relatable,
niatnya ngejelasin supaya semuanya clear karena komunikasi adalah kunci, tapi pihak sana malah defensif, bukannya instrospeksi ataupun diskusi cari titik tengah tapi malah minta dimaklumi, dengan segudang masalahnya.
Makin ke sini gue makin sadar, sepinter apa pun lo ngejelasin sesuatu, it means nothing kalau lo berhadapan sama orang yang egonya nganggep accountability sebagai serangan pribadi.
lo bisa ngomong sejelas mungkin, tapi kalau dia lebih sibuk ngerasa diserang daripada memahami kesalahannya, ya percuma. some people don't want to understand you, they just want to protect their ego.
gabut sih iya, tapi gapunya duit? engga sih,... punya usaha, punya tabungan, cuma gapernah flexing aja biar buat "yang bener temen aja" dan biar ga dimintain duit sama orang gajelas.
ku pastikan orang yang cuma ngarepin duit doang sama aku gabakal pernah ngerasain sepeserpun
Jumlah obat di puskesmas yang โkok dikit?โ itu sering bukan karena PELIT, tapi karena STOK TERBATAS.
Obat puskesmas dikirim dari dinkes, dan kadang KOSONG. Jadi tim farmasi, terutama apoteker, harus muter otak biar semua pasien tetap kebagian obat. Salah satu caranya: jumlah obatnya disesuaikan.
Tapi yang disesuaikan itu obat simptomatik kayak vitamin, nyeri, batuk. Antibiotik? PASTI ga dikurangin.
Bayangin dikasih paracetamol 10 tab, dua hari udah sembuh. Sisanya cuma numpuk, kan SAYANG? mending buat pasien lain yang butuh ๐ฅน
Kurang kurangin julid sm nakes
Semoga Bermanfaat โบ๏ธ๐๐ป