleransi tetap menyatukannya.
Kita mungkin berbeda keyakinan. Tapi kita bersaudara dlm kemanusiaan.
Sumber: N/A