[YOUTUBE] Watch SEVENTEEN on their 11th Anniversary Show produced by Na PD, "Unity Tournament"! 🤾🏻
Episode 1-1
▶️ https://t.co/0NUsw6VtSp
▶️ https://t.co/UtxZYl0HuM
SEVENTEEN UNITY TOURNAMENT
#SVT_UnityTournamentWithNaPD#11주년에도세븐틴은출장소통의신@pledis_17
Banyak banget cewek masuk umur 30 curhat hal yang mirip-mirip.
Badan berasa berat, otak nge-lag terus, ngantukan mulu padahal udah minum segala macem suplemen. Multivitamin sama omega-3 emang oke, tapi kadang nggak nyentuh akar masalahnya.
Yuk kita bahas santai dikit disini...
Guys, Raditya Dika ngobrol bareng Todo dari Todopedia dan obrolan ini menurut gue salah satu yang paling jujur soal investasi yang pernah gue denger.
Bukan soal multibagger.
Bukan soal trading cepat kaya. Tapi soal satu pertanyaan yang jarang dibahas:
Gimana caranya investasi saham yang enggak bikin lo stres dan tetap menghasilkan setiap bulan?
Siapa Todo dan kenapa dia pilih dividen investing?
Todo mulai invest di 2020 umur sekitar 24, pas COVID. Dari deposito, ke reksa dana, ke saham individual. Sekarang umur 29 dan sudah financial freedom dari dividen saja.
Bukan karena keluarganya kaya. Bukan karena modal besar dari awal.
Tapi karena dia punya satu tujuan yang jelas dari awal: passive income dulu, baru yang lain.
Kalau passive income udah jalan mau trading, mau ke kripto, mau ke obligasi semuanya bisa. Lo punya fleksibilitas.
Dan menurutnya, itu yang membuat banyak anak muda salah urutan. Langsung ngejar multibagger, langsung ngejar capital gain sebelum ada fondasi passive income yang stabil.
Strategi utamanya: Dividen Per Bulan.
Ini yang paling menarik dari seluruh obrolan.
Kebanyakan investor dividen terima pembayaran setahun sekali atau dua kali. Tapi Todo menyusun portofolionya supaya ada saham yang bagi dividen di setiap bulan berbeda Januari ada, Februari ada, sampai Desember ada.
Hasilnya?
Lo dapat gajian dari perusahaan-perusahaan yang lo pegang setiap bulan.
Dan efek compounding-nya lebih cepat. Dividen bulan Maret bisa langsung diinvestasikan ke saham yang bagi di bulan Mei. Dividen Mei masuk lagi ke yang bagi di Juli. Terus berputar dan terus tumbuh.
Target yield-nya: 7,5% net per tahun.
Ini bukan angka asal. Ini didesain supaya jadi batas aman untuk pensiun mengacu pada konsep 4% rule tapi dengan dividen sebagai instrumennya.
Kalau yield-nya di atas 10%? Todo justru waspada.
Yield terlalu tinggi bisa berarti tiga hal: bisnis siklikalnya tinggi, perusahaan sudah tidak ada potensi tumbuh jadi labanya dibagi semua, atau industri sunset."
Mandiri yield 9% waktu harga sahamnya jatuh bulan Januari kemarin? Itu bukan bahaya — itu kesempatan. Bukan kondisi normal.
Dua prinsip utama Todo dalam pilih saham dividen:
Cash is king apakah perusahaan punya kas yang cukup untuk bayar utang, ekspansi, buyback, dan bagi dividen?
Cash flow is queen apakah ada uang yang benar-benar masuk ke perusahaan secara rutin? Bukan sekadar laba bersih di atas kertas yang bisa dimanipulasi.
"Cash flow itu bensin yang actually masuk ke kantong perusahaan. Laba bersih bisa diapa-apain."
Dan untuk valuasi dia kombinasi PE ratio sebagai screening awal, lalu DCF atau Discounted Dividend Model untuk angka yang lebih dalam.
Target dividen growth per tahun: 4-5%.
