Ada jiwa yang hancur, yang tak berani menatap langit karena merasa hina dina. Namun justru dari retaknya, cahaya masuk tanpa penghalang. Sebab DIA lebih dekat kepada yang remuk oleh kesadaran, daripada yang utuh oleh kesombongan.
Tubuh manusia, paling banyak tersusun oleh air.
Sebenar-benarnya manusia layaknya air. Selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Bukan malah berlomba jadi merasa lebih tinggi, lebih suci.