Lagi dan lagi dan lagi
Cermin gaya komunikasi publik pemerintah yg usang, simplistis, dan cenderung berlindung di balik narasi global untuk menjustifikasi beban yg dilemparkan begitu saja ke pundak rakyat.
Menahan kenaikan harga sejak Maret? Apa pula ini? Mau bikin narasi seolah2 pemerintah pahlawan hebat yg telah berkorban? Lalu rakyat harus tahu diri dan memaklumi kenaikan ini?
Gini ya ted, menyediakan energi dgn harga terjangkau adl kewajiban konstitusional pemerintah. Bukan kebaikan hat atau sedekah.
Pokoknya adak..
Seorang jurnalis Republika, Andi, mengunggah video berisi putrinya yang menjadi salah satu peserta aksi.
Di dalam video unggahannya, Andi menyebutkan kalau aksi yang dilakukan mahasiswa mengingatkannya pada aksi di tahun 1998, tempat ia pernah berdiri juga sebagai peserta aksi.
via https://t.co/7JXML9GcDW
cc @BudiBukanIntel
btw ini kopinya dari pasutri yang punya bisnis kopi gitu huhuhu. selain, itu tadi jg ada abang gojek yv nyamperin pas kami baru turun dr kopaja buat ngasih roti TERHARU BGT. rakyatnya sebaik dan sesuportif ini, tp pemerintahnya kyk iblis. sehat-sehat, wni
"Dilarang menyampaikan pendapat di bundaran HI karena itu pusat aktivitas masyarakat" — Polisi
Dengan kata lain: kamu boleh menyampaikan pendapat, asal nggak di tempat yang bisa didengar dan dilihat orang lain.
Pajak kita dipakai buat ngegaji orang-orang tolol. 😂
@udaojol pernah dapet ga sampai 500m, dari kos'an ke tempat kerjanya. pas nanya, ini beneran ka deket banget kesitu doang? jawabnnya katanya suka ada anak² punk ngodain..
"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri” — Ir. Soekarno
“Pemimpin harus tegas dan mampu mengambil keputusan yang mengutamakan kesejahteraan rakyatnya di atas segalanya” — B. J. Habibie
"Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu” — Gus Dur
“Yang nyinyir-nyinyir-nyinyir biar aja itu. Nyenyenyenye” — ….