Naik Gojek.
🤡: "Udah nikah mbak? Dosen di sini ya?"
👩: "Belum pak. Bukan, saya lagi kuliah S2."
🤡: "Ngapain kuliah tinggi, perempuan juga ujung-ujungnya di dapur. Mending nikah."
👩: "Kalau nikah sama laki-laki yang bisa ngasih penghasilan setara waktu saya kerja sih nggak masalah. Tapi kalau nikah cuma buat disuruh masak di dapur, ya buat apa?"
🤡: "Maksud saya daripada hidup sendiri gitu, mbak."
👩: "Mending sendiri tapi punya banyak uang daripada nikah tapi buat makan aja susah dan tiap hari harus masak."
Habis itu suasana di jalan langsung hening. Mantap. ��
Diceritain seorang C-Level soal uniknya orang Indonesia.
Beliau suka becanda. Misal ketika team izin ke toilet dia becandain dengan jawab “no you cannot”.
Kolega India 🇮🇳 jawab “hahaha funny”, lanjut ke toilet.
Kolega Spanyol 🇪🇸 jawab “no thanks”, lanjut ke toilet.
Kolega Indo 🇮🇩 engga jawab apa-apa. Diem dan beneran gajadi ke toilet. Lalu canggung satu ruangan sampe bilang “Im joking, ofcourse you can”
Yang bikin dia culture shock adalah betapa tingginya tingkat obedience orang Indonesia. Seakan consent di sini tuh manufactured through power relations.
Padahal orang Indonesia itu cemerlang dan kinerjanya luar biasa, tapi begitu atasan bilang X meskipun itu gak sesuai prinsip atau pemahaman, mereka akan tetap taat.
Kenapa ya dan gimana cara kita unlearn karakter ini?
KEINGET CERITA TEMEENNN😭. Di deket rumahnya ada orang kaya.. setiap bulan puasa mendekati lebaran suka bagi-bagi sembako gituh rutin pokoknya tiap tahun.
Tiba si orang kaya ini meninggal.. gak ada yang nerusin bagi-bagi sembako, eh rumahnya di demo dong😭
Dibilang “mana hak kami, kewajiban kalian tiap bulan puasa kasih kami” 😭😭😭
Warning: Mainly for fun. Please take MBTI financial advice with a pinch of salt.
DISCLAIMER: DO NOT PROCEED IF YOU DON’T LIKE ORGANIC CONTENT THAT GIVES YOU NEW PERSPECTIVES.
[Help RT]
Hi everyone! this video shares what’s been happening in Indonesia. If you're from outside the country, I'd really appreciate it if could take a moment to watch it. Thanks a lot! 🙏🏻
#IndonesiaGelap#PolisiPembunuhRakyat
source @/abigaillimuria
@AJEnglish
Pernikahan toxic itu candu,
Bayangin tiap hari lo dicekokin omon-omon
"Harus berbakti pada suami"
"Suami adalah kepala keluarga"
"Jangan menyebar aib keluarga sendiri"
The next thing you know you're pushing 40 and still trying to prove your worth as a human being
Unfortunately, society kita masih banyak yg ngepressure perempuan untuk nerima laki-laki yang tidak dicintai dengan alasan:
“Agamanya kan baik”
“Pamali nolak cowo”
“Dia loh udh stabil ekonominya”
“Nanti juga cintanya bisa tumbuh sendiri”
“Jadi perempuan gausah kebanyakan milih”
Kalo punya temen >25 th belum nikah, sebenernya ga semua harus dikasihani 😅
Bisa jadi, single itu pilihannya secara sadar. Entah karena dia menikmati masa pencarian karirnya, atau menikmati ketenangan selesai dari past toxic romantic/ family relationshipnya. Good for them tho.