Gak ada yg buat aku iri selain anak yang di besarkan di lingkungan yg komunikasi nya baik, sehingga tumbuh besar gak bawa byk 'trauma' yg ngefek ke perilaku
Ngomong lancar, gak belibet, mampu ngeluarin pendapat dgn baik, brpikir logis, sabar d setiap komentar, ahh ya ampun 🫶
Aku marah banget saa tim peneliti Rifaldy dan Prihantini ini. Mana isu kek gini cepet ilangnya. Pokoknya kedepannya melihat nama mereka di conference atau apapun itu wajib dicurigai. Terutama conference kedokteran.
Makin kesini makin terkorek aja nih soal riset riset Rifaldy dkk. Teman teman dokter yang memang paham di bidangnya mulai speak up.
Djoedjyoer djanggyal..🤔
Ini bagus sih jadi para ahli dan dokter langsung cek biar jelas itu penelitiannya valid atau engga.
He was trying to say we need to increase our knowledge by going to the placewhere knowledge comes from and apply it to our lives. So we can leave the farm and live without tying our survival to the farmer that will make us end up in his stomach.
“Hey kid, you better answer my question with what really happened. I’ll ask you again. Give me the honest answer, and don’t try to lie to me.”
“But sir, I have already answered with the actual incident, but you…”
“NONSENSE!”
Sebagai alumni LPDP, berikut daftar pelatihan yang kami butuhkan agar gak culture shock:
- Academic writing
- Ikut International Conference & jurnal internasional
- Strategi cari funding buat riset, paper dan conference
- Pelatihan memasak (real wkwk)
- Self management, terutama menghadapi stress kuliah dan tugas yang numpuk
- Persiapan paska kampus, either sebagai dosen, karyawan, pebisnis, atau stafsus wkwk
etc etc
Intinya butuh pelatihan dari orang2 yang pernah menjalani itu semua.
Ironic fact:
Skripsi, tesis, disertasi, PKM, bahkan project-project sains yang banyak bikin produk inovatif hanya berakhir di tumpukan laporan pertanggungjawaban, ngga pernah bener-bener diproduksi massal dan berakhir di market.
I see a lot of them. Ketika dana project cair dan habis, yaudah, end of story. Gatau salah di mana.