"Oh nou... Ga siap buat naik lagi" celetuknya menatap ujung tangga yang tak terlihat.
Langkahnya pelan agar napasnya tetap beraturan. Ia pun tersenyum lega saat tiba di depan kamarnya.
ㅤ
“Sepertinya kalian harus mencatat apa yang akan dikatakan olehnya,” ujar Heron. Seolah merespons perkataannya, planchette yang berada di tengah papan tiba-tiba kembali bergerak. Benda kecil itu bergeser dari satu huruf ke huruf lain, membentuk beberapa kata di atas papan.
ㅤ
ㅤ
(OOC: Narasi dibekukan hingga pertemuan selanjutnya, yaitu hari Selasa, 13 Oktober 2026. Catatan tambahan, rangkuman lengkap untuk pertemuan ini sudah ditambahkan ke dokumen. Terima kasih untuk kelas hari ini. Sampai bertemu pekan depan!)
ㅤ
ㅤ
Para murid pun segera memperhatikan pergerakannya, berusaha mencatat setiap huruf yang dilewati planchette. Akankah mereka berhasil mengartikan pesan yang berusaha disampaikan oleh arwah tersebut?
ㅤ
ㅤ
“Sepertinya kalian harus mencatat apa yang akan dikatakan olehnya,” ujar Heron. Seolah merespons perkataannya, planchette yang berada di tengah papan tiba-tiba kembali bergerak. Benda kecil itu bergeser dari satu huruf ke huruf lain, membentuk beberapa kata di atas papan.
ㅤ
ㅤ
Sekali lagi, planchette bergerak menuju 𝘆𝗲𝘀. Mendapatkan jawaban yang diinginkan, Heron segera melanjutkan. “Kalau begitu..” ujarnya pelan. “Apa yang terjadi di kelas ini saat minggu tenang?” Heron melirik para murid sebelum kembali memusatkan perhatiannya pada papan.
ㅤ
ㅤ
Untuk beberapa saat, tidak terjadi apa-apa. Kemudian, planchette bergerak dan berhenti tepat di jawaban sederhana: 𝘆𝗲𝘀.
Heron kembali fokus pada planchette, kemudian mengajukan pertanyaan. “Apakah kamu melihat apa yang terjadi di kelas ini waktu itu?”
ㅤ
ㅤ
Heron pun mengikuti langkah tersebut. Ia memastikan planchette berada di tengah papan sebelum meletakkan ujung jarinya di atasnya. Para murid diminta untuk tidak menyentuh apa pun dan hanya memperhatikan. Ia menarik napas pelan. “Apakah ada arwah di dalam ruangan ini?”
ㅤㅤ