Guys, Mahfud MD baru keluarkan kritik yang menurut gue salah satu yang paling tajam dan paling berbobot sejak pemerintahan Prabowo berjalan.
Bukan karena Mahfud asal ngomong.
Tapi karena dia menggunakan buku Prabowo sendiri sebagai standar penilaiannya.
Senjata yang dipakai Mahfud: buku Paradoks Indonesia:
Sebelum menjabat Prabowo menulis buku Paradoks Indonesia yang bahkan dibagikan ke setiap anggota kabinet.
Di dalamnya Prabowo menekankan tiga hal: strategi yang benar, manajemen pemerintahan yang baik, dan pemerintahan yang bersih.
Mahfud menggunakan standar yang Prabowo buat sendiri itu untuk menilai implementasinya sekarang.
"Itu standar yang beliau buat sendiri. Namun sekarang, demokrasi kita melemah. DPR hampir tidak pernah lagi mempersoalkan kebijakan Presiden secara kritis."
Tiga poin kritik utama Mahfud:
Satu melemahnya checks and balances.
DPR yang seharusnya jadi penyeimbang kekuasaan hampir tidak pernah mengkritisi kebijakan presiden secara substantif. Koalisi yang terlalu besar membuat fungsi pengawasan parlemen praktis tidak berjalan.
Dua autocratic legalism.
Mahfud menyoroti fenomena di mana hukum dibentuk hanya untuk melegitimasi kehendak penguasa tanpa partisipasi publik yang bermakna. Hukum dipakai sebagai alat bukan sebagai pagar.
Tiga penegakan hukum yang tebang pilih.
Ini bukan tuduhan baru tapi Mahfud menegaskannya dengan konteks yang lebih besar soal arah demokrasi Indonesia.
Soal desakan mundur yang mulai bermunculan:
Mahfud juga merespons soal sejumlah tokoh yang menyuarakan desakan agar Prabowo mundur.
Posisinya jelas: itu bukan makar. Itu bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat.
"Kritik yang muncul bukanlah upaya menggulingkan pemerintah. Ini adalah bagian dari demokrasi."
Dan ini penting karena ada kecenderungan untuk melabeli kritik keras sebagai destabilisasi atau makar. Mahfud secara eksplisit membantah framing itu.
Yang membuat kritik Mahfud berbeda:
Mahfud bukan oposisi ideologis yang dari awal menentang Prabowo. Dia mantan Menko Polhukam yang punya akses langsung ke dalam sistem.
Dan dia tidak menyerang dari luar dia menggunakan dokumen yang Prabowo buat sendiri, yang bahkan disebarkan ke seluruh kabinet, sebagai tolok ukurnya.
Ini bukan serangan personal. Ini audit berbasis janji tertulis.
"Objektivitas seorang pemimpin bisa dinilai dengan membandingkan janji tulis dan implementasi di lapangan."
@3CareIndonesia Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Untuk restart dan lock jaringan sudah saya lakukan, tapi masih tetap sama
Debat team bubur diaduk atau nggak diaduk? That I can understand.
Debat indomie goreng atau indomie kari yang lebih enak? That I can also understand.
However, ketika ada genosida yang sedang terjadi and you’re wondering whom you should support or your stance is “neutral”? That, I could never understand.
More than 8 thousand are killed (and the number is growing). It’s not even a war, it’s genocide. And you’re still confused or neutral? They are being slaughtered and murdered left and right. Their homes are gone, forever. They have lost their loved ones, simply by being existed. Those who are perished, most of them are children.
The least you could do is stand with humanity. Stand with the people of Palestine.
Terpikir kemarin hanya jarak saja yang jadi penghalang, kesehatan pun juga. Terima kasih sudah berjuang bersama Umma, Omar. I love you and miss you two endlessly 🤍
Bertemu tapi tak bersentuhan, serumah tapi tak seruangan. Sabar ya nakk, Abi juga ingin sekali mencium dan mencubit. Tapi karena sedang tidak fit, kita masih harus menunggu lagi. Sejak lahir 19 Juni, sampai sudah tiba di Sangatta kemarin, kita masih belum bisa bercengkrama
Querido Leo, ¡felicidades! 👏
Tuve el record durante 20 años y lo disfruté. Ahora es un gran honor y placer compartirlo contigo, ¡esperando de todo corazón que puedas superarlo ya en el próximo partido! 💙🇦🇷
🚨 Leo Messi: “I don't like people talking before games. The 19th (Weghorst) came and started to provoke us, bump into us, tell us things. Their coach was not respectful to us either.”