Tidak ada yang namanya kebetulan, semua itu pasti ada alasan, dan hal itu sudah jadi ketentuan.. selama raga ini masih bernafas, kamu tetep jadi prioritas.. πΉ
Undangan digital dan kertas juga dah siap, yang sering tanya
-KAPAN NIKAH
-KAPAN NIKAH
-KAPAN NIKAH
nek tak undang awakmu gak teko dan nek teko mung nyumbang sitik,, peehhh ga sembodo/ ga imbang blasss karo pertanyaanmu kapan nikah π
Ada perumpamaan:
Bahwa dibawah kaki ibu terdapat Syurga. Kita lupa bawah didalam doanya, didalam tangisnya, didalam hajatnya terdapat seluruh dunia untuk kita. π
Semakin bersedekah semakin kaya dirimu. Konsep yang sederhana ini mau sampai kapanpun ga bakal nyampai di otakmu.
.
Gimana mau nyampe kalau pola pikirmu sebatas laba rugi saja, bukan baik atau buruknya untuk masa yang akan datang.
Kerja di Muhammadiyah, Puasa/ 1 Ramadhan ikut pemerintah? penghianat? kok tidak ikut tarjih?
.
1. QS An-Nisa : 59
2. HR Bukhori Muslim "Tentang ketaatan dan batasannya"
3. Lebaran bareng keluarga
.
Fikih itu luas, pemikiranmu aja yang sempit.
Sedekat-dekatnya kamu dengan masjid, sekencang-kencangnya suara adzan yang berkumandang, kalau memang Allah tidak mengizinkanmu sholat berjamaah, kamu bisa apa π
Selamat !! Duniawi akan selalu jadi prioritasmu π
Kemarin dapat kabar yang kurang menggembirakan. Harus kehilangan teman, saudara seperjuangan dalam waktu dekat. Orang-orang itu yang memilihmu untuk pergi.
Mungkin Allah punya rencana yang lebih baik. Semoga sukses ditempat baru kelak π