Kenapa konservatif? Karena itu kurang lebih mengikuti pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dan dengan ekspektasi yang rendah lo lebih tenang, lebih jarang panic sell, dan lebih konsisten.
Dan ini yang paling gue ingat dari Raditya Dika.
Todo nanya balik ke Radit gimana mindset investasi lu, Bang?
Radit jawab jujur:
Gua enggak kaya dari investasi. Dari awal itu pedoman gua. Gua kayanya dari kerjaan dari panggung, dari YouTube, dari brand deals. Investasi buat nuhin tujuan keuangan gua bukan buat jadi kaya.
Dan itu yang menyelamatkan dia dari berbagai rayuan yang resikonya tidak bisa dia terima.
Kalau Warren Buffett kaya dari investasi?
Ya karena itu pekerjaannya sebagai investor profesional. Radit bukan investor profesional. Todo bukan investor profesional.
Dan mengakui itu bukan kelemahan itu justru kejujuran yang menyelamatkan.
Dividen investing bukan strategi untuk semua orang. Dan bukan berarti kalau lo trader lo harus pindah ke dividen investing.
Parah banget sih, padahal itu kan "kitab sucinya" sebelum naro duit.
Kebanyakan cuma liat grafik yang lagi ijo doang, terus asal klik beli. Padahal di Fund Fact Sheet (FFS) itu ada info krusial:
Top Holdings: Biar tau duit lo sebenernya diputer di saham/obligasi mana aja.
AUM: Seberapa gede dana yang dikelola manajer investasinya.
Expense Ratio: Biar nggak kaget sama potongan biayanya.
Istilahnya mah kayak beli HP tapi nggak baca spek, cuma liat casing. Risiko "boncos" jadi makin gede kalau asal percaya grafik. Lo sendiri tipe yang teliti baca FFS atau tim hajar langsung nih?
REKOMENDASI MBAK2 PRAMUGARI EMANG GA PERNAH GAGAL‼️
Sumpah ya, asli, ini ga ngotak wanginya!
Dikasih bocoran sama mba2 pramugari kalo pake body oil sebelum parfum bikin wanginya nempel seharian 🩷
Kalau punya sisa roti tawar yg udah mendekati expired, jangan dulu dibuang yaaa !!!
Ini cara mengolah roti tawar yg sudah kering menjadi lebih bernilai ✨
“This is puding zebra”
Menuju h-21 hari overthinking nasional.
Wahai umat, udah siapin jawaban "kapan punya anak?" dan kapan kapan yang lain blm? Share balesan kalian dong kek gimana? Kali aja jdi inspirasi
dua novel ini menurutku definisi dari merenungi pilihan hidup—merenungi kehidupan. bagus, aku sangat merekomendasikan untuk teman-teman segera baca. 🐈⬛🌧️
This letter-frame Canva hack is my new obsession... and it might be yours too
Using the CutoutFrame Canva app, you can turn any word into a custom photo-filled title. It instantly gives your design that aesthetic we all looove
I show you exactly how to create this effect, so you can use it in your next carousel, Reel cover, or any other design.
sc ig/socialbrandcreatives
Jadi kalau kamu punya HP/laptop/tab, kuota internet, dan waktu 2-3 jam sehari, kamu juga bisa banget mulai 😉 Cukup bikin produk digital pakai Canva, upload ke https://t.co/M6jW6lNYp9, lalu promosiin di media sosial yang kamu punya
sc ig/digital.int0vert
Untuk meminimalisir file PDF kita ‘dibongkar’ kita bisa coba cara ini : Mengaktifkan/mencentang opsi ‘Flatten PDF’ atau ‘Satukan Lapisan PDF’ dengan begini kita sudah melakukan upaya pengamanan desain. Selain itu, opsi ini juga bisa menjaga konsistensi font lho! Namun, opsi ini bakal membuat ukuran file lebih besar apa lagi jika desain kita rumor dan menggunakan gambar-gambar beresolusi tinggi. Tapi layak dicobain sih ini, biar aman dari pembajakan!
sc ig/kelasemakkreatif