@prastow PJJ bagi sekolah/siswa terdampak untuk durasi waktu tertentu, menandakan pemprov jkt sdh pengalaman; beda dgn pemkot medan waktu banjir bulan nov tahun lalu, sekolah tetap memaksakan siswa hadir, jadinya kacau semua
@Balistta@kompascom dgn lu sebutkan two state solution itu sdh sejak 1947 aja, gw makin meragukan pengetahuan sejarah lu, PLO itu declare Palestina sbg negara itu di tahun 1988, dah lah, buang2 waktu gw debat dgn lu, cukup sampai sini aja
@Balistta@kompascom itu yg gw bilang ga apple-to-apple, kembali ke pelajaran dasar syarat2 suatu negara, adanya : wilayah, penduduk, pemerintahan, dan pengakuan dunia internasional; 4 hal itu sdh dimiliki Palestina, at least sejak 1988; nah, skrg itu pengakuan dunia internasional makin luas
@Balistta@kompascom kembali ke statement awal, lu bilang two state solution itu omong kosong karena blablabla ..... gw bilang, yg menolak two state solution itu ya yg ga mau damai, maunya perang terus, kenapa? ya mgkn karena ada kepentingan bisnis, that's it ......
@Balistta@kompascom ga apple-to-apple kondisinya, koq disamakan two state (artinya Palestina juga jadi negara merdeka) dgn Indonesia yg belum merdeka, cara berfikir yg keliru
@Balistta@kompascom kelompok yg ga mau two state solution itu ya kelompok yg ga mau damai, maunya perang terus, mgkn demi kepentingan bisnis (misal biar bisa galang donasi, jual senjata, dll)
@ganjarpranowo contoh kebohongan si pinokio oslo, tahun 2017 memperkenalkan kasmudjo sbg dosen pembimbing skripsi, lalu setelah ketauan bohong diralat jadi dosen pembimbing akademik, ternyata kasmudjo membantah semuanya, bukan pembimbing skripsi maupun akademik si pinokio oslo
@neVerAl0nely PSI dah abis2an jualan mulyono, anak bau kencur dijadikan ketum, spanduk disebar sampai pelosok dusun, tetap aja hasilnya zonk, hanya 2% π
@cobeh2022 mulyono punya banyak track record berbohong, contohnya: tahun 2017, dia memperkenalkan Pak Kasmujo sbg dosen pembimbing skripsinya waktu lalu, tapi ternyata skrg Kasmujo membantahnya
@Dee_Rose82 ini angkatan masuk 85, mulyono ngakunya 80, jd beda angkatan; btw, mgkn saja mulyono pernah kuliah, tapi sangat kecil kemungkinannya dia lulus & wisuda, terlalu banyak kejanggalan, termasuk skripsinya
@dwioktariyadi https://t.co/027wRomPgd
jelas maksudnya dosen pembimbing skripsi, hanya yg denial aja yg anggap dosen pembimbing akademik, setelah ketahuan ternyata di skripsinya tak ada nama Kasmujo
@suryasena53@satriohendri gw fokus ke hardcopy skripsi mulyono aja dulu, yg ada di perpus ugm, nah, kan dah dikupas secara ilmiah tuh oleh rismon, bahkan ditantang uji karbon